
Markas Pasukan Perdamaian Dunia.
Saat ini Markas Pasukan Perdamaian Dunia sedang sibuk karena tiba-tiba saja dalam perang, muncul dua orang dengan kemampuan. Forth tiba-tiba membunyikan alarm tanda bahaya ketika sedang mengawasi jalannya perang antara dua Aliansi dan menemukan dua orang yang muncul secara tiba-tiba. Penampilan dua orang yang tidak asing itu membuat Forth teringat akan seseorang yang sempat menggemparkan ketika pertama kali muncul-Knight One. Sebelum menunjukkan kemampuannya, dua orang itu memperkenalkan diri mereka dengan nama Knight Two dan Knight Four.
Jalannya perang langsung berubah ketika Knight Two dan Knight Four turun dalam medan perang. Knight Four mampu menyemburkan api dari mulutnya dan membakar habis separuh pasukan Aliansi Ingmar. Sedangkan Knight Two yang berdiri di belakang Knight Four, mampu mengambil alih pikiran banyak orang hingga secara tiba-tiba banyak orang dalam pasukan Aliansi Ingmar menyerang rekan mereka.
Keadaan di luar dugaan ini, membuat Ethan harus mengirimkan rekan-rekannya ke medan perang. First, Second, Third, Fifth, Sixth, Seveth dan Eighth, untuk pertama kalinya langsung terjun bersama-sama ke dalam medan perang. Sementara Ethan dan Dylan membantu dengan menggunakan komunikasi jarak jauh buatan Forth.
Ketika sedang sibuk membantu First dan kelompoknya yang sedang terjun ke dalam medan perang karena situasi tidak terduga, Ethan dan Dylan tiba-tiba mendengar alarm peringatan kedua yang dikirimkan oleh Forth. Tanpa banyak berpikir, Ethan langsung menghubungi Forth untuk menanyakan alasan alarm itu.
“Forth, kenapa alarm itu berbunyi lagi??”
“Savior, Tuan. Baru saja Savior memintaku untuk mengecek lokasi di mana dirinya berada dan saya menemukan bahwa ada dua orang pria yang memiliki kemampuan seperti kita. Tampilan pakaian mereka sama dengan Knight Two dan Knight Four yang baru saja muncul di medan perang.”
Ethan mengepalkan tangannya dengan erat karena saat ini Sixth bersama dengan tim utama sedang berada di medan perang membantu pasukan yang sedang berperang. “Sial! Kenapa di saat seperti ini??”
“Tenang, Ethan! Kita tahu Savior punya kemampuan yang cukup baik,” ucap Dylan yang berusaha menenangkan Ethan.
“Aku tahu itu, Dylan. Tapi. . . di saat seperti ini jika Savior tidak bisa mengatasi dua orang itu maka kita tidak akan bisa mengirim bantuan.” Ethan menutup matanya sejenak sembari berpikir. “Forth!”
“Ya, Tuan.”
“Sambungkan aku dengan Savior. Aku akan memantaunya dan memberinya bantuan jarak jauh jika dia mengalami kesulitan.”
“Saya mengerti, Tuan.”
__ADS_1
Menunggu Forth menyambungkan dirinya dengan Sarayu, Ethan melihat ke arah Dylan. “Dylan, bantu aku untuk memantau pasukan First selagi aku sibuk membantu Savior nanti.”
Dylan menganggukkan kepalanya. “Aku mengerti. Serahkan padaku.”
\*
“Tuan Winner!” Sarayu berteriak dengan kencang dan membuat semua orang di dalam butik langsung melihat ke arah Sarayu dengan wajah terkejut. Dengan segera, Sarayu berlari melewati Winner dan berdiri tepat di depan pintu kaca besar butik.
“Kenapa kau berteriak, Bah-“ Winner yang berbalik karena teriakan Sarayu, tadinya hendak marah kepada Sarayu karena membuat keributan. Namun melihat dua orang pria dengan pakaian serba hitam berada tidak jauh dari depan butik, Winner paham arti teriakan Sarayu itu.
“Winner!” Rudi selaku manajer Winner yang tadinya sibuk memilih pakaian untuk dirinya segera berlari ke depan Winner dan membuat dirinya sendiri menjadi pelindung hidup dari Winner seperti yang dilakukan oleh kakaknya-Andi. “Tetap diam di belakangku!”
“Kyaaaa”
“Apa??” Winner yang berada di belakang Rudi mengambil langkah untuk maju ke depan Rudi.
“Setelah ini, jangan ada satu pun yang keluar dari ruangan ini! Aku berjanji akan melindungi Tuan.” Setelah mengatakan Sarayu keluar dari pintu butik, menutupnya dan memasang pelindung angin. Sarayu menatap tajam dua orang pria di hadapannya saat ini. “Siapa kalian?”
“Ah. . . jadi inilah pengawal baru dari Winner. Kau benar-benar mungil untuk ukuran pria.” Satu dari dua pria dengan setelan pakaian hitam itu melihat Sarayu dengan tatapan sedikit merendahkan.
“Maafkan jika kondisi fisikku tidak sebagus dengan kalian berdua. . .” Tepat ketika Sarayu menjawab ucapan pria itu, earbuds yang terpasang di kedua telinganya mengeluarkan suara dari orang yang dikenalnya.
“Savior, ini aku Ethan. Apa kau mendengarku?”
“Ya, Tuan” Sarayu menjawab dengan suaranya yang sangat lirih.
__ADS_1
“Dengarkan aku. Saat ini. . . kami tidak bisa mengirim bantuan padamu karena dua orang asing dengan nama Knight Two dan Knight Four muncul di medan perang dan membunuh banyak orang dalam satu serangan. Aku akan membantumu dalam membuat rencana jika kau membutuhkannya.”
“Baik, Tuan.” Setelah menjawab Ethan, Sarayu kembali fokus pada dua orang asing di hadapannya. Jika yang muncul di medan perang saat ini adalah Knight Two dan Knight Four, mungkinkah dua orang di hadapanku saat ini adalah Knight Three dan Knight Five? Mempertimbangkan ingatannya tentang Knight One sebagai pria gagah seperti First dan Ethan, Sarayu yang melihat dua orang di hadapannya berbeda dengan Knight One kemudian membuat peruntungan kecil. “Mungkinkah kalian ini adalah Knight Three dan Knight Five dari Aliansi Arael?”
“Proookk. . . Prooookkk. . .” Tepuk tangan terdengar dari pria yang tadi menyapanya pertama kali. “Hebat sekali kau, pria mungil. Kau tahu nama kami berdua padahal ini adalah pertemuan pertama kita. Kukira pencari informasi dari Aliansi Ingmar adalah orang yang sangat hebat.”
“Mau apa kalian kemari? Negara ini bukanlah zona perang. Kalian tidak seharusnya kemari.”
“Kami memang tidak seharusnya kemari. Tapi pria yang kamu lindungi itu menghalangi rencana Aliansi kami dan untuk itu, kami harus membuatnya kehilangan nyawa.”
Sarayu menatap pria yang sejak tadi menjawab pertanyaan darinya. Namun pria itu sama sekali tidak bergerak untuk menyerang Sarayu sebaliknya dari pria yang sejak tadi terdiam, Sarayu merasakan aura membunuh yang luar biasa.
“. . . Knight Five.” Pria yang tadi selalu menjawab pertanyaan Sarayu kini memanggil rekan di sisinya.
“Ya, Knight Three.”
“Sudah saatnya kamu bekerja dan menunjukkan kemampuanmu pada kami.”
“Baik.”
Pria dengan nama Knight Five tiba-tiba mengangkat tangannya ke atas dan membuat getaran yang hebat di seluruh dinding mall. Merasakan sesuatu yang mungkin berada di luar perkiraannya, Sarayu menggerakkan tangan kirinya ke arah Winner di belakangnya dan membuat pelindung yang melindungi Winner berubah menjadi bola raksasa. Harusnya dengan ini Winner dan Rudi akan baik-baik saja, meski aku tidak di sisinya.
Dan benar saja. . . dari arah tangan Knight Five semua logam yang menjadi bagian dari bangunan mall tiba-tiba bergerak ke arah tangan Knight Five dan bersiap menyerang Sarayu secara bertubi-tubi. Sarayu yang melihat pemandangan itu kemudian berbisik dan membuat Ethan yang masih terhubung dengannya mendengar bisikannya.
“Tuan, Knight Five kemungkinan adalah pengendali logam.”
__ADS_1