
Manusia. . . sekuat apapun, sehebat apapun, mereka tetaplah manusia. Bagaimana manusia menilai dirinya sangat hebat, kehebatan itu tidak akan bernilai di hadapan Tuhan dan takdir. Itu adalah pengetahuan alami yang diketahui oleh semua manusia ketika akhirnya melihat dunia ini. Sayangnya. . . banyak manusia dibutakan oleh kekuasaan, dibutakan oleh hawa nafsunya dan dibutakan oleh kesombongannya hingga menilai dirinya terlalu tinggi dan terkadang menyamakan dirinya dengan Tuhan. Padahal jelas-jelas manusia itu memiliki keterbatasan yang mengikat dirinya dan menunjukkan dirinya adalah manusia bagaimana pun keadaannya.
Hal itulah yang dipelajari oleh Ethan ketika melihat perang berlangsung dan bertemu dengan pemilik kemampuan khusus dari batu yang awalnya dikira sebagai pecahan meteor.
Ethan semat melupakan kenyataan bahwa dirinya hanyalah manusia. Berkat berkah dan kemampuan mengintip masa depan yang dimilikinya, Ethan sempat lupa bahwa dirinya memiliki keterbatasan, Ethan sempat lupa bahwa dirinya masih terikat dengan kehidupan dan Ethan sempat lupa bahwa dirinya masih terikat dengan takdir kehidupan yang sudah ditulis untuknya.
Beruntung. . . seorang pria yang mengatakan dirinya adalah leluhur Sarayu datang dalam mimpinya dan membuatnya sadar jika dirinya adalah manusia yang terikat dengan banyak hal terutama takdir. Dan sekarang. . . Ethan mulai menemukan alasan dibalik berkah yang dimilikinya dan pertemuannya dengan Sarayu.
*
Setelah rapat singkat yang dipimpin oleh Ethan, kelompok Pasukan Perdamaian Dunia kemudian berpindah ke lokasi di mana markas Knight Arael berada dan Sarayu berada.
“Hati-hati, Sixth.”
Sebelum First dan rekan-rekan lainnya berpindah tempat, Ethan mengucapkan satu kalimat terakhir sekaligus doa agar rekan-rekannya bisa kembali dengan selamat. Kelompok itu menggunakan kamera di bagian kacamata mereka agar Ethan bersama dengan Forth dan Eighth bisa membantu strategi dari kejauhan.
“Mereka sudah berpindah, Tuan.” Forth memberi tahu keadaan rekan mereka ketika Sixth sudah tiba di lokasi di mana Sarayu berada.
“Apa yang terjadi ini???” Begitu melihat pemandangan di dekat markas Knight Arael, Ethan menganga tidak percaya melihat kerusakan pada salah satu bagian dinding markas Knight Arael dengan kepulan asap hitam yang masih terlihat jelas.
“Saya tidak tahu, Tuan.” First mewakili rekan-rekannya menjawab pertanyaan Ethan. “Tapi sepertinya. . . ada serangan yang datang ke markas Knight Arael.”
“Itu tidak mungkin.” Ethan membantah dugaan First itu. “Seperti yang kita tahu, markas Arael sulit sekali ditemukan. Jika bukan karena cahaya aneh itu tertangkap satelit, mungkin kita tidak akan pernah menemukan markas mereka.”
“Kalau begitu. . . kami akan berpencar menjadi dua kelompok seperti rencana kita. Kelompok pertama akan menyusup ke dalam markas untuk melihat keadaan dan kelompok kedua akan mengawasi bagian luar markas dan bergerak sebagai umpan,” ujar First.
__ADS_1
“Hati-hati.”
Kamera yang terpasang pada semua kacamata yang digunakan oleh rekan-rekan Ethan kini bergerak menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Sixth, Seventh dan Fifth yang bertugas untuk menyusup ke dalam markas Arael. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari First, Second dan Third yang bertugas sebagai umpan yang bergerak di luar markas Arael. Forth yang berada di dalam markas, bertugas untuk memandu kelompok pertama dengan tujuan untuk menyusup ke dalam sistem yang terpasang dalam markas Arael. Eighth yang merupakan ahli strategi Pasukan Perdamaian Dunia, bertugas untuk memandu kelompok pertama jika serangan datang. Sementara Ethan bertugas untuk memperhatikan semua kamera yang memperlihatkan jalannya dua kelompok rekannya itu.
“Kami berhasil masuk.” Sixth yang memimpin kelompok pertama memberi tahukan keadaannya kepada Ethan dan Forth.
“Kalu begitu temukan salah satu komputer apapun yang terhubung dengan markas. Aku akan meretas sistem mereka dan membuat semua pintu terbuka,” ujar Forth
“Baik.”
Di sisi lain kelompok kedua yang bergerak di luar, mulai memasang bom di beberapa titik dengan tujuan untuk mengecoh Knight Arael. Namun setelah sibuk berkeliling selesai memasang bom di beberapa titik dan hendak meledakkannya untuk mengecoh Knight Arael, kelompok kedua justru dibuat terkejut lebih dulu.
Wushhhhh. . .
“Apa itu??” Second berbisik pada First karena merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi.
“Itu. . . “ teriak Second.
Ethan yang mengenali sesuatu yang muncul dari kamera kelompok kedua kemudian berteriak. “Second, First!!!! Berlindung sekarang!!!!”
Teriakan Ethan melalui saluran komunikasi yang terhubung ke seluruh rekannya yang sedang menyusup itu membuat kehebohan. Di saat yang sama suara ledakan terdengar sangat kencang dan membuat telinga semua orang yang mendengarnya merasakan rasa sakit. Tidak hanya itu saja, getaran yang hebat yang terjadi di sekitar markas Knight Arael itu terdengar dengan jelas oleh Ethan.
“Apa yang terjadi??” ujar Sixth cemas.
Beruntung . . Second yang menyadari bahwa sesuatu yang berbahaya itu mendekat langsung memasang tabir waktu miliknya dan membuat semua bahaya yang mendekat padanya, bergerak lambat dan memberikan dirinya bersama dengan First dan Third waktu untuk menghindar dan menyelamatkan diri.
__ADS_1
“Apa yang muncul itu, Tuan?” Forth yang berada di markas dan melihat hal yang sama dengan yang Ethan lihat dari kamera kelompok kedua, bertanya kepada Ethan.
“Dengar kelompok kedua!!” teriak Ethan memberi perintah. “Yang barusan kalian lihat itu adalah panah angin milik Savior. Jika perkiraanku tidak salah, Savior harusnya berada di dekat sana. Selamatkan Savior, kelompok kedua.”
Setelah memberi perintah kepada kelompok kedua untuk bergerak mencari Savior, Ethan kemudian berbicara kepada Forth dan menjawab pertanyaan Ethan yang sempat diabaikannya. “Dengar, Forth. Waktu kita tidak banyak. Sekarang Sarvior mungkin ada di luar markas, akan lebih baik jika kelompok pertama segera menyelesaikan tugasnya dan keluar dari dalam markas Arael”
“Saya tahu itu, Tuan. Kelompok pertama telah berhasil menemukan ruangan di mana sepatu milik Savior berada. Kebetulan di dalam ruangan itu ada komputer yang terhubung dengan ruang komando mereka.”
“Baguslah jika begitu. Kita bisa mengambil barang milik Savior sekalian juga.” Ethan sedikit bernapas lega, mendengar kabar baik itu.
“Tapi Tuan. . . bagaimana Tuan bisa tahu jika sesuatu yang datang itu adalah perbuatan Sarayu??”
Ethan menggelengkan kepalanya merasa sedikit ragu. “Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, Forth. Tapi aku melihat hal itu dalam penglihatanku ketika aku mengatakan Savior harus tertangkap oleh Knight One.”
Kelompok kedua yang bergerak ke arah suara yang gemuruh tadi, kemudian memperlihatkan pemandangan yang mengerikan kepada Ethan. Ini benar-benar kekuatan yang mengerikan.
“Ya, Tuhan,” ujar Second terkejut. “Apa ini benar-benar ulah Savior??”
Dari balik pepohonan, tangan Third menunjuk ke sebuah arah. “Lihat, First, Second! Savior bergerak dengan bebas bahkan tanpa sepatu roda buatan Ninth di kakinya.”
Ethan yang berada di markasnya sendiri, melihat apa yang sedang dilihat oleh kelompok kedua saat ini. Ethan melihat Sarayu seolah terbang di langit dengan membawa tongkat merah miliknya. Knight Five yang berusaha untuk menjangkau Sarayu tidak bisa berkutik karena Sarayu akan memotong logam Knight Five hanya dengan ayunan tongkat merah miliknya.
Pria yang aku lihat dalam penglihatanku itu dan legenda kuno tentang wanita itu, apakah keduanya berhubungan?? Ethan menatap tidak percaya melihat kemampuan Sarayu yang berkembang dengan sangat pesat. Ethan lebih tidak percaya lagi ketika Sarayu melepaskan tongkat merah miliknya dan membuat kedua tangannya mengambil pose memanah seperti yang dilihatnya dari dalam penglihatannya.
Sekali lagi. . . Ethan memberikan peringatan kepada kelompok kedua. “Kelompok kedua, hindari arah panah itu!!!!!”
__ADS_1