
“Maafkan saya, Tuan. Tapi kali ini. . . saya tidak akan minggir.” Knight One berdiri menerima pukulan dari Knight One di depan Sarayu.
Sarayu menatap heran situasi saat ini dan merasa ada sesuatu yang janggal Knight Five yang berusaha keras untuk membunuhnya tiba-tiba berbalik berdiri di sisinya dan melindungi dirinya.
“Aku bilang minggir, Knight Five!!! Apa kau sudah bosan hidup??? Apa kau sudah lupa dendammu itu, Knight Five???”
“Tidak, Tuan. Saya tidak lupa. . .”
Di saat Knight One dan Knight Five sedang berselisih, First dan Seventh yang melihat hal itu sebagai kesempatan melancarkan serangan mereka kepada Knight One dan berusaha untuk mengeroyok Knight One. Seventh menciptakan hujan bebatuan sementara First yang mendekat dengan membawa dua pedang di tangannya dan berniat untuk menebas leher Knight One. Tapi. . . serangan tiba-tiba itu gagal karena Knight One menyadari serangan itu dan langsung melancarkan serangan balasan yang sama dengan yang tadi dilancarkannya ke arah Sarayu.
Buk. . . buk. . . buk. . . First yang berada di depan terpental ke belakang karena pukulan Knight One yang kencang. Setelah berhasil membuat First terpental, Knight One memukul daratan di bawahnya untuk membunuh Seventh.
“Seventh, berlindung!!!!!” Sarayu mengerahkan sisa tenaganya untuk memberi perlindungan kecil untuk First dan Seventh dari serangan Knight One.
Booommmm. . . daratan pantai yang penuh dengan pasir tiba-tiba membelah tepat di bawah kaki Seventh dan membuat Seventh tidak mengira serangan Knight One akan membelah daratan. Beruntung. . . Sarayu sempat bereaksi dengan memberikan pelindung kecil untuk Seventh dan First. Tapi. . . pelindung itu tidak bertahan lama, ketika Knight One tiba-tiba berlari ke arah Seventh, memukul pelindung angin milik Sarayu dan kemudian memukul Seventh terus menerus hingga Seventh tidak berkutik dengan wajah hancur yang tidak lagi bisa dikenali.
“Tidakkkkkkkkkkk!!!!!” Sarayu berteriak histeris mencoba bangkit dari posisinya untuk menyelematkan Seventh.
__ADS_1
“Terlambat, Savior. Harusnya. . . temanmu ini tadi lari dan menyelamatkan diri mereka ketika Knight Five menerima seranganku. . . tapi temanmu yang lemah ini justru berlagak pahlawan dan berusaha untuk menyelamatkanmu.”
Tidak berhenti di situ saja. . .Knight One yang tadi memukul First dan membuatnya terpental sekitar seratus meter, kemudian mengejar First dan berniat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya kepada Seventh.
Buk. . . buk. . . buk. . .
Dari tempatnya berada Sarayu hanya samar-samar mendengar suara pukulan yang kencang dan berharap First bisa memberikan perlawanan dan pergi melarikan diri. Namun harapan Sarayu itu hancur ketika melihat Knight One membawa tubuh First dengan keadaan yang sama dengan Seventh.
Air mata yang berusaha ditahan oleh Sarayu dengan sekuat tenaganya, langsung jatuh berlinang ketika melihat dua rekannya meregang nyawa dalam keadaan yang paling menyakitkan dan mengenaskan.
Knight Five melihat ke arah Knight One tanpa sedikit pun merasa takut. “Ya, Tuan.”
“Kau tahu. . . aku sangat menyayangimu seperti adikku sendiri dan karena ini adalah keinginan keduamu setelah sekian lama kau mengikutiku, maka kali ini aku akan membiarkanmu menyelamatkan hanya dia seorang, Knight Five.” Knight One melihat ke arah Sarayu yang telah kehabisan semua tenaganya karena terus berusaha untuk melindungi benua lain dengan pelindung angin miliknya. “Kunci gerakan tangannya dengan logam milikmu, Knight Five.”
Knight Five melakukan apa yang diminta oleh Knight One dan mengunci gerakan tangan dari Sarayu. Setelah itu. . . Knight One berusaha mengambil tongkat merah milik Sarayu, akan tetapi tongkat itu langsung mengubah ukurannya dan kembali ke telinga Sarayu.
“Cih. . . tongkat itu benar-benar setia kepada Tuannya.” Knight One melihat ke arah lautan dan tersenyum. Tidak lama kemudian sebuah kapal selam menunjukkan dirinya ke permukaan dan membuka bagian pintunya. Sejumlah pesawat kecil keluar dari sana dan langsung beterbangan menuju ke Markas Pasukan Perdamaian Dunia. “Mari kita hancurkan markas itu dan mewujudkan mimpi kita semua.”
__ADS_1
Setelah mengatakan kalimat itu, Knight One berjalan menuju ke markas dengan senyuman di bibirnya sembari berkata, “Aku harus menemui musuh lamaku lebih dulu dan melihatnya mati di depanku.”
*
Knight One adalah kode nama Sergei yang digunakannya ketika menjadi jenderal perang dari Aliasi Arael. Sergei sendiri adalah pria tampan keturunan campuran Rusia dan Amerika di mana ras Rusianya lebih terlihat dibandingkan ras Amerikanya. Ayah Sergei adalah mantan tentara Amerika yang diselamatkan oleh Ibu Sergei yang merupakan keturunan asli Rusia. Tiga puluh tahun yang lalu perwakilan Amerika datang berkunjung ke Rusia untuk membuat perjanjian di antara dua negara. Ayah Sergei yang masih cukup muda tapi sudah memiliki jabatan yang tinggi mendapatkan kehormatan untuk menjadi pengawal dari perwakilan Amerika itu.
Sayangnya perjalanan itu berubah menjadi perjalanan berdarah ketika perwakilan Amerika yang dibawanya dibunuh dan dibuat seolah penyebab kematiannya adalah kecelakaan. Dalam kecelakaan nahas itu, Ayah Sergei berhasil selamat dan kemudian diselamatkan oleh Ibu Sergei. Berkat bantuan Ibu Sergei, Ayah Sergei kemudian mengganti identitasnya dan mulai hidup di Rusia sebagai rakyat Rusia.
Dendam dengan perbuatan Rusia pada dirinya, Ayah Sergei melampiaskan kekesalan di dalam hatinya kepada Sergei dan istrinya. Tadinya. . . Ibu Sergei mengira suaminya itu akan membaik seiring berjalannya waktu. . . tapi perlakuan buruk itu terus menerus terjadi ketika melihat Sergei tumbuh dengan ras Rusianya yang lebih dominan. Setelah belasan tahun menyiksa Sergei dan istrinya, Ayah Sergei akhirnya membunuh dirinya sendiri karena tidak sanggup menahan rasa kesal dihatinya.
Menerima perlakuan kasar dan penyiksaan selama belasan tahun, Sergei kemudian tumbuh dengan membenci negara Amerika dan seluruh negara yang berada di bawah perlindungannya. Kebencian yang terus menerus dipelihara itu kemudian mulai ditunjukkan dengan jelas saat Rusia mulai bekerja sama dengan Israel untuk menguasai dunia. Sergei yang menemukan kenyataan itu kemudian mendaftarkan dirinya di sekolah militer dan berharap dirinya bisa menjadi jenderal perang jika di masa depan perang benar-benar terjadi.
Perang benar-benar pecah seperti dugaan Sergei. Di saat seperti itu. . . Sergei ingin menunjukkan kebanggaannya dengan berusaha untuk memenangkan perang sebanyak mungkin dan menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya dari ras Rusia adalah orang yang hebat. Namun. . . dalam sepuluh peperangan yang dipimpinnya, Sergei hanya membawa tiga kemenangan dan tujuh kekalahan. Semua itu terjadi karena jenderal lawannya dari Amerika yang bernama Ethan terus membalikkan serangannya dan membuatnya kalah di medan perang.
Sejak itu. . . Sergei berjanji akan membunuh Ethan dengan tangannya sendiri. Lalu saat peperangan besar yang nyaris merenggut nyawanya, keajaiban datang. Entah itu meteor, entah itu berkah Tuhan, Sergei tidak tahu. Yang Sergei tahu ada sebuah pecahan batu berkilau turun ke arah Sergei yang sekarat dan membuat Sergei kembali hidup dengan memberikan kekuatan pada tangan dan tubuhnya.
__ADS_1