The Mantans

The Mantans
Bab 95 : Epilog


__ADS_3

"Bisa nggak sih bilangin ke temen lo jangan centil-centil ke gue?" Dengus Vetsa dingin.


"Yey.... sok kegantengan lo, kepedean jadi orang, nggak mungkin juga Helen suka sama lo yang kayak triplek gini!" Cibir Letta kesal.


"Ya udah kalo emang dia nggak suka ama gue, ya nggak usah deketin gue terus dong, risih tahu kemana-mana dikuntit!"


"Ini pada kenapa sih, pulang sekolah bukannya ganti baju terus makan, malah berantem," tegur Vita keluar dari kamar tidurnya.


"Ini lho mom, adek pede banget, katanya Helen suka sama dia," adu Letta sambil memeluk dan mencium pipi Vita lembut.


"Emang kenapa bisa mikir gitu Sa?" tanya mommy Vita sambil menggiring anak-anaknya duduk di sofa di ruang keluarga mereka.


Oh ya Vita dan Mamat memiliki dua orang anak, selang satu tahun kelahiran Letta, Vita akhirnya hamil lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dia beri nama Vetsa Gabriel Praja.


Karena umur kedua anaknya hanya berjarak satu tahun, makanya sering kali mereka dikira anak kembar karena kemiripan wajah keduanya.


"Ya Helen sering banget caper ke aku, nyamperin ke kelas juga, kan aku risih," sahut Vetsa jutek.


Vita terkekeh pelan melihat kedua anaknya yang sedang beradu mulut itu, tetapi meskipun keduanya sering berdebat kusir seperti ini sebenarnya mereka itu rukun lho.


Walaupun Vetsa anak lelaki Vita itu cenderung kalem dan irit bicara tapi kalau sedang bersama keluarganya Vetsa cenderung lebih open, hingga tak jarang kelakuan Letta yang sering pecicilan dan ramai itu bisa ditimpali oleh Vetsa.


"Ini buk makan siangnya," bik Nah mengintrupsi pembicaraan mereka dan menyodorkan sepiring nasi dengan aneka lauk ke tangan Vita.


"Ayo siapa yang mau mommy suapin?" tanya Vita sambil melirik kedua anaknya yang langsung diam sambil menggeser duduknya mendekat ke Vita dan membuka mulutnya lebar.


"Daddy dulu!" Mamat tiba-tiba sudah ada di depan mereka dan memegang tangan Vita yang memegang sendok lalu mengarahkan makanan tersebut ke mulutnya.


"Ih daddy!" protes Letta sambil mengerucutkan bibir, karena tadi sendok yang dipegang Vita mengarah ke mulutnya.


"Astaga, kamu nih sama anak sendiri nggak mau ngalah ya Hun," omel Vita lalu kembali menyuapi ketiganya bergiliran.

__ADS_1


"Nggaklah, kalo masalah disuapi kamu aku nggak mau ngalah sama siapapun," celetuk Mamat cuek.


Vetsa yang mendengar perkataan Daddy nya hanya bisa mendengus kesal sedangkan Letta mengomel pelan.


"Dasar bucin!" ledek Letta pelan.


"Udah ah mom, aku udah kenyang." Vetsa berdiri dengan menenteng sepatu dan tas sekolahnya.


"Baru juga beberapa suap Sa," omel mommy Vita mencoba membujuk anak gantengnya untuk kembali duduk.


"Nggak ah, nanti aku makan sendiri aja, inget ya kak, bilangin temen lo itu!" ucap Vetsa langsung ngeloyor pergi menuju kamarnya.


"Kenapa Vetsa?" tanya daddy Mamat bingung.


"Kepedean dad," jawab Letta ikutan bangkit dan hendak berlalu menuju kamarnya.


"Kak.... makannya belum selesai nih," panggil Vitta.


"Nggak ah, mommy suapin aja bayi gede mommy tuh, aku ngalah aja," sahut Letta tak menghiraukan panggilan mommy nya dan menghilang dalam kamarnya.


"Habis enak sih suapan tangan kamu Yang." Masih dengan anteng duduk di kanan sang istri dan menerima suapan demi suapan.


Setelah isi piring itu tandas, Mamat mencium pipi istrinya dan berlalu menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


***


"Mom..... Dad..... buka pintunya!" ketuk Letta berulang kali di pintu kamar orang tuanya.


Tak berapa lama pintu di depannya itu terbuka.


"Kenapa kak?" tanya Vita mengernyit kening melihat anak gadisnya berdiri di depan pintu kamarnya dengan memeluk bantal.

__ADS_1


"Aku nggak bisa bobok mom, aku bobok sama mommy ya," pinta Letta dengan wajah memelas.


"Kenapa nggak bisa tidur?" tanya Letta membuka pintu kamar lebar dan membiarkan Letta masuk ke dalam kamarnya.


"Vetsa kok bobok sini mom?" tanya Letta tak terima melihat adiknya sudah tidur tengkurap di tengah-tengah kasur.


"Tadi jam sepuluh dia ketok kamar mommy, katanya minta dikelonin."


"Vetsa curang!" teriak Letta kesal lalu melompat ke atas ranjang king size itu membuat Vetsa dan Daddy Mamat terlonjak dan kaget.


"Apaan sih kak?!" omel Vetsa lalu kembali tidur miring menghadap ke sebelah kiri.


Dengan enteng Letta tidur di sebelah kanan daddy nya dan memeluk sang daddy dengan posesif.


Tak mau melewatkan moment seperti ini, Vita lalu mengambil ponsel dan mengambil foto ketiganya yang sudah kembali terlelap.


Lalu Vita mengembalikan ponsel di atas nakas samping tempat tidur, lalu merebahkan diri disamping Vetsa.


Jadi posisi tidur mereka seperti ini Vitta, Vetsa, Mamat dan Letta, sebuah keluarga yang manis dan harmonis bukan?


Tapi tunggu dulu, keluarga ini terbentuk dari dua orang yang pernah mengalami kejadian buruk dengan masa lalunya, lalu memberanikan diri untuk keluar dari traumanya dan bersama-sama saling menyembuhkan luka itu.


Hingga akhirnya keduanya bisa tetap bersama dan tetap saling mencintai meskipun ada halangan dan rintangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka.


Karena pada akhirnya cinta itu lambat laun akan tetap berubah, tetapi komitmen dari dua insan didalamnya yang selalu memantaskan diri untuk pasangan lah yang membuat keduanya tetap bertahan dan tetap saling menjaga hingga kini.


Semua itu akan indah pada waktuNya kan, tetap sabar dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai hambaNya yang sabar dan percaya.


--------T A M A T ----------


Terimakasih untuk semua pembaca yang sudah mau mampir ke ceritaku ini ya, tunggu ceritaku yang lain yang akan segera aku posting disini.... terimakasih untuk love, bintang lima dan komen nya ya.

__ADS_1


Salam sayang buat kalian semua.


Riens16


__ADS_2