THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 75 SERANGAN NUKLIR PART 1


__ADS_3

            Markas Knight Arael tiba-tiba berubah menjadi sangat sibuk. Setelah ledakan dan kejadian yang merugikan nyaris menghancurkan markas rahasia milik Aliansi Arael itu, kini semua orang di markas Knight Arael itu tidak memiliki waktu untuk bersantai. Rasanya. . . bahkan waktu mengembuskan nafas pun tidak ada. Itulah yang dirasakan oleh Knight Three ketika dirinya benar-benar sibuk dan kelelahan karena Knight One membuatnya bekerja tanpa henti untuk memperbanyak pesawat nuklir yang akan digunakan untuk menyerang seluruh dunia.


            Sial! Untuk pertama kalinya dalam hidupku. . . aku benar-benar merasa menyesal memiliki kemampuan ini. Dengan begini. . . aku benar-benar dipaksa bekerja rodi oleh mereka, hanya untuk memperbanyak senjata-senjata mereka.


            “Ini. . .” Knight Five tiba-tiba menyodorkan beberapa sandwich kepada Knight Three yang selama seharian ini terus mengopi pesawwat nuklir milik Aliansi Arael.


            “Knight Five??” Knight Three melihat Knight Five dengan mata berbinar. “Kau benar-benar baik sekali. . .  Hanya kau yang peduli padaku jika aku belum makan seharian ini. Bahkan kemarin pun. . . aku hanya makan sekali dalam satu hari.”


            “Makanlah ini dengan cepat, Knight Three! Nanti. . . jika aku punya waktu dan menemukan kesempatan, aku akan mengantarkan makanan lain untukmu.”


            Tanpa banyak bicara, Knight Three memakan dua potong sandwich yang diberikan oleh Knight Five hanya dalam beberapa gigitan. Tidak hanya memberikan sandwich, Knight Five pun membawakan tiga jenis minuman untuk Knight Three: satu botol susu, satu botol jus jeruk dan satu botol air mineral. Lalu. . . Knight Five juga membawakan beberapa bungkus permen manis yang bisa digunakan Knight Three untuk mengganjal perutnya ketika nanti laparnya datang menyerang lagi.


            Knight Five menyelipkan beberapa bungkus permen itu ke dalam saku pakaian Knight Three. “Makan ini untuk sementara jika kau merasa lapar.”


            “Permen??” Knight Three melihat beberapa jenis permen di dalam saku pakaiannya. Dari permen rasa buah hingga permen rasa coklat yang terlihat menggiurkan di matanya. “Aku tidak tahu jika kau adalah orang yang pengertian, Knight Five. Kenapa memberiku permen?”


            Knight Five tersenyum kecil mengingat satu dari kenangan manis yang telah tertimbun lumut di dalam benaknya.  “Seseorang di masa lalu pernah memberiku permen ketika aku tidak punya waktu untuk makan karena sibuk dengan perlombaan semasa sekolah dulu.”


            “Siapa dia?? Mungkinkah cinta pertamamu? Atau mungkin pacar pertamamu?”


            Knight Five menundukkan kepalanya sedikit. “Cinta pertama yang tak pernah bisa kuraih meski aku tahu dia juga menyukaiku.”


            Alis Knight Three mengerut ketika mendengar ucapan dari Knight Five. Knight Thrre mengambil satu botol susu dan meminumnya sebelum memberi komentar kepada Knight Five. “Jika kalian sama-sama saling menyukai, maka tidak ada kata terlambat bagi kalian untuk bersama. Asalkan kalian berdua masih menyimpan perasaan untuk satu sama lain, kurasa jika waktunya tepat kalian pasti akan bertemu lagi dan mungkin bersama. Terkadang. . . takdir itu seringkali mempermainkan kita, membuat kita berputar-putar dulu sebelum akhirnya tiba di tujuan.”


            Knight Five menganggukkan kepalanya. “Kau benar, Knight Three. Terkadang takdir bisa mempermainkan kita, membuat kita berputar-pitar dahulu sebelum akhirnya tiba di tujuan.”

__ADS_1


            “Knight Three!!” Knight Two berteriak memanggil nama Knight Three. “Berhenti makan dan cepat mengopi pesawat nuklirnya. Masih ada seratus unit lagi yang belum kau kopi!!!”


             “Ya. . .ya. . . ya. Aku tahu itu, Knight Two.” Knight Three mendengus kesal mendengar teriakan Knight Two pada dirinya. Setelah meletakkan botol susu minumannya, Knight Three kembali mengerjakan tugasnya sembari berterima kasih kepada Knight Five. “Sekali lagi. . . terima kasih banyak untuk makanan ini, Knight Five. Jika kelak perang ini berakhir dan tugas kita telah selesai, bisakah kita berdua tetap menjadi teman??”


            “Tentu.” Knight Five tersenyum membalas pertanyaan Knight Three dan setelah melakukan hal itu, Knight Five hendak kembali ke tugasnya untuk memperbaiki markas di mana dirinya tinggal. Sebelum melangkah keluar dari bengkel tempat Knight Three bekerja, Knight Five melihat penghitung waktu sebelum serangan besar rencana Knight One dimulai.


            DAY-3


            Tiga hari lagi dan dunia ini mungkin akan berada dalam kiamat karena serangan nuklir itu. Tiga hari lagi. . . aku akan bertemu dengannya lagi dan sekali lagi kami berada di tempat yang berbeda. Tiga hari lagi. . . takdir membuat kami bertemu lagi dan kali ini kami tidak akan bisa bersama seperti mimpi yang pernah aku mimpikan.


            Seperti kata Knight Three, terkadang takdir itu benar-benar kejam. Tapi. . . takdir yang aku kenal bukan terkadang kejam. Takdir yang mengikatku ini benar-benar kejam karena tidak pernah membiarkanku untuk bisa bersama dengannya dengan mudah.


            Knight Five berjalan keluar dari bengkel tempat Knight Three bekerja dengan senyuman pahit di bibirnya. Di tangan kanannya, Knight Three menggenggam satu bungkus permen rasa coklat sembari mengingat kenangan yang tadi sempat muncul di dalam benaknya.


            “Makan ini!”


            “Seperti yang kau lihat, itu adalah permen coklat.”


            “Aku tahu itu. Tapi kenapa kau memberiku ini??”


            “Karena kau suka susu coklat, aku memberimu ini. Sejak tadi kau belum makan karena sibuk dengan lombamu dan belum makan bukan?”


            “Bagaimana kau tahu, aku belum makan sejak tadi?”


            “Sudah jangan banyak tanya, makan saja dan kerjakan apa yang harus kamu kerjakan!! Sebagai ganti dari permen ini, kau harus memenangkan lomba itu, ingat itu!”

__ADS_1


            Tadinya Redo ingin membalas ucapan itu dengan ucapan terima kasih, tapi Redo terlalu malu dan gadis itu berlari dengan cepat meninggalkan dirinya. Sejak saat itu. . . Redo selalu membeli permen coklat dan menyimpannya di dalam tasnya jika sewaktu-waktu dirinya terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk makan.


            Knigh Five tersenyum pahit sembari kembali ke tempatnya bertugas. “Permen coklat hari itu. . . adalah permen coklat terenak yang pernah aku makan dan aku ingin memakannya sekali lagi.”


*


            “Jadi begitu ceritanya. . .” Winner menutup mulutnya setelah bercerita panjang tentang apa yang diketahuinya tentang pria bernama Redo.


            “Jadi benar Savior dan pria bernama Redo itu memiliki hubungan khusus di masa lalu??”


            “Bukan hubungan khusus, hanya perasaan khusus satu sama lain. Mereka saling menyukai tapi tidak bisa bersama karena keadaan masing-masing.” Winner berusaha membenarkan ucapan dari Ethan. “Jika saat ini pria bernama Redo itu memilih berprofesi sama denganku, maka mungkin dia akan sama tenarnya denganku, Tuan Zero. Mengingat bagaimana rupanya semasa sekolah, sebagai pria aku benar-benar kagum dengan ketampanan yang dimilikinya. Tidak heran jika dia disukai oleh banyak gadis dan membuatnya sedikit tidak bebas.”


            “Tapi. . . pada akhirnya kedua orang itu memilih untuk melepaskan cinta mereka dan membuat kisah cinta pertama itu berubah menjadi tragis.”


            “Itu benar, Tuan. Ketika kembali ke masa lalu, aku kira alasan Sarayu datang ke waktu itu adalah untuk menolong dirinya sendiri di masa lalu dan meluruskan kesalahpahaman antara dirinya dan Redo,” jelas Winner.


            “Menurut Tuan Winner, jika pria itu muncul di hadapan Savior sekarang, apa yang akan dilakukan oleh Sarayu??”


            Deg. Jantung Winner tiba-tiba berdetak dengan kencang mendengar ucapan dari Ethan mengenai kemunculan pria bernama Redo yang merupakan cinta pertama dari Sarayu. Awalnya Winner merasa takut, tapi perlahan senyuman muncul di bibirnya.


            “Akan lebih baik jika Sarayu menyelesaikan masalahnya dengan Redo dan merelakannya pergi. Kurasa itu adalah pilihan yang terbaik. Setelah melakukan hal itu, aku akan mengejar Sarayu.”


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2