THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 35 SERANGAN KEDUA PART 1


__ADS_3

Sarayu langsung memasang airpodnya dan menghubungi Forth dengan ponsel miliknya.  



“Savior, di mana kau? Kenapa sulit sekali menemukan lokasimu?” Forth menjawab panggilan dari Sarayu. 



“Aku berada di lautan di dekat pantai X. Aku tidak bisa menentukan lokasi tepatnya, tapi aku kira aku berada di dekat beberapa pulau tak berpenghuni sekitar 30 menit dari lepas pantai.” Sarayu mencoba memberikan penjelasan mengenai lokasinya berdasarkan hitungan waktu ketika kapal pergi ke lautan.  



“Aku mengerti. Aku akan mencoba menemukan lokasimu.” 



“Forth, apakah ada serangan yang terjadi? Firasatku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi,” balas Sarayu sembari melihat ke arah Winner yang masih terus mengambil gambar bersama dengan kru. 



“Bagaimana kau bisa menebaknya, Savior? Knight One muncul bersama dengan Knight Four muncul di lokasi peperangan lagi dan membunuh banyak orang termasuk warga sipil yang berada dalam lokasi penampungan.” 



“Aku merasa mereka akan muncul tidak lama lagi di lokasiku. Tolong beritahu Zero jika aku tidak menerima panggilanmu dalam satu jam ke depan, Forth.” 



“Aku mengerti. Aku akan berusaha melacak lokasimu dan mengirim orang ke sana setelah Sixth kembali.” 



Panggilan itu terputus dan kemudian Sarayu berlari ke kru dan Winner. “Mohon hentikan sekarang juga pemotretan ini dan segera kembali ke pantai!” 



“Ada apa ini?? Kenapa tiba-tiba harus kembali??” tanya fotografer yang kesal karena moodnya terganggu. 



“Maaf tapi-“ Sarayu hendak memberikan penjelasan lebih lanjut namun mulutnya terkunci ketika mendengar burung-burung yang beterbangan lagi dan kali ini semua burung di dekat pulau sekitarnya terbang bersamaan dan menjauh. “Tidak ada waktu, kumohon cepat pergi sekarang juga!” 



Winner yang merasakan bahwa pengawalnya-Bahram saat ini benar-benar merasakan sesuatu yang buruk kemudian maju dan membujuk fotografer dan seluruh kru untuk segera kembali ke pantai.



“Ada apa ini, Bahram?” Rudi yang telah selesai bernegosiasi bersama dengan Winner kemudian menghampiri Sarayu dan bertanya. 



“Ini buruk. Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka berniat menyerang lagi dan kali ini lawanku mungkin akan bertambah satu orang lagi.” 


__ADS_1


Baru saja mengatakan hal itu, gelombang laut tiba-tiba naik dan membuat laut yang tadinya memiliki ombak kecil berubah menjadi ombak yang besar. Sarayu memperkirakan jarak kapalnya dari daratan terdekat dan mulai menghitung. Sial masih membutuhkan sekitar 10 hingga 15 menit lagi untuk mencapai daratan. 



“Sembunyikan Tuan Winner dan orang-orang lainnya, Rudi!” Sarayu mulai memberikan instruksinya kepada Rudi. 



Kapal masih terus berlayar meski ombak yang semakin tinggi dan semakin kencang. Sarayu memasang pelindung angin di luar kapal dan menjaga kapal akan tetap terus berlayar meski ombak semakin kencang. Guncangan yang kencang membuat banyak orang ketakutan dan memilih untuk berdiam diri di dek kapal. Tapi itu tidak berlaku bagi Winner.



“Bahram! Bukankah sudah kukatakan untuk tidak jauh-jauh dari pandanganku???” 



“Huft.” Sarayu menarik napas mendengar keluhan Winner. “Maafkan aku, Tuan. Tapi akan lebih baik ji-“ 



Sarayu belum menyelesaikan ucapannya ketika matanya melihat tiga orang pria berdiri di atas air dan mendekat ke arah kapal mereka. 



“Tuan, saya mohon kembali ke dalam!” 



Bruk. Kapal tiba-tiba berhenti bersamaan dengan suara seperti bagian kapal yang membentur suatu yang keras. Sarayu melihat ke arah sisi kapal yang terhenti dan melihat beberapa logam besar muncul dari dasar laut dan membuat kapal terjebak dan tidak bisa bergerak. 




“Kita bertemu lagi, pria mungil.” 



“Kalian datang lagi dan kali ini membawa satu teman untuk membantu kalian rupanya!” Sarayu membalas dengan nada mengejek ke arah Knight Three yang memberinya sapaan. Sarayu kemudian melihat ke sisi Winner dan melihat Rudi berdiri tepat di belakang Winner. “Rudi.” 



“Ya?” 



“Setelah ini, jangan biarkan satu pun orang keluar dari kapal ini! Kapal ini mungkin tidak bisa bergerak untuk sementara. Tapi aku jamin, kapal ini tidak akan tenggelam. Cukup minta bantuan dan menunggu. Bisa kau melakukannya menggantikan aku?” 



“Ya.” 



Sarayu menekan sepatunya dan roda muncul di bagian bawah sepatunya. Tidak lama kemudian Sarayu melompat dari kapal dan turun ke air laut dengan gelombangnya yang besar. 

__ADS_1



“Bahram!!!” Winner berteriak dengan kencang karena pikirannya saat ini mengatakan bahwa dia akan kehilangan Bahram sama seperti kehilangan Andi. Tapi pikiran Winner salah untuk kesekian kalinya. 



Sarayu baik-baik saja dan berdiri di atas air seolah air laut yang penuh dengan ombak besar itu adalah daratan. Untung sekali semalam Sixth mengantarkan roda yang baru dari Forth dan Ninth. Aku sungguh-sungguh beruntung. Sarayu menyeimbangkan tubuhnya selama beberapa detik sebelum melihat ke arah kapal di mana Winner sedang melihat dirinya. “Aku akan baik-baik saja, Tuan. Sekarang Tuan hanya perlu berlindung. Rudi tolong aku.” 



Rudi menganggukkan kepalanya dan berusaha menarik Winner menjauh. Tapi Winner yang keras kepala itu tidak mau menuruti permintaan Rudi dan tetap berada di tempatnya mengawasi Sarayu. 



“Ruyi.” Tongkat merah milik Sarayu kemudian muncul dan berputar-putar di udara sebelum akhirnya berada di tangan kanan Sarayu. 



Knight Three kemudian mengangkat tangannya dan menjentikkan tangannya seperti yang dilakukan oleh Fifth. Tidak lama kemudian ombak besar di lautan itu menghilang dan lautan kembali menjadi tenang. Mungkinkah dia meniru kemampuan dari Fifth? Jika itu benar, maka sudah bisa dipastikan bahwa pria yang bernama Knight Three adalah seseorang yang mampu mengopi kemampuan orang lain. Tapi. . . 



“Kau membuatku terkesan pria mungil.” Pria lain yang belum diketahui namanya oleh Sarayu maju dan memberikan pujiannya kepada Sarayu. “Kau bisa berada di atas air dengan peralatan itu. Aku salut pada pembuatnya dan aku lebih salut lagi padamu karena mampu menggunakannya. Aku juga salut karena kamu melindungi kapal itu bahkan berhasil menghentikan logam milik Knight Five. Aku semakin tertarik padamu, pria mungil.” 



Sarayu menundukkan kepalanya menerima pujian itu. “Terima kasih untuk pujiannya. Sebelum itu bisakah Tuan memperkenalkan diri Tuan dan katakan apa tujuan Tuan datang kemari?” 



“Ah benar, aku belum mengenalkan diriku. Namaku Knight Two. Aku kemari karena ingin melihat kemampuanmu dan melakukan tugas dari Knight One.”



“Dan lalu apa tugas itu, Knight Two?” Baru saja Sarayu mengajukan pertanyaan, Knight Two tiba-tiba mengangkat tangannya dan membuat Sarayu yang merasa gerakan tangan itu tidak biasa kemudian spontan memasang pelindung angin di depannya. 



“Oh ho.” Knight Two yang mengenakan kacamata hitam tanpa masker di wajahnya tiba-tiba membuat senyuman di wajahnya ketika Sarayu memasang pelindung tepat di hadapannya. “Kamu menarik pria mungil. Kamu bahkan bisa menghalangi kemampuanku. Sebelum aku pergi, aku ingin tahu namamu, pria mungil.” 



“Kau lihat bukan Knight Two, pria mungil itu adalah anomali. Kemampuan miliknya tidak bisa kukopi dan kau pun tidak bisa menggunakan kemampuanmu padanya.” Knight Three merengek kesal menatap ke arah Sarayu. 



“Sssst.” Knight Two mungkin mengenakan kacamata hitam dan menyembunyikan tatapannya saat ini, tapi Knight Three yang tidak melihat sorot matanya saat ini langsung menutup mulutnya seolah menyadari tatapan mata yang tidak terlihat itu. Setelah memberi peringatan kepada Knight Three, Knight Two kembali melihat ke arah Sarayu. “Siapa namamu, pria mungil?” 



“Bahram, Tuan Winner memanggilku dengan nama Bahram. Selama menjadi pengawalnya, namaku adalah Bahram.” 



“Baiklah kalau begitu. Aku akan mengingatnya dengan baik, Bahram. Hari ini cukup sampai di sini pertemuan kecil kita.” Knight Two kemudian memberikan isyarat kepada Knight Three dan tiba-tiba saja keduanya menghilang dalam sekejap mata meninggalkan Knight Five seorang diri. 

__ADS_1



Dia benar-benar mengopi kemampuan Sixth untuk berpindah tempat. Sarayu menatap ke arah Knight Five dan tidak lama kemudian semua logam muncul di tangan Knight Five. Mereka melayang dan bersiap menyerang ke arah Sarayu. 


__ADS_2