THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 66 SOSOK DALAM MIMPI PART 2


__ADS_3

            Markas Pasukan Perdamaian Dunia.


            “Sudah kuduga apa yang aku lihat, pasti akan terjadi.” Ethan yang telah bangun dari tidurnya selama kurang lebih tiga hari, harus dikejutkan dengan berita bahwa Sarayu telah tertangkap oleh Knight dari Aliansi Arael.


             “Kenapa kita tiba bisa mengubah apa yang telah Tuan lihat? Bukankah beberapa kali kita bisa mengubahnya ketika bisa mengintip masa depan?” tanya Sixth,


            “Masa depan yang aku lihat adalah bagian dari kemungkinan-kemungkinan yang diberikan oleh subjek dan subjek lain di sekitarnya. Ketika menemukan celah baik itu dari subjek dan subjek di sekitarnya, kita akan bisa mengubah sedikit masa depan itu. Tapi kasus Savior berbeda sejak awal,” jelas Ethan. “Aku melihat garis besar kehidupan Savior ketika menyentuh tangannya. Entah bagaimana, aku tahu semua hal yang akan terjadi pada Savior nantinya. Hanya saja beberapa hal tidak terlihat karena tindakan beberapa subjek di sekitar Savior.”


            “Lalu untuk kali ini. . . apa kita tidak akan menolong Savior dan membiarkannya disiksa oleh Knight One?” tanya Sixth yang masih kesal dengan penglihatan Ethan yang mengatakan Savior akan tertangkap oleh Knight Arael.


            “Kau tahu Sixth, kenapa manusia tidak akan pernah bisa menjadi Tuhan?” Ethan berbalik bertanya kepada Sixth.


            “Kenapa aku harus menjadi Tuhan? Dalam benakku tak pernah sekalipun aku berkeinginan menjadi Tuhan, Tuan,” tegas Sixth.


            “Tapi. . . di luar sana banyak orang yang memiliki banyak hal dan kehilangan banyak hal, berpikir untuk menjadi Tuhan. Karena memiliki segalanya, mereka mengira mereka bisa menjadi Tuhan. Lalu untuk kelompok yang lain yang kehilangan segalanya, mereka berpikir dengan menjadi Tuhan mereka tidak akan lagi kehilangan segalanya.”


            “Lalu apa hubungannya dengan keadaan saat ini, Tuan?” tanya Sixth yang tidak mengerti.


            “Dalam kehidupannya, manusia itu memiliki batas. Batasan pada pikiran mereka, batasan pada tenaga tubuh mereka, batasan pada kesabaran mereka dan batasan-batasan lain yang mengikat mereka. Karena memiliki batasan itu, mereka disebut manusia. Sedangkan Tuhan tidak memiliki satu pun batasan. Pikiranmu mengatakan bahwa Savior yang tertangkap adalah sesuatu yang buruk. Tapi masa depan yang aku lihat justru mengatakan sebaliknya. Dengan Savior tertangkap, kita akan menemukan sesuatu yang besar yang selama ini selalu sulit kita temukan.”


            Saluran komunikasi  di dalam markas tiba-tiba memanggil dan panggilan itu berasal dari Forth.


            “Tuan, ini saya Forth.”


            Ethan menekan tombol terima pada panggilan yang datang dari Forth. “Ya, Forth. Apa kau sudah menemukannya?”


            “Seperti prediksi yang Tuan buat, saya telah menemukannya.”


            “Bagus. Kalau begitu sebentar lagi kita akan menyusun rencana berikutnya. Kumpulkan semua orang dalam ruang rapat dan kita akan adakan rapat dalam sepuluh menit.”

__ADS_1


            “Baik, Tuan.”


            Panggilan Forth terputus dan kini Sixth yang duduk bersama dengan Ethan, masih memandang Ethan dengan tatapan bingung.


            “Apa yang terjadi? Apa yang Tuan prediksi?”


            “Lokasi Savior telah ditemukan. Kita akan rapat untuk melakukan penyerangan ke tempat itu dalam sepuluh menit lagi.” Ethan bangkit dari duduknya dan mengambil jubahnya.


            “Jadi. . . ini yang Tuan maksud bahwa manusia tidak akan bisa menjadi Tuhan?” tanya Sixth. “Karena sepanjang apapun pikiran manusia, pikiran itu tidak akan bisa mengalahkan pikiran Tuhan. Sekuat apapun kekuatan manusia, kekuatan itu tidak akan bisa mengalahkan kekuatan Tuhan dan sebanyak apapun manusia melihat masa depan, penglihatan itu tidak akan bisa mengalahkan penglihatan milik Tuhan.”


            “Ya, kau benar, Sixth. Bahkan aku pun yang bisa mengintip sedikit masa depan, masih harus terkejut ketika menemukan alasan kenapa Savior harus tertangkap dalam kejadian kali ini.”


            Sixth yang sempat merasa tidak puas, merasa kesal dan nyaris tidak percaya pada Ethan karena penglihatan Ethan itu, kini merasa bersalah kepada Ethan karena pikirannya yang pendek. “Maafkan saya, Tuan. Maaf karena saya telah meragukan Tuan.”


            “Itu bukan masalah besar, Sixth. Aku paham apa yang kamu rasakan. Kita sebagai manusia penuh dengan keraguan. Karena kita adalah manusia yang selalu punya pilihan, maka kita terkadang akan selalu meragukan sesuatu dalam jalannya.”


            Knight Five, Knight One dan Knight Three pergi mengejar Sarayu yang telah menghancurkan dinding ruangannya tebal dan berlapis dengan baja, hanya dengan beberapa tebasan angin dari tongkat merah miliknya.


            “Kalian berdua tinggal di markas dan berjaga-jaga jika sesuatu terjadi di markas.” Knight One yang merasakan bahaya yang mungkin datang karena ulah Sarayu, memerintahkan Knight two dan Knight Four untuk berjaga di markas.


            “Apa yang terjadi padanya???” Knight Three yang berlari mengikuti tepat di belakang Knight Five, berteriak bertanya kepada Knight Five yang memimpin pengejaran terhadap Sarayu.


            “Entahlah. Wanita itu tiba-tiba membuat keributan dan menghancurkan apapun di dekatnya. Tapi. . .”


            “Tapi apa??”


            “Melihat matanya yang masih tertutup, kurasa wanita itu sedang bermimpi buruk saat ini.”


            Knight Three mengerutkan alisnya karena tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Knight Five padanya. “Mimpi buruk macam apa yang akan membuat orang kehilangan kendali dan menghancurkan segala yang ada di hadapannya?”

__ADS_1


            “Aku tidak tahu, Knight Three. Tapi jika tebakanku itu memang benar-benar terjadi, maka sudah bisa kupastikan bahwa itu adalah mimpi yang benar-benar buruk.”


            Sarayu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya ketika berada di depan danau yang tidak jauh dari Markas Knight Arael. Tongkat merah yang tadi selalu berada di genggaman Sarayu, tiba-tiba dilepaskan dan bergerak ke belakang Sarayu.


            “Ini kesempatan kita!” Knight Three yang melihat tindakan Sarayu itu sebagai sebuah kesempatan, maju dan hendak menyergap tubuh Sarayu.


            Akan tetapi  Knight Five yang melihat gerakan aneh dari tangan Sarayu justru berpikir bahwa ini bukanlah kesempatan yang baik untuk menangkap Sarayu. “Berhenti, Knight Three!”


            Teriakan Knight Five itu datang terlambat karena Knight Three sudah berlari dengan sekuat tenaga dan bersiap untuk memerangkap Sarayu dengan rantai panjang yang dibuatnya dengan kemampuan Seventh. Benar saja. . . sebelum rantai itu mendekat, tubuh Sarayu bergerak memutar dan kini melihat ke arah Knight Three yang hendak datang menyergapnya. Kedua tangan Sarayu kini berada pada posisi seperti pemanah yang hendak melepaskan panahnya ke arah Knight Three.


            “Sial!” umpat Knight Three yang menyadari posisinya yang kini berada dalam bahaya. Knight Three langsung mengubah rantai yang dibuatnya menjadi dinding besi seperti milik Knight Five.


            Wushhhhh. . . . Sarayu melepaskan panah angin dengan tangan kosongnya dan membuat seluruh hutan di dekat markas Knight Arael yang terkena panah itu langsung hancur lebur. Knight Three mungkin harusnya mati karena panah angin itu karena dinding besi buatannya mampu ditembus oleh panah angin milik Sarayu. Akan tetapi sepertinya keberuntungan masih berada di pihak Knight Three.  Knight One yang datang terlambat berhasil menarik Knight Three menjauh dari arah anak panah yang datang ke arahnya.


             “Nyaris saja. . .” Knight Three merasa sedikit lega sembari mengelus dadanya sendiri ketika melihat nyawanya yang masih berada dalam tubuhnya.


            “Ceroboh sekali kau, Knight Three! Jika aku datang terlambat, kau mungkin sudah kehilangan nyawamu!”


            “Maafkan aku, Knight One. Aku benar-benar tidak mengira wanita itu akan melepaskan anak panah hanya dengan tangan kosong. Mimpi buruk yang sedang dialaminya, benar-benar mimpi yang sangat-sangat buruk,” keluh Knight Three.


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2