THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 52 FIFTH KEHILANGAN AKAL?


__ADS_3

            Bersama dengan seseorang yang disukai, siapapun pasti akan merasa waktu berputar lebih cepat, berputar lebih cepat hingga kau merasa bahwa waktu yang kau miliki bersamanya tidak akan pernah cukup. Itulah yang dirasakan oleh Winner ketika menghabiskan waktunya bersama dengan Sarayu selama dua hari di markas Pasukan Perdamaian Dunia. Di hari pertamanya, Winner menemani Sarayu di kamarnya dan berbicara banyak hal dari cinta pertama Winner hingga hal-hal kecil ketika dirinya kuliah di kampus yang sama dengan Sarayu.


            Di hari berikutnya-di hari di mana Winner akan kembali, Sarayu sudah mulai melakukan latihannya bersama dengan First, Sixth, Second, Fifth dan Seventh. Tentu saja. . . Winner juga ikut melihat latihan Sarayu itu. Meski sudah beberapa kali melihat kehebatan dari Sarayu, Winner tetap saja dibuat kagum dengan kehebatan Sarayu yang mampu membuat lima rekannya kewalahan.


            “Ini bahkan belum satu hari sejak dia bangun dari tempat tidur,” gumam Winner yang takjub melihat kehebatan Sarayu.


            Sarayu sama sekali tidak gentar ketika menghadapi pengendali air-Fifth yang memanggil air dalam jumlah besar dan berniat untuk menenggelamkan dirinya. Sarayu dengan mudahnya mengunci air milik Fifth bersama dengan Fifth dalam kubah angin miliknya dan membuat Fifth tidak bisa berkutik karena tidak bisa keluar dari dalam pelindung milik Sarayu.


            Selanjutnya. . . Sixth, Second, dan Seventh bekerja sama dengan First dan begerak sebagai pendukung dari First. Sixth membuat First berpindah tempat dalam waktu yang singkat dan membuat Sarayu harus fokus menghadapi serangan First yang bisa datang dari arah manapun. Second bertugas memperlambat waktu di sekitar First ketika serangan Sarayu datang dan membuat serangan itu bisa dihindari dengan mudahnya oleh First. Lalu Seventh yang berada di garis paling belakang menyediakan senjata untuk First seandainya First kehilangan senjatanya. Tidak jarang juga, Seventh akan membuat tembok besar untuk melindungi First dari serangan yang dilancarkan oleh Sarayu.


            “Bagaimana menurutmu, Tuan Winner??” Ethan tiba-tiba muncul di samping Winner, duduk di sampingnya dan bertanya kepadanya.


            “Tuan Zero??” Winner menolehkan kepalanya untuk melihat pemilik suara yang tiba-tiba muncul di sampingnya dan mengejutkan dirinya.


            “Apakah aku membuat Tuan Winner terkejut??”


            “Ya, sedikit. Saya tidak mendengar suara langkah Tuan ketika datang kemari.”


            Ethan tersenyum kecil. “Mungkin karena Tuan terlalu fokus melihat latihan dari Savior dengan rekan-rekannya.”


            “Sepertinya begitu. Melihat latihan ini, membuatku ingat bagaimana Savior berhadapan dengan Knight dari Aliansi Arael. Akhirnya. . . aku tahu alasan Savior sama sekali tidak terkejut, tidak tertekan, dan tidak takut sama sekali ketika harus melawan Knight dari Aliansi Arael.”

__ADS_1


            “Jadi. . .” Ethan melihat ke arah pertarungan Sarayu melawan First dan lainnya. Ethan merasa takjub dengan perkembangan pesat dari Sarayu. “Bagaimana Savior menurut, Tuan Winner?”


            “Ini benar-benar hebat sekali. Savior mampu melawan lima orang sekaligus. Bagaimana dia bisa melawan mereka tanpa bantuan orang lain?”


            “Savior itu istimewa sejak awal, menurutku. Tapi menurut beberapa orang, savio adalah anomali. Setelah semua pencarian yang saya lakukan, saya menemukan bahwa pemilik kemampuan dari pecahan meteor adalah laki-laki.”


            “Tapi Savior adalah wanita. . .” sela Winner.


            Ethan menganggukkan kepalanya. “Ya dan itu adalah anomali pertama. Anomali kedua yang dimiliki Savior adalah kemampuan miliknya. Dia bisa mengendalikan dengan kedua tangannya, lalu bisa bicara dengan beberapa hewan, lalu senjata yang dimintanya untuk digunakan semuanya entah bagaimana hanya bisa digunakan oleh Savior saja.”


            “Hanya Savior saja??”


            Winner dan Ethan kembali melihat ke arah Sarayu yang masih melawan rekan-rekannya. Fifth yang berhasil melepaskan diri dari kubah angin milik Sarayu kemudian memanggil air dalam jumlah besar yang membuat semua orang dalam ruang latihan akan tenggelam. Fifth yang kesal, tidak lagi ingat bahwa di ruangan itu tidak hanya ada dirinya dan Sarayu saja. Melainkan masih ada First, Second, Sixth dan Seventh. Ketika air bah itu datang, Sixth dengan cepat memindahkan First, Second dan Seventh keluar dari ruang latihan di mana Winner dan Ethan berada.


            “Fifth sudah kehilangan akalnya!” Sixth mengumpati Fifth karena kesal.


            Seventh yang berhasil membuat payung dan jas hujan di tubuhnya tersenyum kecil karena pakaiannya yang terlindungi dari air bah yang dibuat oleh Fifth.


            Di sisi lain, Sarayu naik ke atas permukaan air dengan menggunakan sepatu miliknya. Sarayu berhasil menghindar dari serangan air milik Fifth dan bertahan. Namun tidak lama kemudian, Sarayu memerintahkan tongkat merah miliknya untuk membesar dan membelah air bah dari Fifth seperti membelah lautan.


            “Dia membelah air itu dengan tongkat merahnya??” teriak Winner terkejut.

__ADS_1


            “Aku tidak menyangka tongkat merah itu bisa digunakan untuk hal seperti itu,” ujar Seventh yang juga sama terkejutnya dengan Winner.


            “Kau lupa tongkat merah itu adalah tiruan dari Ruyi Jingu Bang milik Sun Go Kong??” balas First. “Dalam legendanya. . . tongkat merah itu memang bisa membelah lautan. Jadi. . . jika tongkat merah di tangan Savior bisa membelah air dan membelah lautan, maka apa yang dikatakan dalam legenda itu memang benar adanya.”


            Setelah membelah air bah milik Fifth, Sarayu menaiki tongkat merah miliknya dan kemudian bergerak semakin dekat dengan Fifth. Sarayu memasang pelindung angin di sekitar Fifth untuk menghentikannya memanggil air bah lagi. Setelah melakukan hal itu, Sarayu dengan cepat membuat pelindung angin lagi. Akan tetapi kali ini bentuknya bukan kubah seperti sebelumnya, melainkan berbentuk kubus dan mengambang di udara.


            “Apa yang sedang Savior lakukan? Kenapa tiba-tiba Fifth melayang di udara??” Winner yang tak bisa melihat kubus angin yang dibuat oleh Sarayu, bingung dan tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


            Setelah Fifth berada dalam kubusnya, Sarayu menarik satu tangannya dan membuat Fifth di dalam kubus itu tiba-tiba saja memukul-mukul dengan sangat kencang ke arah pelindung yang dibuat oleh Sarayu.


            “Apa yang terjadi pada Fifth??” teriak semua orang kecuali Winner.


            Bukankah aku baru saja bertanya apa yang terjadi? Kenapa semua orang baru bertanya sekarang?, pikir Winner yang masih terkejut dan tidak mengerti.


            Setelah beberapa kali Fifth memukul-mukul dinding pelindung itu dan nyaris kelelahan karena tiba-tiba kehabisan nafas, Sarayu melepaskan pelindung itu dan Sixth dengan cepat berpindah tempat untuk menangkap tubuh Fifth yang sudah sangat lemas.


            Sixth memindahkan Fifth ke ruang di samping ruang latihan di mana lainnya berada. Setelah melakukan itu, Sixth kembali ke ruang latihan untuk membawa Sarayu sementara ruang latihan yang penuh dengan air dibersihkan.


            “Apa yang baru saja kau lakukan pada Fifth, Savior?” tanya First bingung. “Kenapa tiba-tiba Fifth lemas di dalam pelindung angin milikmu?”


            “Aku membuat pelindung yang aku buat dalam keadaan vakum.” Sarayu menjawab dengan wajah datarnya. “Kukira aku tidak bisa melakukannya, tapi ternyata aku bisa melakukannya seperti di dalam benakku.”

__ADS_1


__ADS_2