The Mantans

The Mantans
Rasanya Jadi Bucin


__ADS_3

Mamat menyimak laporan keuangan yang disampaikan oleh manager keuangan perusahaannya dalam monthly meeting mereka.


Entah kenapa apa yang dilaporkan oleh karyawannya tak satupun yang bisa dia tangkap dengan baik, sebentar-sebentar ia melirik arloji yang melingkar di tangannya.


Bayangan wajah Vita yang menggemaskan itu menari-nari di pelupuk matanya, apalagi saat ini perempuan cantik itu sedang menunggu dirinya di dalam kamarnya, entah sedang ngapain, membuatnya ingin segera berlari kesana dan meninggalkan meeting ini, sungguh menyiksa dirinya.


Meeting yang baru saja berjalan tak lebih dari tiga puluh menit, tapi sudah membuatnya bosan dan konsentrasinya sudah buyar bahkan sejak pertama ia masuk dalam ruangan ini.


"Maaf Pak Mathew apakah bapak mau ada janji?" tanya Wirya salah satu manager yang membantunya mengelola keuangan di bisnis agrowisatanya.


"Nggak ada, kenapa Wir?" tanya Mamat mencoba cool seperti biasa.


"Maaf saya lihat dari tadi bapak memperhatikan jam terus, kalo bapak ada janji, kita bisa reschedule meeting kita ini pak." jawab Wirya sopan.


"Oh.... it's oke, lanjutin aja laporan kamu." kata Mamat tegas dan mencoba kembali berkonsentrasi.


Sementara Henry yang duduk disamping Mamat hanya mengulum senyum tanpa terlihat oleh Mamat.


'Nggak ada janji tapi ada yang nungguin di dalam kamarnya' batin Henry sinis.


Karena tanpa Vita dan Mamat sadari, semalam Henry melihat adegan mereka berciuman di dalam lift, sampai keberadaan Henry saja tak kasat mata oleh keduanya alias dianggap hantu.


Lalu keduanya dengan berpelukan mesra masuk ke dalam kamar Mamat, mau ngapain coba kalo tidak melakukan sesuatu yang tidak-tidak, sontak saja pikiran omes Henry langsung travelling kemana-mana.

__ADS_1


Setelah dua jam yang melelahkan dan membosankan, akhirnya monthly meeting mereka berakhir, kalo biasanya yang menarik nafas lega adalah para karyawannya, justru saat ini Mamatlah yang menarik nafas lega.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Mamat langsung bangkit berdiri dan berlalu dari sana menuju ke kamarnya, rasanya tak sabar untuk kembali memeluk kekasih tercintanya itu.


Apalagi angannya lagi melambung tinggi ketika kemarin ia mendengar Vita memperkenalkan dirinya sebagai pacar dan calon suami, duh senengnya hati Mamat, rasanya dia akan semakin bucin dengan perempuan itu.


Dengan pelan dan hati-hati, Mamat membuka pintu kamarnya dan melihat Vita masih bergelung di bawah selimut tebalnya, mungkin perempuan itu kembali tertidur setelah sarapan pagi mereka yang bisa dibilang terlalu int*m tadi.


Mamat mendekat dan merapikan rambut Vita yang berantakan dan menutupi hampir semua wajahnya, lalu menciumi pipi Vita yang mulus bakal batu pualam itu.


"Ehhhh..... ngapain sih Mat, ganggu aja ih," gerutu Vita ketika menyadari Mamat yang sedang menciumi dirinya, dengan kesal Vita membalikkan badan dan memunggungi Mamat.


"Ngantuk banget ya, kok kayak masih lengket gitu matanya?" bisik Mamat tepat di telinga Vita, membuat Vita merinding dan membuka matanya pelan.


Tidur jam tiga pagi karena menghabiskan malam dengan mengobrol menceritakan tentang diri mereka sendiri, karena suka tidak suka Vita harus menerima kelebihan dan kekurangan Mamat kan.


Dengan memeluk guling Vita melanjutkan tidurnya kembali, dan Mamat yang melihat kelakuan Vita yang masih kayak bocah itu menjadi gemes sendiri dan ikut bergelung kembali memeluk Vita seperti semalam.


***


Malam sebelumnya


Pulang dari acaranya Fara, Mamat tidak melajukan mobilnya menuju ke rumah Vita, tetapi membawa perempuan cantik itu menuju resort nya yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

__ADS_1


Mendengar Vita memperkenalkan dirinya sebagai pacar dan calon suami, nyatanya melambungkan kebahagiaan pria tersebut, ingin ia mendekap dan menciumi perempuan itu yang sialnya begitu cantik dimatanya malam ini.


"Lho kok aku nggak dianterin pulang Mat?" protes Vita setelah sadar arah mobil yang mereka tumpangi bukan ke arah rumahnya tapi ke arah resort Mamat.


"Kita ke resortku," sahut Mamat cuek.


"Dih... mau ngapain ke sana?" tolak Vita langsung, walaupun statusnya sebagai seorang janda bukan berarti dirinya gampangan kan, diajak nginep cowok hayo aja, walaupun dirinya seorang janda tetap harus bisa menjaga diri, biar image-nya nggak tambah jelek di masyarakat kita yang masih menganggap janda tuh dengan stigma negatif.


"Ya ngineplah di tempat aku, mau ngapain lagi," sahut Mamat cuek kaya tanpa beban banget dan tetap melajukan mobil ke sana.


Vita melotot mendengar jawaban Mamat, image baik yang ada di diri Mamat serta merta hancur karena ajakan itu, Vita jadi illfeel banget, bayangan Mamat yang tidak-tidak berputar di kepalanya.


Dan ketika mobil itu berhenti di depan resort, Vita tetap bertahan di dalam mobil, sampai akhirnya Mamat harus turun tangan menggendong Vita sampai ke dalam, Vita jelas memberontak, tapi tenaganya kalah kuat, alhasil daripada malu akhirnya Vita diam saja dan menurut sambil memikirkan jalan untuk dia bisa melarikan diri.


Sampai di dalam kamar Mamat yang luasnya udah mirip penthous itu, Vita diturunkan dari gendongan Mamat, lalu Mamat menarik sehelai kaos dan training panjang dari dalam lemarinya dan menyerahkan kepala Vita untuk dikenakan.


Setelah Vita dan Mamat berganti pakaian, dengan lembut Mamat mendorong Vita hingga jatuh ke atas tempat tidur, lalu mengungkung tubuh itu dan mendaratkan kecupan singkat di bibirnya.


Vita terlihat seksi dan menggemaskan dengan kaos kedodoran dan training milik Mamat yang menenggelamkan tubuhnya yang mungil.


"Otak omesnya dibersihin dulu, aku cuman ingin tidur sambil peluk kamu, nggak ada niat apa-apa, bisa menjagamu adalah suatu kehormatan bagiku." Mamat menyentil kening Vita lembut lalu kembali mendaratkan kecupan ringan di bibir, membuat Vita tersipu malu karena otak kotor yang sempat mampir ke dalam otaknya tadi.


"Tidur udah malam, kecuali kamu ingin melakukan sesuatu yang lain, olahraga malam mungkin," tegur Mamat lembut lalu memeluk Vita erat.

__ADS_1


Dan tanpa diminta dua kali, Vita langsung memejamkan mata, sambil meredakan debaran jantungnya yang terdengar menggila.


__ADS_2