THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 89 TSUNAMI DALAM PENGLIHATAN ETHAN PART 2


__ADS_3

            “Hahahahaha. . , ,” Tawa kencang terdengar dari mulut Knight One begitu Knight Fivr menutup matanya  dan telah kehilangan nyawanya.


            Sarayu menatap tajam ke arah Knight One, mendengar tawa itu. “Kenapa kau tertawa, Knight One?”


            Knight One tersenyum melihat ke arah Sarayu. Senyuman yang ditangkap oleh Sarayu seolah mengatakan jika Knight One sama sekali tidak merasa kehilangan Knight Five. “Sayang sekali. . . padahal dia benar-benar pria yang kerja keras dan selalu melakukan apapun yang aku katakan dan sekarang dia mati karena cinta pertamanya, mati karena melindungi wanitanya. Sayang sekali. . . sayang sekali. . .”


            Knight One justru bertepuk tangan sembari melihat ke arah Sarayu dan tubuh Knight Five secara bergantian.


            “Kau tidak merasa kehilangan, Knight One? Bukankah kau sudah bersamanya untuk waktu yang mungkin cukup lama??”


            “Kehilangan??” Knight One berbalik bertanya kepada Sarayu dengan senyuman di bibirnya. “Aku tidak akan merasa kehilangan jika orang itu sudah tidak berguna bagiku. Dan lagi. . . jika saja dia tidak menemukan pecahan batu meteor waktu itu, mungkin aku sudah menghabisi nyawanya. . .”


            Satu alis Sarayu naik ke atas karena menemukan sesuatu yang tidak beres di sini. “A-apa maksudmu, Knight One? Kau ingin membunuhnya?? Bukankah kaulah orang yang menyelamatkannya??”


            Knight One menundukkan tubuhnya di samping Sarayu. Satu tangannya bergerak dan menyentuh dagu Sarayu dan mengangkatnya agar Knight One dapat melihat Sarayu lebih dekat dan lebih jelas. “Bagaimana pun aku melihatnya, aku sangat suka tatapan mata tajam darimu ini, Savior. Matamu ini sekalipun tidak pernah merasa takut padaku, bahkan merasa terintimidasi olehku. Kau hanya wanita tapi mampu mengalahkan banyak pria hanya dengan caramu menatap mereka dan aku benar-benar menyukainya. Untuk beberapa saat. . . sepertinya aku paham kenapa Knight Five tidak pernah bisa melupakanmu, Savior. Kau mungkin seperi candu bagi banyak pria.”


            Sarayu menarik wajahnya dari tangan Knight One  dan melemparkan tatapan tajam ke arahnya. “Jangan alihkan pembicaraan, Knight One!!!”


            Knight One tersenyum  lagi melihat reaksi Sarayu dan merasa semakin menyenangkan mengingat Sarayu saat ini telah kehabisan semua tenaganya tapi tidak dengan keberanian dan harga dirinya. “Baiklah. . . karena sebentar lagi kau akan tewas menyusul kekasih kecilmu ini, aku akan memberitahumu sesuatu yang selama ini tidak pernah diketahui oleh Knight Five. Akulah orang yang membuatnya berkhianat. Aku juga orang yang menyebabkan kecelakaan parah yang menimpanya dan menyelamatkannya karena terpaksa.”       


            “Ke-kenapa kau melakukannya?” Sarayu menatap lebih tajam ke arah Knight One mengingat bagaimana Knight Five yang merasa berhutang budi pada Knight  One memilih untuk mati dengan cara seperti ini karena merasa telah berkhianat pada Knight One-penolongnya.


            “Aku membutuhkan penelitian milik profesornya yang sedang pergi bersama dengannya hari itu. Tapi saat kami menyerang mereka untuk mendapatkan penelitian itu, profesor tua itu tewas seketika di lokasi kejadian dan membakar hasil penelitian yang kami butuhkan. Satu-satunya yang selamat dalam serangan itu hanyalah Knight Five dan melihat bahwa dia adalah murid dari profesor itu, aku mencoba menyelamatkannya. Tadinya. . . aku tidak berharap banyak ketika menyelamatkan Knight Five. Tapi ketika dia bangun dan aku menanyakan seputar penelitian itu, dia mengetahuinya meski tidak banyak. Butuh beberapa tahun baginya untuk menyelesaikan penelitian milik profesornya karena yang dia ketahuinya hanyalah setengah bagian dari penelitian.”

__ADS_1


            “Pe-penelitian apa yang kau maksud, Knight One??”


            “Memperbanyak nuklir.”


            “Jadi. . . kau sengaja melimpahkan kesalahanmu pada negara kami dan membuat Redo seolah dibuang dari negaranya dan pada akhirnya hanya memanfaatkannya saja untuk ambisimu.”


            “Kurang lebih begitu.” Knight One menjawab pertanyaan Sarayu tanpa sedikit pun rasa bersalah di wajahnya dan hal itu membuat Sarayu semakin merasa geram dan marah. Sarayu kesal karena Knight Five mati lebih dulu tanpa mengetahui kenyataan ini. Sarayu juga marah karena tragedi hidup Knight Five dimulai karena sosok di hadapannya saat ini.


            “Kau benar-benar kejam, Knight One!!!” Sarayu mengambil pistolnya lagi meski tahu tenaganya sudah habis dan mungkin tidak akan bisa menembakkan peluru mode satu di dalamnya.


            “Kukira tenagamu sudah habis, Savior. Sepertinya aku salah. . . .” Knight One mengubah senyuman di wajahnya menjadi seringai. “Aku terlalu meremehkanmu, Savior.”


            Knight One mengangkat tangannya lagi, mengepalkannya dan bergerak ke arah Sarayu kali ini dengan niat untuk membunuh Sarayu.


            Sudah siap dengan kematian yang menantinya, Sarayu memaksa tubuhnya yang sudah lemah dan nyaris kehilangan semua tenaganya untuk bergerak lagi. Sarayu juga memaksa tangannya mengumpulkan angin yang ada, yang kebetulan bertiup di pantai dan menggunakannya sebagai penggerak pada peluru miliknya.


            Dar. Sarayu berhasil mengumpulkan angin dan menembakkan peluru mode pertama pada pistol miliknya.


            “Kau!!!!!” Knight One berteriak kesal karena peluru yang ditembakkan Sarayu berhasil mengenai sedikit kakinya dan melukainya. “Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu, Savior!!”


            Berhasil. Aku berhasil mengenainya. Mungkin dua atau tiga tembakan lagi, aku bisa membunuhnya. Sembari terus bergerak menghindari Knight One, Sarayu terus mencoba untuk menembak Knight One. Tapi. . . tembakannya selalu meleset dan hanya melukai bagian kecil dari tubuh Knight One. Lalu sebuah ide muncul di dalam benak Sarayu  dan kali ini Sarayu tidak menghindar dari Knight One.


            Buk. . . perut Sarayu terkena pukulan Knight One dan darah keluar dari mulut Sarayu. “Hueeekkk.”

__ADS_1


            “Akhirnya aku mengenaimu, Savior!!” ucap Knight One bangga.


            Sarayu tersenyum mendengar hal itu dan kebanggaan milik Knight One. Sebelum Knight One menarik tangannya dari perut Sarayu, tangan kiri Sarayu menahan tangan Knight One dan kemudian memasang pelindung angin yang didapatkannya dari angin pantai yang berembus kencang.


            “Maaf, Knight One. Meski aku harus mati untuk ini, aku akan melakukannya asal aku bisa membunuhmu.”


            “Kauuuu benar-benar wanita menyusahkann!!!!”


            Tangan lain Sarayu yang memegang pistol masuk ke dalam pelindung angin yang dibuatnya dam menembakkan pistolnya ke arah kepala Knight One. Darrrrr. . . . dalam sekejap Knight One tewas dengan kepala hancur tepat di depan mata Sarayu.


            Rupanya. . . kematian Knight One memicu kemarahan Knight Two yang masih berada di dalam kapal selam yang mengapung di lautan. Knight Two melepas misil dan mengarahkannya ke arah Sarayu dengan niat membunuhnya. Tapi Sarayu bergerak dengan cepat dan berhasil melindungi dirinya dengan angin miliknya.


            Boooommmm. Tidak lama kemudian. . . kapal selam di mana Knight Two berada meledak dan membuat Knight Two bersama dengan awak kapal di dalamnya tewas karena ledakan itu.


            “Savior!!!” Suara Ethan terdengar lagi dari saluran komunikasi.


            “Ya, Tuan. Ledakan itu. . .”


            Tidak lama setelah ledakan itu terjadi, gempa yang kencang terjadi dan membuat Sarayu bahkan jatuh terduduk di tempatnya berada.


            “Apa mungkin gempa itu adalah. . .” Sarayu belum menyelesaikan kalimatnya dan air laut di pantai tempatnya berdiri mulai tertarik ke bagian tengah.


            “Ini adalah gambaran yang aku lihat, Savior. Bencana tsunami itu akan terjadi dan membawa radiasi nuklir karena ledakan kapal selam itu tadi.”

__ADS_1


            Sarayu menatap ke arah lautan sembari mengumpat kesal. “Knight Two, kau benar-benar menyusahkan!!!”


__ADS_2