
Markas Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia.
“Rapat kali ini adalah untuk membahas upaya penyelamatan Savior sekaligus menghancurkan markas Knight Arael.”
Ucapan Ethan sebagai pembukaan rapat hari ini, benar-benar mengejutkan hampir semua orang yang ada di ruangan rapat.
“Markas Knight Arael??” tanya Second.
“Ya. Alasan sebenarnya aku memberikan perintah pada kalian untuk membiarkan Savior tertangkap adalah karena dengan membiarkan Savior dibawa maka mereka akan membawa Savior ke markas mereka yang selama ini tidak pernah kita temukan,” jelas Ethan sembari teringat bagaimana penglihatannya mengatakan bahwa Sarayu harus tertangkap lebih dulu.
“Biarkan Sarayu tertangkap oleh mereka.”
Ethan melihat sosok pria yang masuk ke dalam benak dan penglihatan masa depannya. Sosok pria itu terlihat cukup muda, tapi karena kabut tebal yang berada di sekitarnya membuat Ethan tidak bisa melihat dengan jelas wajah dari sosok pria itu.
“Tidak. Aku tidak bisa membiarkan rekanku tertangkap oleh musuh!” Ethan membantah ucapan pria itu dengan tegas. “Kenapa pula aku harus melakukan hal itu? Kenapa aku harus menurutimu yang bahkan aku tidak tahu siapa kau dan bagaimana rupamu itu?”
“Inilah manusia. Terkadang mereka selalu mempertanyakan sesuatu dari pada memilih untuk bersabar dan menunggu hingga waktu yang menjawabnya.”
Mendengar kata manusia, Ethan merasa sedikit tersinggung. “Bukankah kau juga manusia? Apa bedanya kau dan aku??”
Sosok pria itu tersenyum mendengar pertanyaan dari Ethan. “Aku memang manusia. Aku juga sama sepertimu. . . yang membedakan antara kau dan aku adalah ini. . .”
Sosok pria itu mengangkat tangannya dan kemudian menunjukkan sesuatu yang berada di tangannya kepada Ethan. Melihat benda di tangan sosok pria itu, Ethan terkejut karena mengenali benda itu.
“I-itu. . .”
“Benar, ini adalah batu meteor yang kau sebut dengan God’s Blessing dan benda ini awalnya adalah milikku dan milik keluargaku.” Sosok pria itu tersenyum memandang batu miliknya yang dalam keadaan utuh, tidak seperti sekarang yang hancur dan terbagi menjadi beberapa bagian. “Batu ini keluar dari persembunyiannya karena perang yang kalian buat dan kebetulan terpecah bersamaan dengan hujan meteor yang jatuh saat itu.”
“Ja-di. . . ba-tu itu bukan batu meteor seperti yang aku kira selama ini??” tanya Ethan bingung.
__ADS_1
“Sayangnya bukan. Batu ini adalah batu milikku yang menyimpan semua kekuatan milikku yang kubuat sebelum aku tewas berabad-abad yang lalu.”
Ethan berusaha mendekat untuk melihat batu hitam berkilau itu, akan tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak seolah membeku. “Jika memang benar batu itu adalah milikmu, kemunculanmu saat ini adalah untuk mengambil kembali batu itu?”
Berbeda dengan Ethan yang tidak bisa bergerak, sosok pria itu bergerak dengan mudahnya dan mendekat ke arah Ethan seolah memberi izin kepada Ethan untuk melihat batu hitam miliknya. Ketika pria itu semakin dekat, Ethan mulai melihat bahwa di tangan kanan pria itu membawa sebuah tongkat berwarna coklat keemasan yang sedikit menyilaukan.
“Aku memang berniat untuk mengambilnya tapi tidak sekarang. Waktunya masih belum tepat. Jadi. . . aku akan membiarkan kalian menggunakan sebagian kemampuan dan kekuatan milikku lebih dulu dan jika waktunya sudah tepat semua kemampuan dan kekuatan milik kalian akan kuambil. Lalu. . .”
“Lalu apa??”
“Seperti ucapanku sebelumnya, biarkan Sarayu tertangkap.”
Ethan kembali merasa kesal mendengar ucapan dari pria itu dan permintaannya yang dirasanya sangat konyol. “Tidak, aku tidak bisa membiarkan Sarayu tertangkap. Aku tidak bisa membiarkan dia tertangkap dan berakhir disiksa oleh mereka.”
“Itu tidak akan terjadi, yakinlah padaku.”
“Sarayu itu adalah garis keturunanku dan aku tentu tidak akan membiarkan keturunanku tersiksa di luar kemampuannya.”
“A-apa?? Apa yang baru saja kau katakan??”
“Itu benar, Sarayu itu keturunanku. Karena dia memiliki darahku dalam tubuhnya, maka dia bisa menggunakan kekuatanku dan kemampuanku lebih banyak dari kalian.”
Ethan akhirnya mendapatkan jawaban dengan semua kemajuan Sarayu selama ini yang begitu cepat dan dirasanya adalah anomali. Ethan akhirnya menemukan alasan kenapa penglihatan pertamanya sejak menerima kemampuan ini, memperlihatkan Sarayu. Semuanya karena Sarayu adalah keturunan dari pemilik batu yang memberi beberapa orang kekuatan dan kemampuan di luar nalar manusia.
“Jika kau tidak percaya dengan permintaanku ini. . . aku akan memberitahumu alasan kenapa Sarayu harus tertangkap.” Pria itu akhirnya membuka mulutnya dan memberikan jawaban yang diinginkan oleh Ethan.
“Apa itu??”
“Jika Sarayu tertangkap, maka kau akan menemukan markas dari Knight Arael. Bagaimana???”
__ADS_1
Ethan masih merasakan keraguan di dalam benaknya karena mendengar tawaran yang sangat menggiurkan itu. Ethan masih merasa ragu bagaimana sosok di hadapannya saat ini bisa mengetahui jika tertangkapnya Sarayu, akan membawanya pada marka Knight Arael.
“. . .Sepertinya kau masih tidak percaya dengan ucapanku bahkan setelah aku mengatakan alasan ini kepadamu?”
Benar, Ethan masih tidak percaya dan sosok pria asing itu menangkap rasa tidak percaya itu di wajah Ethan.
“. . . Karena kau masih tidak percaya dengan ucapanku, maka kali ini aku akan memberikanmu sesuatu yang nanti akan menjadi bukti bahwa aku dan Sarayu itu terhubung dan memiliki hubungan darah. Aku akan membuatmu percaya jika perkataanku itu tidak akan membuat Sarayu terluka, seperti yang kamu takutkan.”
Sosok pria di hadapan Ethan kemudian menurunkan kedua tangannya di mana tangan kanan dan tangan kirinya tadi membawa batu hitam dan tongkat coklat keemasan miliknya. Tangan kiri pria itu kemudian mengarah ke depan seolah sedang menarik sesuatu. Lalu tangan kanan pria itu kemudian ditarik ke belakang seolah sedang menarik sesuatu yang lain. Melihat pose itu, Ethan mengenali pose yang sedang dibuat oleh sosok pria asing itu.
“Apa yang sedang ingin kau lakukan?” teriak Ethan tidak mengerti. “Kau akan melepas panah tanpa anak panah dan busur???”
Sosok pria itu sekali lagi memasang senyuman di bibirnya kepada Ethan. Senyuman itu adalah senyuman yang menawan yang belum pernah dilihat oleh Ethan sebelumnya.
“Apa kau tidak melihatnya? Kedua tanganku ini tidak kosong!”
Ethan menatap kedua tangan pria itu sekali lagi dan kali ini melihatnya dengan lebih saksama. Dari kedua tangan pria itu, Ethan kemudian merasakan sensasi yang sama seperti yang dirasakannya ketika melihat Sarayu mengendalikan angin dengan kedua tangannya.
Wussshhhhhh. . . Tanpa peringatan dan tanpa aba-aba, tangan pria itu melepas anak panah yang terbuat dari angin itu dan membuat dinding yang berada di dekat Ethan hancur lebur.
“. . . Kau lihat bukan??? Aku bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari Sarayu!”
Itulah mimpi yang Ethan alami ketika mendapatkan penglihatan bahwa Sarayu akan tertangkap oleh Knight One. Tadinya. . . sama seperti sebelum-sebelumnya Ethan berharap dengan bisa mengintip masa depan, dirinya dapat mengambil tindakan pencegahan untuk apa yang terjadi di masa depan dan mengubahnya. Tapi terkadang beberapa hal tetap tidak bisa diubah meski Ethan mampu mengintip masa depan dengan kedua matanya. Hal ini membuktikan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang terikat dengan garis takdir milik Tuhan.
Beberapa hal bisa diubah, akan tetapi beberapa hal lain tetap tidak akan bisa diubah bahkan setelah Ethan berupaya dengan sangat keras sepertinya halnya Sarayu yang harus tertangkap oleh Knight Arael. Dan pada akhirnya apa yang dikatakan oleh pria dalam mimpinya dan apa yang dilihat oleh Ethan, benar-benar terjadi. Inilah takdir milik Sarayu yang tidak bisa diubah oleh Ethan.
__ADS_1