
Di markas Aliansi Arael.
“Knight Five!!!” Knight Three berteriak memanggil nama Knight Five ketika melihat kembali sosok Knight Five yang telah menghilang selama satu hari lamanya. “Apa kau baik-baik saja, Knight Five?”
Knight Five menganggukkan kepalanya. “Aku baik-baik saja, Knight Three.”
“Kau yakin??” ulang Knight Three yang masih merasa tidak yakin. Knight Three bahkan melihat ke seluruh tubuh Knight Five dengan memutarinya, untuk memeriksa dengan mata kepalanya sendiri bahwa Knight Five benar-benar baik-baik saja seperti ucapannya.
“Berhentilah bersikap berlebihan, Knight Three!!!!!” Knight Two yang kesal melihat cara Knight Three memeriksa Knight Five membuka mulutnya, mengeluarkan pendapatnya kepada Knight Three. “Apa kau tidak lihat jika Knight Five baik-baik saja seperti ucapannya??”
“Ya,” tambah Knight Four, “dari tempatku berdiri pun, aku sudah bisa melihat jika Knight Five itu baik-baik saja, Knight Three.”
“Ta-tapi aku kan hanya memeriksa keadaan dari Knight Five. Aku memeriksanya karena aku merasa bersalah karena telah membuat Knight Five menghilang entah ke mana selama sehari ini. Tidak bisakah kalian melihat wajahku yang sedang merasa bersalah ini??”
“Aku melihatnya, Knight Three,” balas Knight Five. “Tapi. . . seperti yang dikatakan oleh lainnya, aku benar-benar baik-baik saja seperti yang mereka lihat.”
“Sudah kubilang bukan??” Knight Two membalas lagi dengan penuh penekanan. “Knight Five memang baik-baik saja seperti yang terlihat.”
“Ya. . . ya. . . ya. . . aku mendengarnya, Knight Two.” Knight Three menatap Knight Two dengan pandangan tajam tapi dengan wajah pasrahnya.
Knight One yang sejak tadi hanya diam mendengarkan dan duduk di kursinya, kemudian bangkit dan berjalan mendekat ke arah Knight Five. “Kau yakin baik-baik saja, Knight Five??”
“Saya baik-baik saja, Tuan. Maaf telah membuat semua orang khawatir.” Knight Five menundukkan kepalanya kepada Knight One.
“Syukurlah kalau begitu. Aku senang sekali kau kembali dalam keadaan selamat, Knight Five. Kau tahu bukan, jika aku ini paling sedih jika kehilangan seseorang??”
Knight Five menganggukkan kepalanya. “Saya tahu itu, Tuan. Sekali lagi, mohon maaf karena telah membuat kalian semua khawatir padaku.”
“Baiklah karena kau baik-baik saja, sekarang jelaskan pada kami semua ke mana kau pergi menghilang??” ujar Knight One kali ini dengan suaranya yang berubah menjadi berat dan lebih dingin.
Knight Five tahu dengan baik, Tuannya ini adalah orang yang tidak suka berlama-lama dengan basa basi dan pertanyaan mengenai keadaannya adalah sekedar basa basi sebelum bertanya tentang ke mana dirinya menghilang.
“Ke masa lalu, Tuan.”
__ADS_1
“Tepatnya ke mana itu??” tanya Knight One lagi.
“Ya, aku juga penasaran ke mana perginya kau, Knight Five. Aku benar-benar tidak menyangka jika cara yang aku kira bisa membawa Savior atau Bahram itu kemari justru membuatmu terlempar ke waktu yang entah ke mana???” Knight Three membuka mulutnya lagi, tidak sabar karena rasa penasarannya.
“Masa di mana saya bersekolah, Tuan.”
“Benarkah??” Knight One kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya duduk kembali dan melemparkan tatapan datar ke arah Knight Five.
“Ya, Tuan.”
“Apa kau bertemu dengan Bahram dan Winner di sana, Knight Five??” Knight One masih terus bertanya seolah sedang menginterogasi rekannya-Knight Five.
“Tidak, Tuan. Saya hanya seorang diri di sana.”
“Baiklah kalau begitu, kau bisa beristirahat lebih dulu, Knight Five. Istirahatlah selama dua hari ini dan kita akan melanjutkan kembali rencana kita,” jelas Knight One.
Knight Five menundukkan kepalanya lagi sebagai ucapan terima kasihnya kepada Knight One. “Terima kasih banyak, Tuan.”
“Ya, istirahatlah dengan baik, Knight Five,” tambah Knight Three dengan wajah bersalahnya.
“Bagaimana menurutmu, Knight Two? Apa menurutmu, Knight Five berbohong kepada kita??”
“Tidak, Knight One. Knight Five tidak berbohong kepada kita. Apa yang ada di dalam pikirannya, sesuai dengan apa yang diucapkannya kepada kita.”
“Sayang sekali. . .”
Knight Five yang mendengarkan percakapan kecil itu sudah belajar bagaimana membentengi pikirannya dari Knight Two yang mampu mengendalikan pikiran dan menghipnotis seseorang.
“Apa yang Tuan harapkan?” Knight Four bertanya untuk memastikan dugaan di kepalanya saat ini. “Apa mungkin Tuan berharap jika Knight Five akan bertemu dengan pengawal Winner itu dan menangkapnya?”
“Ya, memang itulah yang aku harapkan.”
“Kenapa Tuan benar-benar ingin menangkap pengawal dari Winner itu??” Kali ini giliran Knight Two yang bertanya Knight One. “Saya tahu jika Knight Three tidak bisa mengopi kemampuannya, tapi bukankah kemampuannya yang sebenarnya hanyalah mengendalikan angin?? Kemampuan lainnya seperti menggunakan tongkat merah, dua pistol miliknya dan sepatu rodanya, kita pasti akan bisa menirunya di masa depan jika Knight Three bertemu dengan orang yang membuat ketiga benda itu.”
__ADS_1
Tuk. . . tuk. . . tuk. . . Knight One mengetukkan jarinya ke meja di depannya sebelum memberikan perintah kepada Knight Two. “Knight Two, kau ingat bencana tsunami yang pernah terjadi di tahun 2020, yang menyerang negara asal Winner??”
Knight Two menganggukkan kepalanya. “Saya ingat, Tuan.”
“Bagaimana dengan kalian, Knight Three? Knight Four?” Kali ini Knight One bertanya kepada Knight Three dan Knight Four. “Apa kalian tahu tentang bencana itu?”
“Saya mengingatnya, Tuan. Itu adalah bencana tsunami terbesar dan terburuk dalam sejarah,” ujar Knight Four.
“Bagaimana denganmu, Knight Three??” Knight One melihat ke arah Knight Three yang hanya diam saja.
“Mohon maaf, Tuan. Ingatan saya ini begitu buruk.”
Knight One melihat ke arah Knight Four dan Knight Four yang menyadari tatapan dari Knight One pada dirinya, langsung menjelaskan bencana tsunami itu kepada Knight Three yang memiliki ingatan yang buruk itu.
“Bencana tsunami terbesar itu terjadi pada tanggal 26 Desember 2020 di negara Indonesia. Pusat gempa berjarak 10 Km dari daratan pulau J. Tsunami itu memakan korban hampir satu juta nyawa hanya dalam 30 menit ketika menerjang daratan,” jelas Knight Four. “Tapi bukan hanya hal itu saja yang membuat bencana tsunami itu menjadi terkenal.”
“Kalau bukan hal itu, lalu apa??”
“Kota J yang berada paling dekat dengan pusat gempa dan seharusnya seluruh warganya menjadi korban dalam bencana itu, justru berada dalam keadaan baik-baik saja. Entah bagaimana kota J yang seharusnya terkena gelombang tsunami, tidak terkena sama sekali-seolah ada yang melindunginya.”
“Tuan!” panggil Knight Two. “Mungkinkah alasan Tuan begitu ingin menangkap pengawal Winner itu adalah karena hal itu???”
Knight One menganggukkan kepalanya. “Akhirnya kau sadar juga, Knight Two.”
“Tapi bagaimana Tuan bisa yakin jika kejadian saat itu adalah ulah pengawal Winner?? Kejadian itu sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu terjadi dan seperti yang kita ketahui pengawal Winner itu mungkin masih belum berusia 30 tahun-yang itu artinya saat bencana itu datang, dia hanyalah remaja yang masih tidak tahu apa-apa??” tanya Knight Two yang masih tidak mengerti.
“Tunggu!!” Knight Three menyela. “Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan?? Aku masih tidak mengerti.”
“Pelindung angin milik gadis itu, benar-benar menarik. Awalnya aku tidak mengenalinya ketika ukurannya kecil dan hanya digunakannya untuk melindungi Winner dan beberapa orang. Tapi saat Knight Five menghilang, aku menyadari sesuatu. Bagaimana jika pelindung angin milik gadis itu berukuran besar dan mampu melindungi satu kota?? Apa yang terjadi jika gads itu juga terlempar ke masa lalu seperti yang dialami oleh Knight Five???” ujar Knight One.
“Jika pengawal Winner itu juga terlempar ke masa lalu, maka tidak aneh jika kota J yang seharusnya terkena tsunami dan hancur lebur, masih baik-baik saja hingga kini,” ucap Knight Two.
“Itu benar dan satu hal yang harus kalian tahu, kota J yang kalian sebutkan tadi adalah kota di mana Knigt Five pernah tinggal untuk waktu yang lama.”
__ADS_1
“Apa????” Knight Two, Knight Three dan Knight Four terkejut bersamaan ketika mendengar ucapan dari Knight One
Sementara itu Knight Five yang mencuri dengar ucapan itu, hanya bisa menekan dadanya agar jantungnya tidak berdetak kencang. Tidak akan lama lagi sampai semua orang tahu hubunganku dengan pengawal Winner itu. Dan jika hal itu terjadi. . . mereka akan memanfaatkan identitasku yang sebenarnya sebagai Redo untuk membuat Sarayu berpihak kepada Aliansi Arael. Jika hal itu terjadi. . . apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku membuat cinta pertamaku itu mengikutiku kemari karena hutangku kepada Knight One atau aku harus membuatnya menjauh dengan tujuan melindungi dirinya?