THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 22 DAYA HANCUR YANG MENGERIKAN


__ADS_3

Melihat seribu ponsel yang berjatuhan dari langit dan dalam hitungan detik akan jatuh menimpa semua orang yang ada di dalam ruangan itu, semua orang di dalam ruangan itu membuat ancang-ancang untuk melindungi diri mereka. Ditambah lagi, keributan yang dibuat oleh Second berhasil membuat hampir semua orang di dalam ruangan itu panik dalam waktu singkat. 



Ethan membuat matanya dan menarik Dylan ke sisi di mana ponsel tidak akan jatuh menimpa dirinya. 



First mengambil dua pedang miliknya yang tergantung di ikat pinggangnya. 



Second yang sempat terkejut kemudian dengan segera memanipulasi waktu di sekitar tubuhnya agar dirinya bisa menghindari ponsel-ponsel yang berjatuhan. 



Third yang tidak punya kemampuan untuk melindungi diri sendiri, kemudian mendekat ke sisi First seperti biasanya untuk mendapatkan perlindungan diri. 



Forth yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan IT segera menggunakan kemampuannya dengan membuat ponsel itu semua bergetar dan bergerak ke arah lain. 



Fifth si pengendali air segera memanggil air dari tangannya dan membuat ponsel yang hendak jatuh menimpanya, jatuh ke arah lain. 



Sixth yang bisa berpindah tempat, segera membuat tubuhnya berpindah ke tempat yang aman dan terhindar dari jatuh ponsel dalam jumlah banyak itu. 



Eighth, si ahli strategi melihat bahwa kemungkinannya untuk selamat dari jatuhnya ponsel itu dengan berada di dekat Sarayu. Eighth berpindah tempat ke sisi Sarayu, untuk mendapatkan perlindungan. 



Ninth yang kebetulan berada di dekat Sarayu, juga memilih untuk tetap berada di sisi Sarayu dan melihat tindakan apa yang akan diambil oleh Sarayu. 



Ketika hampir semua orang berubah panik, Sarayu yang sudah menunggu-nunggu momen itu kemudian mengambil pistol yang diberikan Ninth kepada dirinya. Di tangan kanannya, Sarayu menggenggam pistol. Sementara itu tangan lain Sarayu bergerak ke atas dan membuat selubung pelindung dari angin seperti yang pernah dilakukannya. Tepat sebelum selubung pelindung menutup dengan sempurna, Sarayu mengarahkan pistol miliknya dan menekan mode kedua tepat sebelum menembak. 



Zink. . . 



Sebuah suara muncul dua detik sebelum semua ponsel yang berjatuhan dari langit terpisah-pisah menjadi komponen-komponen bagiannya. 



Buk. . . buk. . . buk. . Setiap komponen yang terpisah kini berjatuhan ke lantai bersamaan dengan tepuk tangan dari Ninth dan Eighth yang dengan tepat memilih untuk berada di dekat Sarayu. Prok. . . prok. . . 



“Tidak salah aku memilih untuk berada di samping Savior.” Ninth berkata dengan bangga melihat ke arah rekan-rekannya yang gagal menghindari beberapa komponen yang jatuh dari langit-langit. 

__ADS_1



Setelah memastikan tidak ada komponen yang berjatuhan lagi Sarayu kemudian membuka selubung pelindung yang dibuatnya. Di sisi lain, Ethan dan Dylan berhasil menghindari komponen dengan ukuran besar, tapi gagal menghindari komponen kecil yang berjatuhan. First berhasil memotong-motong komponen-komponen dari ukuran besar hingga kecil, tapi justru membuat komponen yang berhasil dipotongnya mengenai Second yang berada di dekatnya. Forth, Fifth, Sixth berhasil menghindari semua komponen yang berjatuhan karena kemampuan mereka sendiri. Lalu Seventh-penyebab ponsel yang berjatuhan dari langit-langit itu sama sekali tidak bisa menghindar dan harus merasakan kepalanya beberapa kali terkena komponen ponsel yang berjatuhan. 



“Ya, aku juga tidak salah berada di sisi Savior,” celetuk Eighth dengan bangganya. 



Ethan dan Dylan yang hanya bisa melihat kemampuan dari senjata milik Sarayu, segera menghampiri Sarayu dan memujinya. 



“Benda ini benar-benar hebat.” Dylan memandang senjata milik Sarayu dengan tatapan berbinar-binar layaknya mata seseorang yang sedang melihat uang dalam jumlah yang sangat banyak. Sembari menatap senjata milik Sarayu, Dylan kemudian melirik ke arah Ninth dengan penuh harap. “Ninth, tidak bisakah kau buatkan satu lagi untukku?” 



“Benda ini benar-benar luar biasa sekali, Ninth, Forth.” Ethan memberikan pujiannya pada Ninth atas hasil kerja kerasnya selama beberapa waktu ini.



“Terima kasih, Tuan Ethan.” Ninth dan Forth menerima pujian dari Ethan secara bersamaan. 



Setelah memuji Ninth dan Forth, Ethan kemudian memuji Sarayu yang dapat berpikir dengan cepat dan membuat selubung pelindung miliknya berubah menjadi bentuk kubah-untuk melindungi orang-orang di dalamnya. “Kau juga, Savior. Kau hebat! Dalam waktu singkat, kau membuat pelindung itu berubah bentuk menjadi kubah, untuk melindungi orang-orang di dalamnya.” 



“Terima kasih, Zero. Ini semua berkat First. Kalau bukan karena First yang bertanya pada saya, maka cara ini mungkin tidak akan pernah terpikirkan oleh saya.”  




Sarayu mengarahkan pistolnya ke arah tembok besar yang dibuat Seventh dan bentuknya yang menyerupai bagian dari tembok besar Cina. Hanya dalam hitungan detik kilatan cahaya keluar dari tembok besar itu bersamaan dengan suara ledakan yang memekakkan telinga semua orang. 



Boom. . .



Semua orang termasuk Sarayu segera menutup kedua telinganya ketika suara ledakan itu terdengar begitu menyakitkan di telinga masing-masing. 



“Sial!!” teriak Second terkejut dengan hasil dari benda yang dibuat Ninth dan Forth. “Daya hancurnya luar biasa!” 



Seventh menganggukkan kepalanya setuju. “Benar. Dengan begini. . . harusnya kita tidak akan kesulitan jika harus melawan 100 Knight One.” 



“Kau berlebihan, Seventh.” Fifth melayangkan pukulannya ke atas kepala Seventh karena ucapannya yang berlebihan. 

__ADS_1



Buk. Seventh menatap tajam ke arah Fifth sembari memegang kepalanya yang menerima hantaman lain lagi. “Kenapa kau memukulku, Fifth? Apa tidak cukup tadi kau lihat kepalaku ini menerima hantaman hujan ponsel dari langit? Bagaimana jika aku ke depannya otakku rusak dan aku menjadi bodoh?” 



Fifth membalas tatapan tajam dari Seventh. “Hujan tadi adalah ulahmu dan ke depannya kau tidak akan menjadi bodoh, Seventh. Kebodohan seseorang tidak akan bertambah jika pada dasarnya mereka sudah bodoh.” 



“Sial kau, Fifth.” Seventh hendak melayangkan pukulannya, tapi First yang menyadari niat Seventh, dengan segera bergerak ke dekat Seventh dan menghentikan pukulan itu. 



“Kalian berdua, cukup!” First meninggikan suaranya dan membuat Seventh dan Fifth langsung memahami bahwa jika mereka berdua melewati batas lebih dari ini, maka keduanya akan menerima amukan First yang mengerikan. 



Di sisi lain, Sarayu yang melihat hasil dari senjata buatan Ninth dan Forth, menatap Ninth dan Forth dengan tatapan bahagia. “Ini benar-benar luar biasa. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Ninth dan Forth.” 



“Senang mendengarnya,” balas Ninth. 



“Aku sangat senang jika kau menyukainya, Savior,” balas Forth. 



“Bagaimana kalian bisa membuat pistol seperti itu? Dari yang aku lihat pistol itu sekilas mirip dengan milik First yang kalau aku tidak salah ingat merupakan jenis Beretta 92(1)?” Ethan menatap pistol di tangan Sarayu dengan raut penasaran. Ethan tahu banyak mengenai senjata api karena sebelum ini dirinya adalah jenderal perang di Aliansi Ingmar. 


(1)Baretta 92 adalah pistol semi otomatis yang dirancang oleh Baretta dari Italia. 92 mengacu pada model 92 yang diproduksi pada tahun 1975. 


Ninth maju mendekat ke arah Sarayu dan menganggukkan kepalanya. “Itu benar, Tuan Ethan. Pistol ini. . . aku buat dengan berdasarkan Baretta 92 milik First. Hanya saja ada beberapa bagian yang aku ubah berdasarkan perintah Forth. Aku mengubah panjang laras pistol milik Savior yang biasanya berukuran 109 mm, 119 mm dan 125 mm menjadi 150mm. Berat pistol milik Savior juga lebih berat dari Baretta milik First yakni 1025 gram. Karena peluru yang didesain Forth memiliki cara kerja dari bom atom yang pernah jatuh di Nagasaki dan Hiroshima, Forth memintaku untuk mengubah laras pistol agar lebih panjang dari ukuran seharusnya. Laras yang panjang itu akan memberikan dorongan yang lebih besar pada peluru atom di dalamnya dan menghasilkan daya ledakan yang lebih besar.” 



“Bom atom??” Ethan dan Dylan yang mendengarkan penjelasan dari Ninth, berteriak bersamaan karena terkejut dan panik di saat yang bersamaan. 



“Kalau begitu bagaimana dengan radiasinya???” tambah Ethan panik. 



“Apa senjata itu akan membunuh kita semua?” tambah Dylan yang juga sama paniknya. 



Ninth dan Forth tertawa kecil mendengar pertanyaan Ethan dan Dylan yang panik karena mendengar kata “bom atom”.



“Untuk hal itu, Tuan Ethan dan Tuan Dylan tidak perlu khawatir. Peluru atom yang aku buat hanya memiliki kekuatan satu dari seperseratus dari bom atom yang sebenarnya. Karena itu, Tuan Dylan dan Tuan Ethan tidak perlu khawatir dengan radiasinya.” 


__ADS_1


Di saat yang lain sibuk mendengarkan penjelasan panjang dari Ninth, Sarayu memandang benda yang kini berada di genggamannya. Sarayu tersenyum melihat benda itu dan bergumam kecil. “Harapan lain di dalam benakku, kini terwujud lagi.” 


__ADS_2