THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 39 TERLEMPAR KE MASA LALU PART 2


__ADS_3

      “Sixth! Second!” teriak Ethan ketika melihat Sixth dan Second kembali ke markas dalam keadaan yang cukup berantakan.


           “Tuan!” Sixth dan Second menjawab dengan jawaban yang sama ketika mendengar suara Ethan yang memanggil nama mereka.


           Ethan yang berlari ke ruang perpindahan langsung menghampiri Sixth dan Second yang terkapar di lantai karena kelelahan. Namun mendapati rekannya hanya ada dua dan harusnya ada tiga sesuai dengan ramalan masa depan yang dilihatnya, Ethan yang tahu bahwa Sixth dan Second kelelahan, langsung mengajukan pertanyaan.


           “Savior? Ke mana Savior? Apa dia tertangkap oleh Knight One??”


           Sixth dan Second bangun dari posisi tidurnya dan langsung duduk melihat ke sekeliling mereka. Setelah tidak menemukan keberadaan Savior dan Winner yang harusnya ikut bersama mereka, Sixth dan Second memandang satu sama lain dengan tatapan terkejut dan napas yang tersengal.


           “Sixth, apa yang terjadi? Ke mana perginya Savior dan Winner??” tanya Second lebih dulu.


           “Aku juga sama bingungnya denganmu, Second?” Sixth sekali lagi memeriksa ruangannya dan untuk kedua kalinya tidak menemukan sosok Winner dan Savior yang harusnya berada dalam ruang yang sama dengan dirinya.


           “Apa yang terjadi?” Dylan yang berhasil menyusul Ethan, kini mengajukan pertanyaan yang sama dengan di benak Ethan. “Kenapa hanya kalian berdua yang kembali?”


           “Kenapa dengan Winner?” tambah Ethan. “Apa yang terjadi? Kenapa Winner disebut-sebut?”


           Sixth kemudian menceritakan apa yang terjadi selama dirinya bersama dengan Second berusaha untuk menyelamatkan Savior yang bertarung seorang diri melawan tiga Knight sekaligus. Sixth menceritakan perubahan yang terjadi ketika Winner yang harusnya ikut bersama dengan semua krunya kembali ke pantai, memilih untuk terjun hanya demi Savior. Sixth juga menceritakan identitas Savior sebagai wanita kini terungkap di depan Knight One-musuhnya.


           “Apa yang terjadi, Ethan? Mungkinkah masa depan yang kamu lihat adalah salah?” tanya Dylan setelah mendengar cerita Sixth.


“Tidak sepenuhnya salah. Kita berhasil menyelamatkan Savior dari Knight One. Masa depan yang aku lihat tidak sepenuhnya salah. Mengirim Second bersama dengan Sixth adalah cara untuk menyelamatkan Savior. Bagian itu adalah benar.” Ethan menjelaskan sembari memikirkan sesuatu.


“Lalu? Kenapa Savior tidak kemari? Ke mana perginya dua orang itu sekarang??” tanya Dylan masih tidak mengerti.

__ADS_1


“Rencana dari Savior adalah gambaran yang aku lihat di masa depan. Tapi pilihan Winner, aku tidak bisa melihatnya dengan mataku.” Ethan kemudian memanggil Forth dengan saluran komunikasi di ruangannya. “Forth!”


“Apakah saya harus menemukan jejak dari Savior dan Winner, Tuan?” Forth yang sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi segera menebak juga pikiran dari Ethan.


“Ya, lakukan itu dan aku ingin minta rekaman dari kejadian yang baru saja terjadi. Terutama ledakan itu. Aku harus melihat apa yang terjadi ketika Savior melepas tembakan terakhir kalinya.”


“Baik, Tuan. Segera setelah ini saya akan mengirimkan rekaman kejadian itu.”


Di sisi lain.


“Knight One! Kau baik-baik saja?” Knight Three menghampiri Knight One yang terkena imbas dari ledakan pistol milik Sarayu.


“Uhuk. Aku baik-baik saja. Apakah Knight Five menangkap gadis itu?”


“Apa maksudnya?” Knight One melihat ke arah lautan lepas yang kini hanya ada dirinya dan Knight Three.


“Ketika gadis itu melepaskan tembakan untuk menghancurkan rantai yang menangkap tangannya, saya memasang pelindung metal seperti milik Knight Five di rantai itu dalam waktu singkat. Karena saya tahu rantai itu akan hancur karena Knight Five yang belum sembuh sepenuhnya. Berkat itu. . . rantai yang menghubungkan Knight Five dan gadis itu, tetap terhubung dan tidak hancur, Tuan. Tapi ketika Sixth sialan itu berniat memindahkan gadis itu dan Second berusaha untuk memperlambat Tuan, saya melakukan sesuatu untuk tetap menangkap gadis itu. Tadinya. . . saya ingin memindahkan gadis itu bersama dengan Knight Five ke markas kita. Tapi saya salah menggunakan kemampuan saya, Tuan karena hal itu terjadi dalam waktu singkat.”


“Uhuk. . . apa yang kamu lakukan?” Sisa asap tebal dari ledakan yang dibuat Sarayu membuat tenggorokan Knight One merasa sedikit gatal.


“Kemampuan saya untuk menetralkan waktu dari Second yang menghadang Knight One bercampur dengan kemampuan saya saat berusaha memindahkan lokasi. Entah bagaimana, sepertinya gadis itu dan Knight Five sedang terlempar ke waktu lain. Saya tidak tahu apakah itu masa depan atau masa lalu.”


                                                            *


Winner’s POV

__ADS_1


           Aku benar-benar tidak menyangka bahwa pengawal yang membuatku teringat dengan cinta pertamaku itu adalah benar-benar sosok dari cinta pertamaku.


           Melihat situasi yang tidak terduga yang menjadi semakin tidak terkendali, aku kira pengawalku-Bahram akan mengalami kekalahan. Mungkin situasi yang semakin membuat Bahram terdesak itu, adalah kesalahanku. Harusnya aku tidak melompat dari kapal dan kembali ke pantai bersama dengan kru. Aku sempat menyesali keputusan itu ketika melihat Bahram berusaha sekuat tenaga melindungiku dan melindungi dua rekannya.


           Bahram yang terus ditekan untuk terus bertahan akhirnya benar-benar terkena pukulan yang telak. Pelindung angin yang selalu melindunginya dan membuatnya tidak bisa disentuh, lalu tongkat merah yang selalu bergerak untuk melindunginya, kini tidak lagi bisa berkutik. Pukulan dari pria bernama Knight One itu benar-benar menakutkan dan berhasil menembus setelah puluhan kali mencoba.


           Krak. Buk. Pukulan kencang itu mendarat di wajah Bahram dan membuat kacamata hitam yang melindungi wajah Bahram terlepas. Pukulan yang kencang itu juga menjatuhkan sesuatu dari atas kepala Bahram. Itu adalah rambut palsu yang tidak pernah aku duga.


            “Ka-kau wanita???” Teriakan dari Knight One yang terkejut melihat rambut panjang milik Bahram juga berhasil membuatku terkejut.


           Rasanya seolah waktu terhenti. Rasanya seolah di tempat ini hanya ada aku dan dia, pandanganku tidak bisa lepas dari Bahram, ah tidak, harusnya aku memanggilnya dengan nama Sarayu. Ya. . . nama sebenarnya dari Bahram-pengawalku itu adalah Sarayu, yang tidak lain adalah cinta pertamaku.


           Tidak heran ketika bersama dengannya, aku selalu mengingat Sarayu. Tidak heran dia memanggil namaku sama seperti ketika Sarayu memanggil namaku. Tidak heran aku merasa tidak ingin meninggalkannya. Ya, perasaanku untuknya yang masih ada hingga saat ini ternyta menemukan pemiliknya bahkan sebelum aku menyadarinya.


           Orang yang selama ini selalu aku cari, orang yang selama ini diam-diam aku sukai, orang yang selama ini selalu ingin aku temui, rupanya telah berada di sisiku, menjadi pelindungku tanpa sekalipun aku sadari keberadaannya.


           “Seeond! Sekarang!"


           Boom. Beberapa detik setelah teriakan itu, sebuah ledakan terjadi. Dari tempatku berada, aku dapat dengan jelas melihat bahwa rencana Sarayu itu akan berakhir dengan kegagalan. Rantai dan borgol yang menangkap tangannya itu tidak hancur seperti dugaannya. Jadi ketika aku menyadari gadis yang aku cintai itu mungkin akan tertangkap oleh musuh, aku memanjat tongkat merah miliknya dan berlari ke arahnya.


           Aku ingin melindunginya kali ini. Itulah yang aku pikirkan ketika aku berlari di atas tongkat merah miliknya.


         Begitu aku menangkap tangannya yang lain, tongkat merah milik Sarayu yang merasakan bahaya untuk Sarayu segera bergerak ke arah tangan Sarayu dan semua menjadi gelap gulita.


           Kali ini bahkan jika akhirnya aku mati, aku tidak akan menyesal. Karena bisa mati di sisi orang yang selama ini diam-diam aku sukai adalah sesuatu yang membahagiakan bagiku. Itulah yang aku pikirkan ketika aku tidak bisa melihat apapun dan ditelan oleh kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2