
Di markas Pasukan Perdamaian Dunia
“Tuan Ethan, kami sudah menemukan lokasi Savior!” ucap Second.
Ethan yang sejak tadi merasa sangat gelisah sejak menghilangnya Sarayu bersama dengan Winner, hanya bisa mengandalkan Second dan Forth yang berusaha untuk menemukan keberadaan Sarayu. “Di mana mereka?? Katakan padaku.”
“Tuan ingat, tsunami terbesar dan tsunami paling mengerikan dalam sejarah??” balas Forth melalui saluran komunikasi.
“Aku ingat tsunami itu,” jawab Dylan.
“Tsunami terbesar dan mengerikan dalam sejarah??” Ethan berbalik bertanya karena tidak mengingat tsunami paling mengerikan dan terburuk sepanjang sejarah yang pernah ada. “Aku tidak ingat, Forth. Jelaskan padaku sekarang!”
“Bagaimana kamu bisa tidak mengingatnya, Ethan??? Tsunami itu adalah satu-satunya tsunami yang menarik banyak perhatian karena menjadi tsunami terbesar dengan jumlah korban terbanyak dan juga memiliki fenomena aneh ketika tsunami itu terjadi,” tambah Dylan.
“Tsunami terbesar dalam sejarah sekaligus tsunami paling mengerikan, itu terjadi pada tanggal 26 Desember 2020. Tsunami itu terjadi di negara Indonesia tepatnya 10 Km dari pulau J di mana kota J lah yang memiliki jarak terdekat dengan pusat gempa. Tsunami itu menerjang hampir satu pulau J di mana seluruh bagian selatan dari pulau J hancur terkena amukan gelombang laut itu. Korban dalam gelombang tsunami itu diperkirakan hampir satu juta jiwa karena gelombang itu menyerang di siang hari di mana banyak orang sedang bermain di pantai.”
Ethan dan Dylan yang mendengarkan penjelasan dari Forth itu merasa sedikit bingung. Ethan kemudian bertanya lagi kepada Forth karena masih tidak mengerti. “Lalu apa hubungannya tsunami di tahun 2020 itu dengan hilangnya Savior??”
“Sebagai ilmuwan, aku juga tidak mengerti, Forth,” tambah Dylan. “Apa hubungannya tsunami yang mengerikan itu dengan hilangnya Savior saat ini? Tunggu!! Mungkinkah yang kamu maksud adalah fenomena yang hingga kini masih dicari jawabannya itu, Forth??”
__ADS_1
“Itu benar, Tuan Dylan. Kota J dalam amukan tsunami itu adalah kota di mana Savior tinggal dan dibesarkan. Jika kita tidak salah menghitungnya, saat itu Savior masih berusia antara 17 hingga 18 tahunan. Di mana di profil database yang kita miliki, Savior masih bersekolah di kota itu.”
“Lalu?” Ethan menyela ucapan dan penjelasan dari Forth.
“Di sinilah letak keanehannya, Tuan. Tolong lihat ke monitor, saya akan mengirimkan gambaran terjadi tsunami di kota J kepada Tuan,” jelas Forth.
Ethan kemudian melihat ke monitor seperti permintaan Forth. Tidak lama kemudian sebuah video yang menggambarkan terjadinya bencana tsunami di tahun 2020 itu diputar dan tidak butuh waktu lama bagi Ethan untuk menangkap keanehan yang dimaksud oleh Forth.
“Aku ingat, profesorku dulu begitu terobsesi untuk menemukan penjelasan dari fenomena aneh itu. . .” ujar Dylan.
“I-itu. . .” Ethan yang terkejut, menunjuk ke arah monitor dan bicara dengan sedikit gagap. “Ba-bagaimana kota J yang berada paling dekat dengan lokasi gempa dan gelombang tsunami, justru baik-baik saja dan sama sekali tidak tersentuh oleh air laut??”
“Dulu. . . banyak ilmuwan yang penasaran dan ingin tahu tentang apa yang terjadi saat itu, Tuan. Hingga saat ini, banyak ilmuwan yang penasaran dengan fenomena aneh yang melindungi kota J dari serangan bencana tsunami itu dan menyelamatkan banyak warganya. Tapi saat ini ketika melihat kejadian itu lagi, saya yakin bahwa yang melindungi kota itu adalah Savior yang terlempar ke masa lalu, Tuan,” jelas Forth dengan keyakinannya. “Perisai angin milik Savior yang baru-baru ini dilakukannya untuk melindungi Winner, sama persis dengan perisai yang melindungi kota J di tahun 2020 itu, Tuan. Kubah angin itu adalah buatan Savior, Tuan. Saya yakin.”
Ethan menatap tidak percaya pelindung milik Savior yang baru beberapa bulan bergabung di Pasukan Perdamaian Dunia, kini sudah mampu melindungi satu kota. Lebih buruknya lagi pelindung angin berbentuk kubah itu rupanya sudah tercatat dalam sejarah dan menjadi fenomena aneh yang selama ini dicari-cari oleh banyak ilmuwan untuk menjelaskan alasan kota J sebagai satu-satunya kota yang selamat dari amukan bencana tsunami terbesar dalam sejarah.
“Bagaimana denganmu, Second??” tanya Ethan masih tidak percaya. “Kamu berpikir hal yang sama dengan Forth, karena alasan itu??”
Second menganggukkan kepalanya. “Ya, Tuan. Hanya Savior yang bisa melakukan itu dan itulah satu-satunya cara baginya agar kita bisa menemukan dirinya yang hilang karena tidak sengaja terlempar dari ke waktu lain.”
__ADS_1
“Kalau kalian benar-benar suah yakin jika Savior berada di sana, maka jangan buang waktu lagi! Segera jemput Savior dan bawa dia kembali ke markas!!” ucap Ethan dengan penuh harap bahwa Savior benar-benar berada di tempat yang diperkirakan oleh Forth dan Second itu.
“Baik, Tuan.” Second dan Sixth kemudian segera melakukan perpindahan waku dan perpindahan lokasi secara bersama-sama untuk menjemput Savior yang hilang karena tidak sengaja terlempar ke waktu yang lain.
“Ethan!” panggil Dylan.
“Ya?”
“Coba kau pikirkan ini! Jika Savior kita tidak terlempar ke masa lalu karena kau meminta Second dan Sixth untuk menyelamatkan Savior dari Knight One, kira-kira apakah kota J d tahun 2020 juga akan hancur seperti kota-kota lainnya??” tanya Dylan.
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”
“Jika Savior tidak membuat perisai kubah itu untuk melindungi kota J maka sudah dipastikan Savior yang masih hidup sebagai Sarayu dan masih berusia antara 17 hingga 18 tahunan itu, pasti akan mati dalam bencana tsunami itu. Lalu jika Sarayu kecil itu mati dalam bencana tsunami itu, maka di masa kini tidak ada yang namanya Savior dan sosok penyelamat dunia yang kamu lihat. Apa kau paham maksudku, Ethan??” tanya Dylan setelah memberikan penjelasan panjang kepada Ethan.
“Saya juga memikirkan hal yang sama, Tuan Dylan.” Forth dari saluran komunikasi yang mendengarkan ucapan Dylan kemudian memberikan komentarnya.
“Jadi. . . jika Savior tidak terlempar ke masa lalu, maka di masa kini tidak akan pernah ada yang namanya Savior-sang penyelamat yang aku lihat dalam masa depan, begitu?” ulang Ethan.
Dylan menganggukkan kepalanya sembari memukul pundak Ethan. “Itu benar. Melihat kejadian ini, aku sadar kemampuan mata milikmu yang mampu membaca masa depan itu sangatlah mengerikan, Ethan. Bahkan tanpa kamu ketahui, kemampuan itu menuntunmu untuk mengirim Savior ke masa lalu demi menyelamatkan dirinya di masa lalu yang berada dalam bahaya.”
__ADS_1
Ethan yang mendengarkan penjelasan dari Dylan, baru menyadari jika mata yang membuatnya menemukan Sarayu dan Savior itu benar-benar mata yang mengerikan. Ethan kemudian menatap ke arah monitor di mana video mengenai gambaran tsunami yang menyerang di tahun 2020 itu diputar. Dalam benaknya saat ini, Ethan berbicara sendiri. Bukankah itu artinya, aku punya andil dalam fenomena aneh yang terjadi pada tsunami di tahun 2020 itu?? Apa yang akan terjadi jika publik menemukan kenyataan ini? Apa yang akan mereka pikirkan tentang Savior?
Ethan terdiam melihat kembali ke arah monitor yang memutar video gambaran tsunami yang terjadi pada tahun 2020. “Bukankah ini artinya sejak awal memang kamulah orang itu, Sarayu? Melihat video ini rasanya seperti bukti bahwa kamulah orang yang ditunjuk sebagai penyelamat, Sarayu??”