
“Tuan. . .” Knight Two menghadap Knight One dengan membawa berkas-berkas di tangannya.
“Ya, Knight Two. Apa kau sudah mengerjakan tugas rahasia yang aku minta?” Knight One melirik ke arah berkas-berkas di tangan Knight Two.
“Ya, Tuan.” Knight Two memberikan berkas-berkas di tangannya kepada Knight One.
Knight One menerima berkas itu dan langsung membukanya karena rasa ingin tahunya yang sudah tertunda dalam waktu yang cukup lama. Knight One membuka satu per satu halaman dari kumpulan berkas itu sembari Knight Two memberikan ringkasan kecil dari berkas-berkas yang dibawanya.
“Seperti yang tertulis di sana, wanita pengawal Winner itu bernama Sarayu. Wanita itu berasal dari negara kelompok netral yang sama dengan Winner.”
“Sepertinya dugaanku memang benar adanya,” sela Knight One dengan senyuman puas di wajahnya ketika melihat foto wajah Sarayu yang ada di dalam berkas yang dibawa oleh Knight Two. “Aliansi Ingmar melanggar peraturannya sendiri dan menginjakkan kakinya di salah satu negara anggota kelompok negara netral karena ingin menemukan gadis ini. Entah bagaimana Ethan bisa menemukan gadis ini dan ini juga menjelaskan alasan beberapa kali Ethan selalu bisa membaca langkah-langkah kita. Mungkin ini ada hubungannya dengan kemampuan khusus miliknya.”
“Sepertinya begitu, Tuan. Hanya saja. . . karena selama ini Ethan yang Tuan maksud tidak pernah keluar dari markasnya, kita masih belum bisa memastikan kemampuannya yang sebenarnya.” Knight Two menambahkan pemikirannya setelah melakukan pencarian dari tugas khususnya yang diberikan secara rahasia oleh Knight One.
“Lalu apa lagi yang kita temukan di sini?”
“Wanita pengawal Winner itu sepertinya punya cerita yang unik dalam hidupnya ketika saya berusaha mencari tentang dirinya.”
“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, Knight Two?” Knight One menyipitkan matanya melihat ke arah Knight Two.
“Sebelum menjadi anggota dari Aliansi Ingmar, wanita itu hanyalah penulis biasa yang tidak terkenal dengan nama Bahram. Dia menulis banyak novel dengan genre fantasi. Kehidupannya biasa dengan keluarga yang biasa. Hanya saja. . . wanita itu kuliah di kampus yang sama dengan Winner dan sepertinya keduanya saling mengenal satu sama lain, sebelum akhirnya bertemu menjadi Tuan dan Pengawal.”
“Menarik sekali. Gadis biasa dengan kehidupan biasa ini rupanya mengenal seseorang yang berbeda dengan dunianya,” potong Knight One.
__ADS_1
“Ketika saya mencari hubungan wanita itu dengan Winner, saya menemukan adanya beberapa rumor yang beredar di internet, Tuan.”
“Apa yang kamu temukan?” Knight One semakin merasa penasaran terhadap Sarayu.
“Rumor mengatakan bahwa Winner pernah menaruh hati pada wanita itu. Beberapa foto lama Winner ditemukan dalam internet itu dan matanya selalu tertuju ke arah wanita itu.”
“Hahahah.” Knight One tertawa kecil mendengar penjelasan kecil dari Knight Two. “Bukankah itu hanya rumor, Knight Two? Apa kau percaya kepada rumor itu?”
Knight Two kemudian mengeluarkan tablet miliknya dan memutar beberapa rekaman video wawancara Winner di masa lalu dan vide terakhir di mana Winner melompat dari kapal yang seharusnya berpindah ketika Knight One datang untuk membawa Sarayu.
“Selama wawancaranya selama ini, Winner selalu menolak pertanyaan tentang cinta pertamanya. Winner selalu menolak dan mengatakan bahwa itu adalah kisah rahasia dalam hidupnya yang tidak ingin diketahui oleh orang-orang. Akan tetapi ketika Tuan datang untuk bertemu secara langsung dengan wanita ini, Sixth yang berusaha untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak sengaja terlibat saat itu, Winner justru melompat dari kapal dan membuat keadaan sedikit runyam bagi wanita itu.”
Knight One memutar video saat Winner melompat beberapa kali dan mengingat bagaimana Sarayu berusaha dengan keras untuk melindunginya. “Jadi. . . mungkinkah Winner ini menjadi kelemahan bagi wanita ini?”
“Ya, mengingat semua keluarga dari wanita ini sekarang berada dalam pengawasan Aliansi Ingmar secara khusus. Lalu ada satu lagi, Tuan?”
“Bisakah Tuan membuka dua halaman terakhir dari berkas yang saya berikan?”
Knight One membuka dua halaman terakhir seperti yang diminta oleh Knight Two. Baru saja melihat halaman itu, Knight One menemukan sesuatu yang tidak diduganya.
“Ini?”
“Seperti yang Tuan lihat,” jelas Knight Two. “Tuan meminta saya untuk menyelidiki Knight Five juga dan saya menemukan foto itu. Tuan mengatakan jika beberapa tahun yang lalu Knight Five mengalami kecelakaan parah yang membuatnya harus melakukan operasi wajah besar-besaran. Karena kecelakaan itu, Tuan bertemu dengan Knight Five.”
__ADS_1
“Itu benar,” jawab Knight One sembari melihat dengan jelas wajah muda dari Knight Five. “Aku bertemu dengan Knight Five karena kecelakaan dan operasi itu. Aku adalah dokter yang melakukan operasi wajah padanya dan menyelamatkannya nyawanya. Karena itu pula, Knight Five akhirnya mengikutiku. Karena negaranya membuatnya berada dalam situasi dan kondisi yang buruk, Knight Five kemudian setuju untuk ikut dalam perang ini.”
“Knight Five pernah satu sekolah dengan wanita pengawal Winner itu dan panggilan Bahram yang digunakan wanita itu sebagai nama penanya adalah nama pena dari Knight Five ketika masih sekolah.”
Knight One meletakkan berkas-berkas yang diberikan oleh Knight Two ke atas meja dan menghela nafas beberapa kali. “Apakah kau memikirkan apa yang aku pikirkan, Knight Five?”
“Ya, Tuan. Knight Five dan wanita itu pernah punya hubungan. Dalam halaman terakhir dari berkas-berkas yang saya berikan pada Tuan, ada sebuah foto yang berisi dialog tentang wanita pengawal Winner itu, Tuan.”
Knight One mengambil lagi berkas yang diletakkannya di atas meja dan membuka halaman terakhir yang dimaksud oleh Knight Two.
“. . . Foto itu adalah percakapan antara Knight Five dengan mantan kekasihnya di mana Knight Five pernah meminta wanita itu menjadi kekasih palsunya hanya untuk membuat wanita pengawal Winner itu mengakui perasaannya kepada Knight Five. Seperti yang Tuan duga, Knight Five pernah menyukai wanita itu dan mungkin hingga saat ini dia masih menyukainya. . .”
Knight One meletakkan berkas-berkas di tangannya kembali ke atas meja. “Setengah jam lagi, suruh semua Knight berkumpul di ruang rapat. Kita akan rapat untuk perang besar yang sudah kita rencakan dalam waktu lama.”
“Apakah nuklir-nuklir itu sudah siap, Tuan?” Knight Two sekaligus tangan kanan dari Knight One membuat dugaan.
“Ya dan setelah ini jika ada negara yang menolak untuk bekerja sama dengan Aliansi Arael, kita bisa menghancurkan negara-negara itu dengan membuat nuklir itu jatuh di negaranya. Hal itu bisa menjadi pelajaran bagi mereka yang selalu melawan kita.”
“Lalu bagaimana dengan wanita itu dan Aliansi Ingmar?”
“Aku punya rencana untuk itu.”
Knight Two tersenyum melihat rencana matang dari Knight One. “Baiklah kalau begitu, Tuan. Setengah jam lagi, kami akan menunggu Tuan di ruang rapat.”
__ADS_1
Setelah Knight Two keluar dari ruangannya, Knight One mengambil kembali berkas-berkas yang dibawa oleh Knight Two tadi. Knight One membuka halaman di mana foto Sarayu berada dan melihat foto itu dengan saksama.
“Bagaimana pun aku melihatnya, kau bukan wanita biasa, Sarayu. Ketika masih muda kau terlibat dengan Knight Five, Winner dan sekarang terlibat dengan Ethan-musuhku. Dan sekarang. . . kau adalah satu-satunya wanita yang memiliki kemampuan unik dari meteor itu dan membuat kami kewalahan. Harusnya. . . kamu tetap menjadi biasa saja dan bukan menjadi lawanku.” Knight One meremas kertas yang berisi foto Sarayu di dalamnya dan kemudian melemparnya ke dalam tong sampah. “Jika kau tidak bisa kubawa kemari dan berpihak padaku, maka aku harus membunuhmu dengan tanganku sendiri sebelum kau menghalangi rencanaku, Sarayu.”