THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 85 AMBANG KEKALAHAN PART 1


__ADS_3

            Dengan kedua tangan yang terkunci oleh logam berbentuk borgol besar dan berat dari Knight Five, Sarayu melihat ke arah markasnya yang berada di balik hutan di dekat pantai. Dari arah markas, terdengar suara ledakan besar ditambah api yang membesar bersama dengan asap hitam yang mengepul. Pesawat yang keluar dari satu kapal selam itu terus menerus menembakkan misilnya ke arah markas Pasukan Perdamaian Dunia. Kini setelah kematian Seventh dan First, yang tersisa hanyalah Ethan sebagai Zero, Forth yang berjaga di ruang komando dan Ninth yang bertugas menjaga pertahanan markas. Sarayu hanya bisa berharap tiga rekannya itu bersama dengan yang lain akan bertahan terhadap serangan itu.


            “Kenapa kau tidak membiarkan Knight One membunuhku, Knight Five?” Sarayu kini menatap tajam ke arah Knight Five yang menatap ke arah markas Pasukan Perdamaian Dunia yang jauh berada di belakang hutan di dekat pantai.


            “Kau tahu Sarayu. . . aku dulu mencintai negaraku sama sepertimu. Aku juga mencintai perdamaian sama sepertimu. Karena seseorang yang begitu aku sukai, aku selalu ingin membuatnya bangga dan melakukan yang terbaik yang aku bisa. Tapi wanita yang aku cintai akhirnya memilih menolak bersamaku karena di matanya aku terlalu jauh untuk dijangkau. Dia tiba-tiba merasa rendah diri di dekatku dan memilih untuk pergi dariku.”


            Mendengar cerita dari Knight Five, Sarayu merasakan kisah itu mirip dengan kisahnya bersama dengan Redo-cinta pertamanya semasa sekolah.


            “Meski akhirnya tidak bisa bersama dengan wanita yang aku cintai, aku berpikir mungkin di masa depan aku akan bisa bertemu dengannya lagi dan ketika hal itu terjadi aku akan bisa bersama dengannya. Untuk itu aku tetap melakukan semua usahaku hingga akhirnya aku diterima kuliah di luar negeri. Tapi sesuatu yang buruk terjadi menimpaku di luar negeri, aku mengalami kecelakaan parah dan dinyatakan tewas oleh negaraku berasal.”


            “Lalu apa yang terjadi?”


            “Knight One menemukanku, membantu pengobatanku dan menyelamatkan hidupku, Sarayu. Karena itu aku berhutang nyawa kepadanya meski aku tidak ingin melakukan ini.”


            Booommmmmm. Ledakan yang sangat kencang dan memekikkan  telinga terdengar oleh Sarayu dan Knight Five yang berada di pantai. Karena ledakan itu, daratan bergetar dan air laut bergejolak.


            “Mereka tidak mungkin tewas??” Sarayu bergumam dengan nada suara putus asa.  “Ruyi!!!!”


            “Apa yang hendak kau lakukan, Sarayu???”


            Sarayu mengabaikan Knight Five dan bergerak dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya. Tongkat merah milik Sarayu muncul di samping Sarayu dan siap menerima perintah dari Sarayu.


            “Bawa aku ke sana, Ruyi!”

__ADS_1


            Ruyi memanjang tubuhnya hingga ke arah markas Pasukan Perdamaian Dunia sementara Sarayu langsung melompat ke atas tubuh Ruyi dan bergerak menggunakan sepatu rodanya menuju ke arah markas.


            “Sarayu berhenti!!!!” Knight Five bergerak mengikuti Sarayu tapi Sarayu tidak berhenti meski Knight Five mengejarnya.


            Boooommmm. . . ledakan kencang bersama dengan angin kencang membuat Sarayu yang sudah kehilangan banyak tenaganya terjatuh di dekat markasnya. Kini pemandangan yang Sarayu lihat hanyalah api berkobar yang melahap seluruh markas miliknya. Teriakan kesakitan terdengar dari arah markas dan membuat Sarayu langsung jatuh lemas di tempatnya berada.


            “Tidak. . . rekan-rekanku.”


            Dari arah markas. . . Sarayu melihat sosok Knight One berjalan dengan membawa dua tubuh di panggulannya. Buk. . . Knight One langsung menjatuhkan dua tubuh itu ketika melihat Sarayu berada di dekat markas.


            “Ini rekan-rekanmu, Savior!!!”


            Sarayu membeku melihat tubuh Forth dan Ninth yang terkena banyak luka bakar dan telah kehilangan nyawa mereka.


            “Di mana Ethan, Savior??” Knight One berlutut di depan Sarayu yang membeku melihat kematian dua rekannya lagi. “Aku sudah mengobrak-abrik  markas Ingmar ini dan tidak menemukan Ethan di sana. Aku harus membunuh Ethan baru setelah itu membunuh Savior.”


            “Kau???” Knight One mengumpat melihat Knight Five menghalanginya dari Sarayu.


            “Tuan. . . aku hanya minta biarkan wanita ini hidup,” ujar Knight Five.


            “Tidak!! Selama dia tidak ingin berpihak pada Aliansi Arael, aku tidak akan membiarkannya hidup, Knight Five.” Knight One kehilangan kesabarannya. “Wanita ini berbahaya. Dia bisa membunuhmu kapanpun seperti yang dilakukannya kepada Knight Three dan Knight Four. Ingatlah itu, Knight Five!!! Wanita di hadapanmu itu hanyalah cinta pertamamu semasa sekolahmu!!!”


            Sarayu langsung membulatkan keduanya mendengar ucapan dari Knight One. “Apa maksudnya dengan itu, Knight One??? Kenapa kau mengatakan bahwa aku adalah cinta pertama dari Knight Five??? Aku dan dia tidak pernah ber-“

__ADS_1


            Sarayu tiba-tiba menutup mulutnya ketika teringat dengan cerita kecil dari Knight Five yang baru saja diceritakannya. “Apa mungkin kau berasal dari negara yang sama denganku? Besar di kota yang sama denganku, Knight Five??”


            “Apa kau tidak mengenalinya, Savior??” tanya Knight One mencoba memberi petunjuk kepada Sarayu. “Mungkin kau tidak akan mengenalinya karena aku telah membuat wajahnya berubah bersama dengan kehidupannya.”


            “K-kau  Redo??” ucap Sarayu masih dengan keyakinan sekitar 60%.


            Prok. . . prok. . . Knight One bertepuk tangan memberi ucapan selamat kepada Sarayu karena telah berhasil menebak dengan benar tentang jati diri dari Knight Five. “Kau benar sekali, dia adalah Redo-teman sekolahmu sekaligus cinta pertamamu.”


            “Jika kau Redo, kenapa kau berada di sisi Aliansi Arael dan bukan di sisi negara kita?? Redo yang aku kenal adalah orang yang setia dan sangat berdedikasi untuk negaranya. Dia adalah bintang terang di masa lalu.”


            “Bukankah sudah aku bilang, negaraku lah yang mengkhianatiku. Maka aku berdiri di sisi Arael untuk membalas dendam,” ucap Knight Five.


            “Aku tidak bisa mempercayainya. Beri aku bukti jika kau. . . benar-benar Redo, Knight Five??”


Sarayu bertanya kepada  Knight Five lagi, tapi Knight Five hanya diam saja dan tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan Sarayu. Sebaliknya. . . Knight Five justru mengajukan pertanyaan kepada Knight One.


“Sejak kapan Tuan tahu mengenai hubunganku dengan Sarayu??”


“Sejak kau menghilang bersama dengan Savior dan Winner. Mata-mataku di Aliansi Ingmar mengatakan bahwa Savior dan Winner terlempar ke masa lalu di mana bencana tsunami terjadi. Sejak saat itu. . . aku sudah mencurigaimu, Knight Five. Kecurigaanku itu kemudian menjadi kenyataan ketika kau berusaha membangunkan Savior dari mimpi buruknya dengan memeluknya. Savior tidak akan bangun dari mimpi buruknya jika pelukan itu berasal dari orang asing. Tapi. . . dia bangun dari mimpi buruknya dan itu artinya kau adalah orang yang dikenalinya.”  Knight One kemudian mengganti pertanyaannya sembari mengangkat tangannya yang mengepal. “Sekarang. . . katakan padaku di mana Ethan, Savior??? Setelah kau mengatakan hal itu. . . aku akan mengantarkanmu pergi bersama dengan rekan-rekanmu ke akhirat.”


Sarayu tetap diam dan tidak menjawab. Ethan menghilang dari markas, itu adalah hal yang tidak mungkin. Ethan adalah pemimpin pasukan ini dan dia tidak akan mungkin pergi meninggalkan rekan-rekannya. Dalam benaknya. . . Sarayu hanya bisa memikirkan satu-satunya alasan Knight One tidak bisa menemukan Ethan.


Ethan berada di bunker bersama dengan Winner. Mungkin Ninth. . . mungkin juga Forth. . . kurasa mereka sengaja menyembunyikan Ethan di sana untuk menyelamatkannya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2