
Sarayu ingat sewaktu kecil dirinya pernah mendengar ibunya bercerita tentang sejarah keluarganya. Keluarga yang berhubungan darah dan sudah terpisah jauh entah berapa lama dan entah berapa jauhnya.
“Dulu. . . dalam keluarga kita selalu akan lahir seorang wanita kuat yang akan jadi pelindung bagi kaumnya.”
Sarayu ingat cerita tentang sejarah keluarganya yang sudah berabad-abad lamanya itu sempat menjadi cerita yang selalu membuat Sarayu penasaran.
“. . . Wanita lahir dengan bakat alami dalam mengendalikan angin. Baginya angin adalah sahabatnya dan juga keluarganya. Dengan menggunakan angin itu. . . wanita itu akan melindungi keluarganya, kaumnya dan semua orang di dekatnya yang berada dalam bahaya.”
“Apa bagusnya bisa mengendalikan angin, Bu?” Sarayu ingat dirinya pernah menanyakan hal itu kepada ibunya ketika pertama kali mendengar sejarah keluarganya itu.
“Angin itu adalah udara yang bergerak di mana udara adalah sumber kehidupan utama dari manusia. Jika tidak ada udara, maka manusia tidak akan bisa hidup,” jelas Ibu Sarayu. “Wanita hebat itu tidak hanya bisa mengendalikan angin saja, dia punya tongkat merah yang mampu membelah lautan dan satu hal lagi yang istimewa darinya.”
“Apa itu, Bu?”
“Wanita hebat itu bisa berbicara dengan beberapa hewan: burung, kupu-kupu dan semut.”
“Sepertinya wanita itu benar-benar hebat, Bu.” Sarayu ingat dirinya dulu mengatakan hal itu ketika mendengar kehebatan dari wanita hebat yang lahir dalam keluarganya dan menjadi legenda dalam sejarah keluarganya turun temurun.
“Dia memang wanita hebat, Sarayu. Dia adalah wanita hebat yang hanya lahir setelah beberapa generasi saja. . . Dan ketika wanita itu lahir, dia akan selalu menjadi pelindung bagi kaumnya. Hanya saja. . .”
“Hanya saja apa, Bu?”
__ADS_1
“Wanita hebat yang selalu menjadi legenda itu hanyalah penjaga yang lahir dengan tujuan tertentu.”
Sarayu menatap ibunya dengan wajah bingung. “Bukankah Ibu tadi mengatakan jika wanita hebat itu adalah wanita yang istimewa dan hanya lahir setiap generasi tertentu?”
“Itu benar.”
“Lalu kenapa sekarang Ibu mengatakan bahwa wanita hebat yang menjadi legenda itu hanyalah penjaga saja?”
Sarayu menatap Ibunya. Bibir Ibu Sarayu terus berkata menjawab pertanyaan dari Sarayu. Hanya saja. . . kali ini Sarayu tidak dapat mendengar suara yang keluar dari mulut Ibunya. Sarayu juga tidak bisa membaca gerak bibir ibunya dengan jelas untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.
“Ibu!! Aku tidak bisa mendengar ucapanmu!” Sarayu berusaha meminta ibunya mengulangi ucapannya. Namun Ibunya itu semakin hilang dari pandangannya dan meninggalkan Sarayu dalam kegelapan yang dalam seorang diri.
“Apa yang akan Tuan lakukan dengan wanita ini?” Knight Two memberanikan dirinya bertanya kepada Knight One yang masih membawa tubuh Sarayu dalam keadaan tidak sadarkan diri dalam dekapannya.
“Aku masih belum memikirkannya. Untuk sementara. . . siapkan kamar khusus untuknya di samping ruanganku. Lalu siapkan rantai yang panjang untuk dipasangkan di kakinya agar wanita ini tidak bergerak jauh dari kamarnya.” Knight One menatap wajah Sarayu yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan senyuman kecil.
“Saya mengerti, Tuan. Lalu setelah itu, apa yang akan Tuan lakukan padanya? Tuan lihat sendiri, kemampuan milik wanita ini benar-benar mengerikan. Di saat terdesak tadi. . . dia mampu meniru kemampuan rekannya dan menggunakannya seperti kemampuannya sendiri. Melihatnya saja., saya yakin bahwa kemampuannya sama dengan milik Knight Three, Tuan. Wanita ini berbahaya jika berada di pihak lawan.”
Knight One meletakkan tubuh Sarayu di dalam ruangannya sendiri sembari menunggu ruangan yang akan disiapkan oleh Knight Two khusus untuk Sarayu. Knight One duduk di samping Sarayu yang terbaring dan kemudian membelai lembut rambut hitam Sarayu. “Aku tahu itu, Knight Two. Wanita ini memang berbahaya jika berdiri di sisi lawan. Karena itu. . . aku membawanya kemari dengan niat untuk mencuci otaknya dan membuatnya berada di sisi kita. Mungkin akan sedikit menyakitkan baginya merasakan hal itu, tapi keadaan itu akan lebih baik dari pada harus membunuh wanita ini dan membuat kemampuannya hilang dari dunia ini. Dengan bantuan darinya. . . tujuan kita semua untuk meruntuhkan semua negara dan membuatnya berada di bawah Aliansi Arael akan dengan cepat tercapai.”
__ADS_1
“Itu rencana yang bagus, Tuan. Saya tidak mengira Tuan telah menyiapkan rencana khusus untuk wanita ini. Tadinya saya mengira Tuan akan membunuhnya setelah beberapa hari ini wanita ini selalu menghancurkan semua rencana kita.”
Knight One menatap tajam ke arah Knight Two. “Tadinya aku berpikir begitu, Knight Two dan sempat ragu-ragu untuk membawa wanita ini kemari. Tapi setelah melihat bagaimana di dengan mudahnya membuat kita berlima terdesak, aku sangat menyayangkan kemampuan miliknya. Jika kita bisa membuatnya berada di pihak kita, kenapa kita harus membunuhnya??”
“Jika begitu. . . saya akan meminta pihak Aliansi untuk menyiapkan peralatan dan persiapan untuk melakukan cuci otak kepada wanita ini, Tuan.”
Knight One menganggukkan kepalanya. “Lebih cepat, lebih baik. Dan juga. . . tolong kirim seseorang pelayan wanita kemari. Harus ada wanita yang menjaganya untuk mengganti pakaiannya.”
“Saya mengerti, Tuan. Setelah ini. . . saya akan membawa pelawan wanita khusus untuk wanita ini, Tuan.”
Knight Two kemudian keluar dari ruangan milik Knight One dan meninggalkan Knight One seorang diri bersama dengan Sarayu yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Knight One kemudian membuka sepatu milik Sarayu dan meletakkannya di meja di samping tempat tidurnya. Setelah melepas kedua sepatu milik Sarayu, Knight One juga membuka jas hitam milik Sarayu untuk mengambil dua pistol milik Sarayu. Sayangnya. . . kedua pistol itu tidak ada di tempatnya dan mungkin saja terjatuh ketika Sarayu kehilangan kesadarannya setelah kehilangan semua tenaganya ketika melawan Knight One.
“Sayang sekali dua senjata itu tidak ada. . .” gumam Knight One. “Padahal di antara semua senjata milikmu, aku paling tertarik dengan dua pistol milikmu itu. Bagaimana pistol itu membuat semua senjata berubah menjadi komponen hanya dengan satu tembakannya? Aku benar-benar penasaran konsep apa yang kamu gunakan untuk membuat senjata itu?”
Knight One menarik selimut miliknya dan kemudian menggunakannya untuk menyelimuti tubuh Sarayu yang terbaring tidak sadarkan diri.
“Yah kita masih punya banyak waktu untuk mencari tahu tentang hal itu. . .” Knight One memandang ke jendela ruangannya dan memikirkan semua hal yang terjadi sebelum Sarayu akhirnya berhasil ditangkapnya. Dalam ingatannya yang membuat Knight One melihat kembali perkembangan pertarungannya melawan Sarayu yang benar-benar di luar dugaan. “Seharusnya tadi. . . kau bisa mengalahkan kami dengan mudah jika kau tidak kehabisan tenagamu itu karena berusaha untuk melindungi warga sipil tidak berguna itu.”
Sekarang pertanyaannya adalah kenapa Knight Three tidak bisa mengopi kemampuanmu, Savior? Dan kenapa Knight Two, tidak bisa memasuki pikiranmu itu untuk mengendalikanmu? Akan lebih mudah jika kau bisa dikendalikan oleh Knight Two. Kenapa hanya kau yang berbeda? Apa benar kemampuanmu itu sama dengan kemampuan Knight Three seperti apa yang kami lihat?
Knight One melihat ke arah sepatu roda milik Sarayu dan kemudian memandang ke arah Sarayu yang masih tidak sadarkan diri dan terbaring di atas tempat tidur miliknya. Aku penasaran akan hal itu. Kau benar-benar berhasil membuatku penasaran denganmu, Sarayu.
__ADS_1