THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 81 PENGORBANAN PART 1


__ADS_3

            “Denyut jantung Fifth berhenti berdetak.” Salah satu operator yang bekerja di bawah perintah Forth memberi kabar buruk kepada semua orang di ruang komando yang menyaksikan bagaimana Fiftt meregangnya nyawanya di tangan Knight Three dan Knight Five.


            “Apa kau yakin Fifth benar-benar sudah tewas?” Ethan bertanya untuk memastikan jika apa yang didengarnya adalah sebuah kesalahan.


            “Maafkan kami, Tuan. Tapi Fifth benar-benar sudah tewas,” ujar Forth dengan wajah sedih.


            “Bagaimana dengan Sixth?” tanya Seventh cemas. “Sixth juga terkena serangan itu? Bagaimana dengan Siixth?”


            Forth menggelengkan wajahnya masih dengan wajah sedih. “Dari denyut jantungnya, dia sedang sekarat, Seventh.”


            Ethan mengepalkan tangannya melihat satu rekannya telah meregangnya nyawa sementara yang lain sedang sekarat. Ethan menatap ke layar di mana Sarayu sedang berusaha keras untuk menyelamatkan Sixth yang sekarat ditambah lagi dua Knight yang masih terus menyerangnya karena Sarayu telah membunuh rekan mereka.


            Alarm tiba-tiba berbunyi. Kali ini dua alarm tanda peringatan muncul di saat yang bersamaan.


            “Alarm apa ini?” tanya Dylan panik.


            “Di saat seperti ini. . .” teriak Seventh geram.


            “Satu alarm berasal dari laboratorium Tuan Dylan dan satu lagi berasal dari arah laut yang lokasinya tidak jauh dari Markas Pasukan Perdamaian Dunia,” ucap salah satu operator di bawah  Forth.


            “Laboratoriumku?” tanya Dylan bingung. “Apa yang terjadi dengan laboratoriumku? Apa ada penyusup yang masuk?”


            “Tidak, Tuan. Hanya saja. . . kami menangkap reaksi tidak bisa dari laboratorium milik Tuan Dylan.”


            “Seventh. . “ Ethan memanggil Seventh.


            “Ya, Tuan.”


            “Pergi dengan beberapa penjaga dan Dylan untuk mengecek apa yang terjadi di sana.”


            “Baik, Tuan.”


            Seventh bersama dengan Dylan kemudian keluar dari ruang komando dan segera bergegas dengan beberapa pengawal menuju ke ruang laboratorium.


            “First. . .” Ethan memanggil First untuk bersiap kemungkinan terburuk mereka.

__ADS_1


            “Ya, Tuan.”


            “Pergi dengan Eight dan bawa beberapa pengawal untuk melihat apa yang terjadi dengan peringatan dari pantai. Aku merasakan firasat buruk dari sana,” jelas Ethan.


            “Saya mengerti.”


            “Berhati-hatilah. Karena dua Knight lain, Knight One dan Knight Two masih belum diketahui keberadaannya.”


            “Saya mengerti, Tuan.”


            First keluar dari ruang komando. Bersama dengan pasukan Aliansi Ingmar, First bergerak keluar markas bersama dengan Eighth. Sementara itu. . .  Ethan yang masih berada di ruang komando bersama dengan Third dan Forth terus mengawasi rekan-rekannya.


            “Forth. . .” Ethan memanggil Forth mengatur rencana.


            “Ya, Tuan.”


            “Minta Ninth mengaktifkan pelindung dan semua senjata pertahanan di markas. Lalu siapkan pasukan terbang milik Aliansi Ingmar untuk membantu First.”


            “Saya mengerti, Tuan.”


            Alarm berbunyi lagi dan kali ini berasal dari laboratorium di mana Dylan dan Seventh berada. Kali ini. . . panggilan masuk dari laboratorium masuk ke ruang komando.


            “Ethan!”


            “Apa yang terjadi di sana??” Ethan bertanya kepada Dylan, sementara Forth yang berada di ruang komando menampilkan semua kamera yang terpasang di laboratorium.


            “Apa kau melihatnya?? Batu-batu itu bergetar, Ethan.”        


            “Maksudmu batu pecahan meteor yang disimpan di sana, Dylan?” tanya Ethan berusaha melihat melalui tampilan kamera CCTV yang diperlihatkan oleh Forth di monitor di ruang komando.


            “Ya, Ethan. Batu yang kita miliki berjumlah sebelas buah. Dari milikmu hingga milikmu Savior. Dari milikmu hingga milik Savior, batu milik Savior adalah satu-satunya batu yang memiliki ukuran paling besar dari yang lain. Batu milik Fifth telah menghilang dari tempatnya, sedangkan batu milik Savior kini ukurannya sedikit berubah, lebih besar dari sebelumnya.”


            Tidak lama kemudian sebuah cahaya terang dan menyilaukan  masuk ke dalam ruang laboratorium di mana Dylan berada dan membuat alarm di ruang laboratorium berbunyi untuk kedua kalinya.


            Wushhh. . .

__ADS_1


            Cahaya terang dan menyilaukan itu masuk ke dalam ruang laboratorium begitu saja dan menembus dinding yang tebal seolah dinding itu tidak ada. Cahaya yang terang dan menyilaukan itu kemudian bergerak ke arah pecahan batu milik Sarayu dan menyatu dengannya.


            “Itu???” teriak Ethan terkejut dari ruang komando.


            “Apa kau melihatnya, Ethan??” Dylan melihat ke arah kamera CCTV dengan wajah ketakutan. “Pecahan batu yang lain yang entah dari mana asalnya tiba-tiba saja datang dan masuk begitu saja. Dan pecahan itu bergabung dengan batu milik Savior. Apa kau tahu apa yang aku maksud, Ethan?”


            Ethan terdiam melihat ke arah monitor di mana wajah Dylan muncul dan di sisi lain wajah Fifth yang telah membeku  karena nyawanya yang telah hilang. Batu itu. . . akan kembali ke ukuran semula jika pemilik sementaranya kehilangan nyawanya. . .


            Ethan menatap wajah semua rekannya yang terlihat di monitor di ruang komando. Setelah itu. . . Ethan melihat wajah Third yang berdiri di sampingnya dan wajah Forth yang duduk tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.  Masa depan yang aku lihat kini benar-benar akan menjadi kenyataan. Perdamaian ini. . . kekuatan yang melindungi kami dan kekuatan yang kami gunakan ini, suatu saat akan kembali pada pemiliknya. Itu artinya. . . kami akan kehilangan nyawa kami agar batu itu utuh kembali seperti semula. Ini adalah pengorbanan yang harus kami buat demi perdamaian dunia ini.


*


            Di lokasi First dan Eighth berada.


            Eighth yang pergi dengan pasukan terbang, duduk di dalam pesawat sementara First menjaga bagian pantai dengan pasukan darat. Dari dalam pesawatnya, Eighth mendeteksi gerakan aneh di laut dan menemukan banyak kapal selam berada di lautan dengan jumlah 10 buah. Dengan menggunakan teknologi milik yang dibuat oleh Forth, Eighth mendeteksi jika 10 kapal selam yang datang itu membawa banyak nuklir di dalamnya.


            “First!” Eighth menghubungi First yang berada di pantai dengan pasukan darat.


            “Ya, Eighth. Apa yang kalian temukan di sana??”


            “Sepuluh kapal selam sedang mendekat ke arah pantai dan mereka membawa banyak nuklir di dalamnya. Radar membaca reaksi nuklir dalam jumlah yang sangat banyak.”


            Memahami apa yang akan terjadi, First langsung menghubungi markas dan meminta pasukan tambahan dan meminta evakuasi besar-besaran di sekitar markas.


            “Tuan Ethan, evakuasi semua warga di dekat pantai dan markas!! Eighth menemukan jumlah nuklir yang sangat banyak di dalam kapal selam yang sedang mendekat ke arah markas kita!!”


            First baru saja menutup panggilannya ketika bunyi ledakan keras terdengar. Duarrrrrr. . . . . semua pasukan terbang yang pergi bersama dengan Eighth tiba-tiba saling menabrakkan pesawat mereka hingga hancur.


            “Eighthhhhh!!!!!!!” First berteriak melihat pesawat Eighth hancur tanpa sisa.


            “Tak ada gunanya menangisi rekanmu yang telah tewas, First.”


            Dari balik pelindung angin yang dipasang Sarayu sebelum dirinya pergi, First melihat Knight One tiba-tiba saja muncul dan menyapa dirinya.


 

__ADS_1


__ADS_2