THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 30 SERANGAN PERTAMA PART 2


__ADS_3

Dari tempatnya berada, Ethan melihat kamera CCTV yang sedang menampilkan keadaan Sarayu saat ini. Berkat Forth, hal itu menjadi mungkin karena Forth mampu memanipulasi semua teknologi yang ada. 



“Sekarang kita tahu kemampuan dari Knight Five, Dylan,” ucap Ethan. “Bagaimana dengan First dan lainnya??” 



“Kita beruntung, Ethan, karena Knight Four itu adalah pengendali api sedangkan di tim kita ada Fifth yang mengendalikan air. Jika saja posisi mereka terbalik dan Knight Four saat ini berada di tempat Savior, mungkin akan lain ceritanya.” 



Ethan menganggukkan kepalanya setuju. “Mungkin kali ini kita memang benar-benr beruntung, Dylan.” 



“Lalu bagaimana dengan Knight Three? Apakah kemampuan Knight Three sudah ditemukan?” 



Ethan menggelengkan kepalanya. “Belum. Pria itu sejak tadi hanya bicara saja tanpa menggunakan kekuatannya.” 



\*



Winner’s POV



 



Di depan Bahram saat ini melayang logam-logam besi yang siap untuk menghunjam tubuhnya. Tanganku bergetar membayangkan tubuh Bahram yang kecil itu jika seluruh logam-logam itu menancap di seluruh tubuhnya. 



“Bahram, lari!!!” Aku berteriak dengan harapan Bahram akan menyelamatkan dirinya. Namun. . . Bahram tetap berdiri di tempatnya dengan tanpa rasa takut sekalipun. Entah waktu yang melambat atau entah mataku yang tidak melihat dengan jelas, aku tidak tahu. Tapi begitu aku mengedipkan mata beberapa kali, sepatu yang digunakan Bahram tiba-tiba berubah. Di sepatu yang Bahram kenakan muncul sepasang roda. 



“Ruyi.” Aku mendengar Bahram menyebut nama Ruyi yang kalau tidak salah aku inga, itu adalah nama dari tongkat merah miliknya. 



Dalam sekejap mata, tongkat merah itu muncul dan kini sudah berada di genggaman tangan kanan Bahram. 



“Oh sepertinya kamu pengguna senjata seperti rekanmu yang bernama First, pria mungil,” ucap pria yang tadi mengenalkan dirinya sebagai Knight Three kepada Bahram. 



Selang beberapa detik, logam-logam besi yang tadi melayang tiba-tiba bergerak menuju ke arah Bahram hanya dengan gerakan tangan dari pria yang mengenalkan dirinya dengan nama Knight Five. 

__ADS_1



Wusssssshhhhhhh. Suara dari logam-logam yang bergerak memecah udara itu membuatku semakin merasa takut dan membayangkan Bahram-pengawal baruku itu kehilangan nyawanya seperti Andi-manajer pertamaku. 



Wussssshhhhhhhh. Aku menutup mataku, tidak sanggup melihat apa yang ada di dalam bayanganku menjadi kenyataan. 



“Bagaimana bisa kamu menghindarinya?” 



Pertanyaan yang kudengar dari suara pria bernama Knight Three itu, membuatku memberanikan diri untuk melihat ke arah Bahram. Dia baik-baik saja? Aku terkejut melihat logam-logam besi yang tadi melayang dan harusnya menghunjam tubuh Bahram kini berhenti beberapa senti tepat di depan Bahram. 



“Sepertinya kalian terlalu meremehkanku.” Bahram kemudian mengangkat tangan kirinya yang bebas dan membuat semu logam yang tadi berhenti tepat di depannya, kembali kepada pemiliknya. 



Wussssssshhhhhhhh. 



Dengan segera pria yang bernama Knight Five menahan logam-logam itu dan mmebuat semua logam itu terjatuh ke lantai. 



“Kyaaaaaaa. . . “ Keributan kemudian terjadi ketika pengunjung mall melihat pemandangan yang mengerikan karena dua Knight dari Aliansi Arael. 




“Lari! Ada \*\*\*\*\*\*\*!” 



Keributan itu semakin menjadi-jadi karena teriakan beberapa orang yang ketakutan melihat pemandangan itu. Aku tidak heran jika semua orang yang melihat pemandangan di depanku saat ini, akan terkejut dan ketakutan. Pada dasarnya orang-orang di sini-yang masih hidup dalam damai di tengah peperangan yang terjadi, tidak pernah melihat peperangan yang sebenarnya sedang terjadi. Mereka bahkan tidak pernah membayangkan jika perang yang sedang berlangsung ini melibatkan orang-orang dengan kemampuan “aneh” yang hanya ada beberapa jumlahnya. 



“Knight Three, apakah kamu sudah bisa menyalinnya??” Knight Five yang memanggil logam-logam lagi dan berusaha menyerang Bahram, bertanya kepada rekannya. Aku tidak mengerti maksud dari pertanyaannya itu, tapi aku membuat dugaan kecil. 



“Aku tidak bisa melihat apapun tentang dirinya. Pria mungil ini seperti cangkang kosong, Knight Five.” 


` “Baiklah kalau begitu, tetap diam di belakangku, Knight Three!” Setelah mengatakan hal itu, pria dengan nama Knight Five kemudian mengayunkan tangannya lagi dan membuat logam-logam yang melayang itu kembali menyerang ke arah Bahram lagi. 


Namun sekali lagi. . . Bahram membalas hal yang sama. Bahram mengayunkan tangan kirinya yang masih bebas dan kemudian membuat logam-logam itu berbalik kembali kepada pemiliknya. Akan tetapi tidak seperti sebelumnya, Bahram kali ini tidak diam menunggu lawannya begitu saja. Bahram bergerak dengan cepat dengan sepatu rodanya ke arah samping kanan dan berniat untuk menyerang Knight Five. 



Knight Five yang berhasil menghindari logam-logam yang kembali kepadanya, segera bereaksi dan membuat perlindungan dengan logam-logam yang dipanggilnya lagi. Logam-logam itu bersiap untuk menyerang Bahram lagi. Namun kali ini. . . Bahram sepertinya tidak berniat menghindari logam-logam itu. 

__ADS_1



“Ruyi, memanjang!” 



Tepat sebelum logam-logam itu menyentuh ke arah Bahram, tongkat merah milik Bahram itu mengubah ukurannya menjadi sangat panjang hingga menyentuh langit-langit mall yang berada di lantai enam. Bahram yang masih memegang tongkatnya kemudian naik ke atas mengikuti ukuran panjang tongkatnya dan terhindar dari serangan Knight Five. 



Tidak hanya itu saja, tangan kiri Bahram yang bebas kembali bergerak dan kali ini mengarah ke arah Knight Five dan Knight Three. Entah apa yang terjadi, tapi tiba-tiba saja Knight Five dan Knight Three terhempas ke belakang dengan kencang hingga menabrak tembok di belakang mereka. 



Wussssshhhhhhh. Bukkkk. . . 



“Apa yang terjadi?”


 Rudi yang terkejut berteriak tepat di samping telingaku dan membuatku yang sejak tadi fokus melihat Bahram, kemudian mengalihkan pandanganku ke arah Rudi dengan tatapan tajam. “Jangan berteriak di telingaku! Dari pada kau berteriak begitu bantu aku dengan menenangkan wanita-wanita ini.” 


Manajer dan tiga karyawati butik, menangis dengan gemetar melihat pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Satu di antaranya bahkan membuat doa pada Tuhan jika hari ini tidak pulang ke rumah dengan selamat. 


“Sial!” Pria bernama Knght Three mengumpat dengan keras karena tubuhnya yang terhempas dan menabrak tembok di belakangnya. “Dia menguasai angin. Pria mungil itu mampu memanggil dengan tangannya!” 



“Apa ini mungkin, Knight Three? Melihatnya menggunakan senjata itu, aku merasa dia adalah pengguna senjata seperti First.” 



“Itu benar.” 



Ketika dua pria-Knight Three dan Knight Five sedang berdebat, Bahram melancarkan serangannya lagi. 



“Ruyi, memanjang!” Tongkat merah milik Bahram memanjang lagi dan kali ini ukurannya lebih panjang dari sebelumnya. Bahram mengayunkan tongkat itu dan kemudian menghempaskan Knight Five dan Knight Three ke arah pembatas lantai. 



Tarrrrrrr. . . kaca pembatas yang tebal itu bahkan tidak mampu menahan ayunan tongkat merah milik Bahram. Knight Five dan Knight Three, kemudian terjatuh dari ketinggian sekitar 18 meter. 



“Uwahhhhhh. . .” Rudi berteriak dengan mulut terbuka karena terpana melihat kemampuan dari Bahram. 



Tapi sikap terpana itu tidak bertahan lama karena Knight Five dan Knight Three muncul kembali dengan menggunakan logam-logam yang dipanggil oleh Knight Five. 



“Untung saja, kamu bergerak dengan cepat, Knight Five!” Knight Three yang berdiri di atas plat besi yang besar memberikan pujiannya kepada Knight Five. 

__ADS_1



Sepertinya situasi ini tidak akan semudah yang aku pikirkan. Aku melihat ke arah Bahram dan masih tidak menemukan sedikit pun rasa takut di tubuhnya. 


__ADS_2