
“Apa yang akan kau lakukan dengan aktor yang sok tampan itu?” Setelah berpindah lokasi dari lokasi perang menuju ke lokasi di mana Winner sedang melakukan proses syutingnya.
“Aku rasa. . . hanya orang itu yang sekarang menjadi titik lemah dari wanita. Kau tidak ingat bagaimana wanita itu begitu melindungi Winner?” balas Knight Five.
Knight Three berusaha untuk mengingat kejadian terakhir di mana dirinya bertarung bersama dengan Knight Five dan Knight One melawan pengawal Winner-Savior. Knight Three ingat dengan baik bagaimana pengawal wanita itu begitu melindungi Winner. “Sepertinya memang begitu, Knight Five. Lalu jika memang itu yang terjadi, apa kau akan menculiknya di sini? Ini adalah kawasan dari kelompok negara netral. Membuat kekacauan di sini, mungkin bukan hal yang baik.”
“Kalau begitu. . . sekarang kita hubungi Knight One lebih dulu. Jika Knight One setuju dengan rencanaku, maka kita akan bergerak sesuai dengan rencanaku. Bagaimana?”
Knight Three yang tadinya merasa rencana Knight Five sedikit gegabah, akhirnya berusaha untuk mengambil langkah yang bijak dengan membuat Knight One-ketua mereka untuk membuat keputusan. Knight Three kemudian menghubungi Knight One dan menjelaskan rencana yang dibuat oleh Knight Five. Knight Three menjelaskan semua rencana dari Knight Five tanpa satu pun ucapan dan kata dari Knight Five tertinggal.
“Bagaimana Tuan? Apa Tuan setuju dengan rencana dari Knight Five?” tanya Knight Three sebagai akhir dari ceritanya.
“Itu bukan rencana yang buruk. Aku setuju dengan rencana ini, katakan itu pada Knight Five.”
“Baik, Tuan.” Setelah mengatakan itu Knight Three menutup panggilannya kepada Knight One dan melihat ke arah Knight Five.
“Bagaimana? Tuan setuju untuk melakukan hal itu?”
“Ya, Tuan setuju. Kau ini. . . jika rencanamu membutuhkan Knight Two, kenapa kau membawaku kemari?”
Alis Knight Five mengerut. “Bukankah kau bisa mengopi kemampuan orang lain, Knight Three?”
“Memang bisa.”
“Kalau begitu, kopi kemampuan dari Knight Two dan kendalikan pikiran semua orang di kota ini. Lalu kendalikan pikiran Winner itu untuk berjalan ke arah kita, setelah itu terjadi kita akan membuat Winner menjadi sandera kita.”
__ADS_1
Knight Three menganggukkan kepalanya mengerti. “Lalu, apakah kita akan melakukannya sekarang?”
“Tidak. Kita akan tunggu Knight Two dan Knight Four membuat ulah di medan perang di mana pengawal wanita itu berada sekarang.” Knight Five tersenyum melihat ke arah Winner dan krunya yang sedang sibuk melakukan syuting tanpa tahu bahaya yang membayanginya saat ini.
*
Booom. Suara ledakan yang memekakkan telinga baru saja terdengar di tempat Sarayu saat ini berada. Dengan kemampuannya, Sarayu langsung membuat pelindung angin di sekeliling dirinya dan juga enam rekannya. Tadinya. . . Sarayu berniat untuk menghentikan perang dengan cepat dengan menggunakan satu dari beberapa ide konyol yang muncul di dalam benaknya dalam waktu singkat. Sarayu berusaha memaksimalkan kemampuan rekan-rekannya dengan baik dan menggunakannya untuk mengakhiri perang dengan cepat dan meminimalisir jumlah korban yang jatuh.
Sarayu yang sudah mulai terbiasa membuat pelindung angin dalam ukuran yang besar, membuat Sixth menyentuh pelindung itu dan memindahkannya ke tempat yang Sarayu inginkan: Pulau ular, kutub utara, tengah lautan yang dalam, dan di tengah gurun yang terik dan panas. Entah bagaimana pikiran Sarayu itu muncul di dalam benaknya, tapi ide konyol itu berhasil membuat Sarayu dan rekan-rekannya bekerja dengan lebih efisien. Jumlah peluru yang terbuang menjadi lebih sedikit, kerusakan akibat perang juga bisa dikurangi, lalu yang paling penting adalah jumlah korban yang jatuh baik itu dari Pasukan Aliansi Ingmar maupun dari warga sipil terus berkurang setiap harinya. Lalu rekan-rekan Sarayu juga tidak menghabiskan banyak energi dengan menyerang satu persatu pasukan musuh.
Setelah 12 hari terus bekerja di medan perang dan membawa kemenangan yang mutlak, Sarayu tadinya merasa heran kenapa Knight dari Aliansi Arael sama sekali belum menunjukkan dirinya. Namun di hari ini, muncul dua orang Knight di depan Sarayu dan rekan-rekannya.
“Perkenalkan aku Knight Two dan rekanku ini adalah Knight Four. Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi, Savior.”
Begitu muncul di depan Sarayu, dua Knight itu langsung mengenalkan dirinya seolah kedatangannya memang ditujukan untuk bertemu dengan Sarayu.
“Senang sekali kau masih mengingatku, Savior-pengawal Winner,” balas Knight Two.
“Aku bukan lagi pengawal dari Winner.” Mendengar Knight Two mengungkit dirinya sebagai pengawal Winner, membuat Sarayu merasakan firasat yang buruk. Namun setelah membalas sapaan kecilnya kepada Knight Two, Sarayu langsung menghubungi Forth yang bertugas mengawasi bersama dengan Ethan dan Eighth. “Forth.”
“Ya, Savior.”
“Ini hanya perasaanku saja. Tapi bisakah kau memeriksa keadaan Winner sekarang?” gumam Sarayu. “Ucapan Knight Two seolah sedang mengatakan bahwa kedatangannya kemari bukan hanya untukku saja.”
“Aku akan melakukannya. Jika keadaan menjadi sulit, kau bisa meminta bantuan dari Eighth selagi aku memeriksa keadaan Winner.”
__ADS_1
“Aku mengerti.” Sarayu kembali ke arah Knight Two yang tersenyum melihat dirinya.
Tidak butuh waktu lama, Knight Four maju, membuat semburan api dari mulutnya dan mengarahkannya ke arah Sarayu. Dengan cepat, Sarayu membuat pelindung angin untuk melindungi dirinya. Akan tetapi pelindung angin miliknya tidak mempan terhadap semburan api dari Knight Four.
“Kenapa ini??” Beruntung sekali, Ruyi-tongkat merah milik Sarayu bergerak cepat dan langsung melindungi Sarayu dari semburan api itu.
“Savior!” Fifth yang langsung maju ke depan Savior dan memadamkan semburan api milik Knight Four berteriak memanggil kode nama Sarayu. “Angin tidak bisa melawan api. Angin justru akan membuat api semakin besar. Apa kau lupa konsep itu? Untung saja. . . aku melihat kedatangan dari dua Knight itu.”
Benar. Aku lupa jika angin tidak akan bisa menang melawan api karena angin justru akan membuat api semakin besar.
“Terima kasih, Fifth. Aku tertolong berkatmu.”
“Sebagai gantinya, hadang Knight Two saja. Kemampuan dia adalah mengendalikan pikiran orang lain, meski hingga saat ini dia masih belum mengendalikan pikiran dari pemilik kekuatan dari pecahan meteor.”
Sarayu menganggukkan kepalanya mengerti. “Aku mengerti.”
“Kamu meremehkanku, Fifth.” Knight Two melihat ke arah Fifth dengan senyuman licik di wajahnya.
Senyuman licik itu kembali membuat Sarayu merasa bahwa Fifth yang baru saja menolongnya telah mengatakan sesuatu yang gegabah.
“Kemarilah, Seventh!” Ucapan Knight Two itu benar-benar membuat ketakutan dalam benaknya menjadi kenyataan. Perkiraan yang dibuat oleh Fifth ternyata adalah kesalahan karena sekarang Knight Two-si pengendali pikiran berhasil mengambil pikiran Seventh yang posisinya berada paling dekat dengan Sarayu dan Fifth.
Seventh dengan matanya yang kosong berdiri di sisi Knight Two dan Knight Four dan kini berdiri melawan Sarayu dan Fifth.
Tidak. Sama seperti kami, kemampuan Knight ternyata juga bisa mengalami peningkatan. Akan gawat jika Knight Two dan Knight Three ini bertemu dengan Ethan dan mengendalikan Ethan.
__ADS_1
Sarayu kemudian menghubungi empat rekan lainnya yang berada di posisi yang jauh darinya sekarang juga. “Aku minta jangan ada yang mendekat kemari! Knight Two-si pengendali pikiran akhirnya bisa mengendalikan pikiran dari Seventh.”