THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 80 PUNCAK PERANG PART 3


__ADS_3

           


            “Sial!” Knight One mengumpat kesal melihat rencana yang disusunnya selama ini hancur dengan mudahnya hanya karena satu orang wanita saja. “Wanita itu benar-benar menyusahkan sekali!”


            “Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Knight One?” tanya Knight Two di samping Knight One.


            “Bagaimana dengan tugas Knight Three? Berapa misil yang sudah dibuatnya dalam hitungan menit?”


            Knight  Two melihat ke ruangan di mana Knight Three sedang bekerja dan menghitung misil yang sudah dibuat oleh Knight Three. “10 buah, Tuan.”


            “Itu sudah lebih dari cukup. Perintahkan Knight Three untuk kembali bersama dengan Knight Five dan Knight Four.  Mereka harus menghadang Savior agar kita bisa menghancurkan markas Pasukan Perdamaian Dunia lebih dulu.  Jika markas itu telah hancur bersama dengan beberapa orang penting di dalamnya, maka kita akan lebih mudah mengalahkan Aliansi Ingmar.”


            “Baik, Tuan.”


            Knight One menatap gambar Sarayu dalam rekaman satelit dan melihat Sarayu sedang membuat angin topan yang besar untuk menarik semua radiasi nuklir yang tersebar di seluruh dunia. Setelah mengumpulkan semua radiasi itu, Sarayu kemudian mengunci udara tercemar itu dalam pelindung angin yang besar dan kemudian memukul pelindung angin itu ke arah langit. Knight One menggigit bibirnya karena menahan amarahnya yang sudah memuncak karena Sarayu. Tidak ada cara lain. Awalnya aku ingin membuatmu berada di sisiku dan memimpin dunia bersama denganku. Tapi kau terus menghalangiku dan kali ini, aku tidak akan membiarkannya.


            Demi duniaku dan dunia impianku, sepertinya kau harus mati, Sarayu.


*


            Begitu Sarayu membuang semua angin topan yang mengandung radiasi dari nuklir ke langit luas, Knight Five bersama dengan Knight Three dan Knight Four muncul di hadapan Sarayu dan bersiap untuk menyerang. Tak tanggung-tanggung, ketiga Knight itu langsung melancarkan serangan kepada Sarayu.


            Buk.

__ADS_1


            Sarayu terhempas ke belakang karena tidak siap menerima serangan beruntun dari tiga Knight itu secara bersamaan.


            “Kau baik-baik saja, Savior??” tanya Sixth khawatir.


            “A-aku baik-baik saja. Berpindahlah ke tempat di mana Fifth dan Second berada!”


            “Aku mengerti.”


            Sixth pergi meninggalkan Sarayu dan pergi menuju ke tempat di mana Fifth dan Second berada. Sementara itu. . . Sarayu meladeni ketiga Knight yang kini memancarkan hawa membunuh ke arahnya.


            “Kita bertemu lagi, Savior.” Knight Three menyapa Sarayu lebih dulu.


            “Apa kau merindukanku, Knight Three??” balas Sarayu dengan mengayunkan tongkat merah miliknya.


            Ketiga Knight itu berhasil menghindari ayunan tongkat Sarayu berkat Knight Three yang memindahkan dirinya bersama dengan dua rekannya dalam sekejap mata, meniru kemampuan Sixth. Di sisi lain. . . Sarayu merasa ayunan dari tongkat merahnya sedikit berbeda dari sebelumnya. Kenapa ayunan tongakt merah milikku ini sedikit lebih berbahaya? Apa sesuatu terjadi padaku?


            Ini?? Melihat apa yang terjadi di depan matanya saat ini, Sarayu kemudian teringat dengan mimpi buruknya di mana seseorang muncul dan terus mengganggunya. Ini sama seperti yang aku lakukan di dalam mimpiku?


            Gagal dengan usaha Knight Five untuk menangkap Sarayu, Knight Three yang mampu meniru beberapa kemampuan kemudian meniru kemampuan Knight Five dan berusaha untuk melakukan hal yang sama kepada Sarayu. Kali ini dua logam dengan bentuk penjara berlapis, muncul dan berusaha untuk memenjarakan Sarayu di dalamnya.


            Kita coba sekali lagi. Sarayu mengayunkan kembali tongkat merah miliknya seperti sebelumnya dan lagi-lagi, Sarayu menebas habis logam-logam yang berbentuk penjara itu hanya dengan ayunan dari tongkat merah miliknya.


            Aku benar-benar bisa melakukannya. Aku benar-benar bisa melakukan apa yang dilakukan oleh pria di dalam mimpiku itu. Dengan begini. . . harusnya apa yang akan terjadi setelah ini-bencana tsunami itu, bisa aku hentikan dengan kemampuanku ini. Sarayu sibuk melihat tongkat merah miliknya sendiri sembari mengagumi kemampuannya yang meningkat dengan pesat ketika sosok pria asing itu datang ke dalam mimpinya.

__ADS_1


            “Sial!!” Knight Three mengumpat kesal. “Jika sebelumnya wanita itu menyerang kita dalam keadaan tertidur, sekarang. . . dalam keadaan bangun pun, dia mampu menguasai teknik mengerikan itu.”


            “Aku rasa mimpi buruk yang dialaminya saat itu adalah mimpi ketika dia mulai mempelajari teknik mengerikan itu,” tambah Knight Four. “Mungkin benar ucapan Tuan, jika wanita di hadapan kita itu sebenarnya adalah sosok istimewa di antara kita. Melihat bagaimana perkembangannya yang begitu pesat dan caranya menguasai tekniknya itu, kita rasa dugaan Tuan tidaklah salah.”


            Knight Five memandang ke arah Sarayu dengan tatapan tajam. Dirinya teringat dengan ucapan lama Sarayu kepada sahabatnya dulu semasa sekolah yang membicarakan dirinya.


            “Redo terlalu istimewa. Sedangkan aku hanyalah si biasa saja yang tidak punya kelebihan apapun. Melihatnya begitu bersinar ketika menerima penghargaan itu, aku akhirnya menyadari kenyataan: aku ini tidak layak baginya. Bahkan jika aku menyukainya sekalipun, aku yang serba biasa ini, tidak akan sanggup berada di sisi orang yang terlalu bersinar itu. Sinarnya terlalu menyilaukan hingga mungkin aku tidak akan terlihat olehnya.”


            Hari itu. . . Knight Five tahu bagaimana perasaan Sarayu untuk Redo. Perasaan Sarayu yang selama itu disembunyikannya dengan baik, tidak sengaja didengar oleh Knight Five yang tidak lain adalah Redo itu sendiri. Mulai hari itu, Redo berusaha untuk membuat Sarayu menyadari jika dirinya juga menyukai Sarayu apa adanya. Sayangnya. . . usaha apapun yang dilakukan oleh Redo tidak mampu membuat Sarayu melepaskan penahan yang mengikatnya dan membuatnya melihat bagaimana perasaan Redo yang sesungguhnya.


            Kali ini aku akan membuatmu sadar, Sarayu. Membuatmu sadar jika semua orang itu istimewa pada hal-hal tertentu dan membuatmu sadar betapa aku dulu benar-benar menyukaimu. Aku akan membuatmu menyadarinya meski aku harus mengalahkanmu dalam perang ini.


            Di saat Sarayu sedang lengah, Sixth datang ke sisi Sarayu dengan membawa Fifth bersama dengannya. Sixth dan Fifth datang dengan tujuan untuk membantu Sarayu melawan tiga Knight yang sedang bertarung dengannya saat ini. Namun siapa yang akan menyangka kedatangan Sixth bersama dengan Fifth itu disadari oleh Knight Three lebih dulu dan membuat Knight Three langsung melepaskan serangan ke arah Fifth dan Sixth dengan menggunakan logam milik Knight Five.


            Fifth melepaskan air miliknya untuk melindungi dirinya dan juga Sixth. Sementara Knight Five yang melihat pergerakan Knight Three langsung memberikan bantuannya kepada Knight Three dengan membuat logam tajam dari kedua tangannya. Sarayu yang melihat hal itu, langsung melepas pelindung angin miliknya untuk melindungi Sixth dan Fifth. Tapi. . . Knight Four yang membaca situasi lebih dulu, langsung menghadang Sarayu dan membuat Sarayu tidak bisa melindungi dua rekannya.


            Kini Sarayu harus melawan Knight Four lebih dulu agar bisa menyelamatkan Fifth dan Sixth. Namun sebelum Sarayu sempat meloloskan diri dari api milik Knight Four, kombinasi serangan dari Knight Three dan Knight Five berhasil menembus air milik Fifth.


            “Tidak!!!” Sarayu berteriak kencang ketik melihat apa yang akan menimpa Sixth dan Fifth dalam beberapa detik kemudian.


            Mendengar teriakan Sarayu, Sixth langsung meraih tangan Fifth dan hendak membuatnya berpindah lokasi untuk menyelamatkan dirinya dan Fifth dari logam-logam milik Knight Three dan Knight Five. Namun. . . rasanya seperti Knight Three sengaja menunggu momen itu dan membuat waktu di sekitar logam-logam miliknya lebih cepat dari perpindahan lokasi milik Sixth. Pergerakan cepat itu terjadi dalam hitungan sepersekian detik dan ketika Sarayu menyadari apa yang terjadi semua logam milik Knight Three dan Knight Five, telah menancap di tubuh Sixth dan Fifth.


            Darah merah yang kental mengalir dari tubuh Sixth dan Fifth. Pemandangan itu membuat Sarayu lepas kendali hingga melempar tingkat merah miliknya untuk menangkap tubuh kedua rekannya. Sarayu mengambil pistol miliknya dan menembakkan mode pertama dari pistol miliknya langsung ke arah kepala Knight Four.

__ADS_1


            “Minggir kau!!!”


            Darrrr. . . Knight Four jatuh bersimbah darah dengan kepalanya yang hancur.  Begitu melihat orang yang menghalanginya ambruk, Sarayu langsung bergerak ke arah tubuh dua rekannya. Di saat yang sama, pelindung es yang melindungi tepat di bawahnya hancur seketika sebagai pertanda bahwa pengendalinya telah kehilangan nyawanya.


__ADS_2