THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 32 KAGUM


__ADS_3

Di gedung peace. 



“Apa yang terjadi?” First yang baru aja kembali dari medan bersama dengan teman-temannya terkejut mendengar penjelasan Ethan mengenai serangan yang terjadi pada Sarayu. 



“Ya, Tuan. Apa mereka sudah tahu bahwa Savior yang ditunjuk sebagai pengawal Winner adalah orang dari Aliansi Ingmar?” tanya Seventh yang juga sama terkejutnya dengan First. 



Ethan mengangkat tangannya ke atas karena melihat mulut-mulut lain yang hendak terbuka dan menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang justru akan membuat kepada Ethan serasa ingin pecah ketika menerimanya. “Tunggu sebentar! Berhenti bertanya dan aku akan menjelaskan! Bisa kalian melakukan hal itu?” 



Semua kepala di ruangan itu mengangguk kecuali Ethan dan Dylan tentunya. Tidak sampai sepuluh detik kemudian, Ethan mulai membuka mulutnya dan mulai menceritakan rincian kejadian dari dua serangan yang datang di waktu bersamaan. 



“Wahhhh. . . apakah ini memang sudah direncanakan oleh Aliansi Arael?” Seventh langsung membuka mulutnya ketika Ethan menyelesaikan ceritanya. 



“Kami rasa memang begitu. Tapi berkat itu. . . kita semua mendapatkan banyak informasi.” Dylan kemudian menyalakan layar monitor dan memutar dua rekaman serangan yang baru saja terjadi di dua belahan bumi. “Seperti yang kalian lihat, di sisi kanan adalah serangan yang kalian hadapi. Mereka adalah Knight Two dan Knight Four dengan kemampuan khusus mereka: pengendali pikiran dan pengendali api. Lalu di sebelah kiri adalah serangan yang dihadapi oleh Savior. Mereka adalah Knight Five dan Knight Three. Dari dua orang itu hanya satu orang yang kemampuannya dapat kami konfirmasi. Knight Five adalah pengendali logam. Senentara untuk Knight Three, kami hanya membuat dugaan saja.” 



“Kita beruntung kali ini,” celetuk Ethan. 



“Kenapa begitu, Tuan?” tanya Seventh. 



“Apa kau tidak mengerti setelah melihat dua video itu?” balas Sixth melihat ke arah Seventh. 



Seventh menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan bertanya jika aku mengerti, Sixth.” 



“Dua serangan itu, bisakah kau bayangkan jika posisinya terbalik?” First sebagai pemimpin grup menunjuk ke arah layar. “Maksudku bagaimana jika yang menyerang kita adalah Knight Five dan Knight Three, lalu yang menyerang Savior adalah Knight Two dan Knight Four?” 



Seventh terdiam sejenak dan membayangkan apa yang diucapkan oleh First. Tidak lama kemudian matanya berbinar seolah paham maksud dari kata “beruntung”. 



“Kau sudah paham, Seventh?” tanya Second. 



Seventh menganggukkan kepalanya. “Aku paham. Kita mungkin tidak akan bisa duduk di sini saat ini jika dua orang yang menyerang kita tadi adalah Knight Three dan Knight Five.” 



“Itu benar, kalian beruntung atau setidaknya bisa kukatakan bahwa keberuntungan berada di tangan kita hari ini.” Ethan menunjuk ke arah layar tepatnya ke arah Knight Three dan Knight Five. “Jika yang menyerang kalian adalah mereka dan yang menyerang Savior adalah Knight Two dan Knight Four maka kalian dan Savior mungkin akan terluka parah hari ini.” 


__ADS_1


“Tapi melihat dua rekaman itu, aku mengira Aliansi Arael telah meremehkan Savior, Tuan,” ujar Third. 



“Ya, sepertinya mereka tidak menduga bahwa pengawal Winner adalah orang yang cukup menyusahkan,” tambah Dylan. 



“Wahhh. . . aku benar-benar tidak percaya Savior kita yang baru sebulan lebih berlatih bisa memukul dua Knight dari Aliansi Arael seorang diri.” Sixth memuji Savior dengan senyuman bangga di wajahnya. 



“Itu benar. Aku tidak menyangka gadis itu bisa dengan mudah melawan dua Knight di hari pertamanya bekerja.” Fifth yang juga merasa kagum dengan Savior mengeluarkan pujiannya pada Savior. “Jika itu aku. . . mungkin aku sudah babak belur tidak karuan.” 



“Jangankan kau, aku pun tidak akan percaya diri jika harus menghadapi dua Knight sekaligus seperti Savior,” ujar Sixth dengan bergidik ngeri. 



“Sepertinya. . . memang tidak salah jika Tuan Ethan mengatakan jika perdamaian dunia mungkin berada di tangan Savior. Melihat kemampuannya yang luar biasa itu, saya menjadi merasa yakin.” Kali ini giliran First yang memberikan pujiannya kepada Sarayu. 



“Aku pun berharap begitu, First,” balas Ethan sembari menatap layar yang memutar rekaman serangan yang dihadapi oleh Sarayu. 



Tangan Seventh tiba-tiba terangkat dan membuat semua orang yang sibuk melihat rekaman dan memuji Sarayu, menatap ke arahnya dengan tatapan heran. 



“Kenapa tanganmu tiba-tiba terangkat ke atas?” tanya Sixth. 




“Apa yang ingin kamu tanyakan, Seventh?” Kali ini Dylan bertanya mewakili pertanyaan semua orang. 



“Bagaimana jika kita semua-anggota Pasukan Perdamaian Dunia-melawan Savior bersama-sama?” 



Buk. Suara pukulan keras terdengar dari kepala Seventh. 



“Auuuuuwwww. . .” teriak Seventh menatap tajam ke arah Sixth yang ada di sampingnya. “Kenapa kau memukulku, Sixt????” 



“Pertanyaan itu, kenapa kau menanyakannya???” Sixth membalas Seventh dengan pertanyaan lain. 



“Karena aku penasaran. Tidak bisakah aku bertanya????” balas Seventh kesal. 



Ethan yang merasa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tidak buruk kemudian melihat ke arah First dan Fifth yang bertugas sebagai penyerang utama dalam Pasukan Perdamaian Dunia. “Bagaimana menurutmu? First? Fifth? Aku ingin mendengar pendapat kalian??” 

__ADS_1



First memberikan jawabannya lebih dulu setelah berpikir dengan bijak. “Jika harus beradu satu lawan satu, mungkin aku tidak memiliki kepercayaan diri, Tuan. Tapi jika kami melawan Savior dalam tim, mungkin aku masih punya kepercayaan diri untuk menang, Tuan.”



“Bagaimana denganmu, Fifth?” 



“Saya juga sependapat dengan First, Tuan. Melihat rekaman itu saja, saya sudah dapat melihat dengan jelas perbedaanku dengan Savior yang sudah terlampau jauh. Tapi seperti yang First katakan, saya masih memiliki kepercayaan diri jika harus melawan Savior dengan tim.” 



Ethan melihat ke arah Dylan yang tersenyum senang mendengar jawaban itu. “Mungkin lain kali ketika Savior pulang dari misinya, kita bisa membuat kalian bertarung melawan Savior untuk melihat hasilnya.” 



“Kami menantikan hal itu, Tuan.” First memberikan jawaban mewakili rekan-rekannya yang merasa kagum kepada Sarayu yang merupakan satu-satunya gadis dalam anggota Pasukan Perdamaian Dunia. 



\*



Di belahan bumi yang lain-markas Aliansi Arael. 



Klik. Knight One mematikan monitor di hadapannya dengan wajah cukup puas bercampur rasa kagum untuk pertama kalinya. Momen saat ini adalah momen pertamanya menaruh rasa kagum kepada seseorang selain musuhnya-Ethan. 



“Kita beruntung, Knight One. Jika bukan karena perintahmu untuk memasang kamera pada semua pada kacamata yang kami gunakan, mungkin kita semua tidak akan percaya pada ucapan Knight Three dan Knight Five yang mengatakan bahwa mereka tidak mampu menghadapi pengawal baru Winner.”



“Yah setidaknya kita cukup beruntung kali ini, Knight Two. Aku cukup senang Knight Three dan Knight Five pulang dalam keadaan baik-baik saja.” 



“Ya, Knight One.” 



“Lalu bagaimana pendapatmu tentang pengawal Winner itu, Knight Two?” 



“Saya akui, saya juga terkejut ketika melihat rekaman itu. Pengawal Winner itu, mampu menggunakan senjata dengan mudah seperti First. Dia dengan mudah menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya seolah dia memiliki kemampuan ambidextrous. Jika dia hanya menggunakan senjata saja, mungkin dia tidak akan terlihat istimewa. Tapi. . . senjata-senjatanya itu mendukung sekali dengan kemampuan lainnya: mengendalikan angin. Dia. . . dengan mudah mengendalikan angin itu pelindung dan juga sebagai alat penyerang.”



Knight One tersenyum mendengar penjelasan dari Knight Two. “Itu benar, Knight Two. Pengawal Winner ini mungkin hanya akan menjadi biasa jika dia hanya menggunakan satu kemampuannya saja. Tapi dia memadukan kemampuannya yang biasa itu dengan senjata-senjata unik yang belum kita lihat dan aku suka hal itu.” 



“Jadi. . . apa yang akan kita lakukan, Tuan? Dengan orang seperti itu di sisi Winner sepertinya akan sulit untuk membunuh Winner. Knight Three bahkan tidak bisa mengopi satu pun kemampuan dari pengawal Winner itu, Tuan.” 



“Kalau tidak bisa mengalahkannya, maka buat dia beralih ke sisi kita. Mulai sekarang, tugas kalian bukan lagi untuk membunuh Winner melainkan untuk membawa pengawal itu kemari! Memilikinya di pasukan, Aliansi Arael pasti akan dengan mudah memenangkan peperangan ini dan tentunya menguasai dunia.” 

__ADS_1


__ADS_2