THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 71 SAVIOR BANGUN DARI MIMPI BURUKNYA


__ADS_3

            “Aku punya ide.” Di tengah-tengah usahanya untuk membangunkan Sarayu, sesuatu terbersit dalam benaknya.


            “Ide apa??” tanya Knight Three.


            “Aku tidak bisa mengatakannya karena tidak yakin. Tapi akan lebih baik daripada usaha kita bertiga yang sia-sia untuk mendekatinya bukan??” ujar Knight Five.


            “Apa kau butuh bantuan, Knight Five?” Kali ini Knight One yang juga sudah merasa lelah, membuka mulutnya untuk membantu Knight Five.


            “Ya, Tuan. Aku butuh bantuan. Rencanaku mungkin akan berhasil jika aku bisa mendekat padanya dan untuk melakukan itu, aku butuh bantuan Tuan dan Knight Three. Apa Tuan keberatan?”


            “Tidak.” Knight One menjawab dengan singkat.


            “Bagaimana denganmu, Knight Three??” Sembari bertanya kepada Knight Three, Knight Five terus mengeluarkan logam dari tangannya untuk membuat Sarayu terkecoh.


            “Jika Knight One saja membantumu, maka aku juga harus membantumu, Knight Five.”


            “Baiklah kalau begitu. Mohon bantuan dari Tuan dan Knight Three.”


            Jika sebelumnya Knight Five yang terus maju dan berusaha untuk membuat Sarayu bangun dari tidurnya, maka kali ini yang maju adalah Knight One dan Knight Three. Knight One terus melancarkan pukulannya ke arah Sarayu dengan bantuan Knight Three yang meniru kemampuan Sixth untuk berpindah tempat dalam sekejap saja. Knight Five berpindah ke belakang dan kini bertugas untuk membantu dari belakang selagi menunggu kesempatan yang pas untuknya bergerak ke arah Sarayu.


            Dan tidak butuh waktu yang lama bagi Knight Five untuk mendapatkan celah atau kesempatan yang ditunggunya. Berkat serangan Knight One yang sekuat tenaga, Sarayu yang sejak tadi tidak bergerak dari tempatnya kini terhempas ke belakang sejauh lima puluh meter. Knight Five yang melihat hal itu segera berteriak memanggil Knight Three untuk memindahkan dirinya ke tempat di mana Sarayu akan berhenti setelah menerima serangan dari Knight One.


            “Knight Three!!! Sekarang pindahkan aku ke tempat Savior akan berhenti!!!”


            Knight Three melakukan apa yang diperintahkan oleh Knight Five kepadanya dan langsung memindahkan Knight Five ke lokasi di mana Sarayu terhenti setelah terhempas. Dalam sekejap mata, Knight Five berada di dekat Sarayu dan menangkap tubuhnya yang terhempas karena menerima serangan dari Knight One.


            Hup.


            “Aku menangkapmu.”


*


            First dan rekan-rekannya terus menunggu kesempatan untuk membawa Sarayu dan kembali ke markas mereka. Dan kesempatan itu akhirnya terlihat ketika Knight Five tiba-tiba membuat rencana untuk menangkap Sarayu dengan bantuan dari Knight One dan Knight Three. Berkat serangan yang kuat dari Knight One, Sarayu yang sejak tadi tidak bergerak dari tempatnya dan terus mengayunkan tongkat merah miliknya, kini terhempas ke belakang karena benturan dari pukulan Knight One dengan angin miliknya.


            First dan rekan-rekannya kemudian melihat Knight Five memanfaatkan serangan itu , untuk mendekat ke arah Sarayu dan benar saja. . . Knight Five yang sejak tadi gagal mendekati Sarayu, akhirnya berhasil menangkap tubuh Sarayu.


            “Dia berhasil!!” teriak Sixth dan Seventh yang terkejut melihat bagaimana Knight Five membuat rencana.


            “Apa kita akan diam saja, First?” tanya Fifth dan Second. “Jika Knight Five menangkapnya lagi dan membawanya ke dalam markas mereka, maka kita akan menghadapi masalah yang lebih besar lagi.”


            First ingin menjawab hal itu tapi perasaannya tidak yakin. First yakin jika Knight Five berhasil membawa Sarayu lagi, maka kesempatan untuk menyelamatkan Sarayu akan lebih sulit lagi. Tapi jika saat ini dirinya dan rekannya maju, melawan tiga Knight sekaligus ditambah lagi Sarayu yang masih belum membuka matanya, maka hal itu juga hal yang sulit untuk dilakukan.


            “Tidak.” Sixth tiba-tiba membuka mulutnya dan memberikan jawaban yang tidak bisa diberikan oleh First. “Ada alasan kenapa Knight Five membuat dirinya melakukan rencana itu. Kita bersiap-siap setelah ini, First!!”

__ADS_1


            First dan rekan-rekannya kecuali Sixth mengira Knight Five yang berhasil menangkap tubuh Sarayu, akan langsung memasang logam miliknya di tangan dan kaki Sarayu. Namun yang terjadi adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh First dan rekan-rekannya: Knight Five justru memeluk tubuh Sarayu sembari berusaha untuk menenangkannya dengan cara membelai lembut kepala dan rambutnya.


            “Sudah tidak apa-apa, Sarayu. Mimpi buruk itu sudah berakhir.”


            Melihat adegan itu, beberapa rekan Sarayu dari Pasukan Perdamaian Dunia terkejut melihatnya dan mengeluarkan komentar mereka,


            “Apa aku tidak salah lihat??” tanya Seventh. “Kenapa Knight Five memeluk Savior kita??”


            “Kau tidak salah lihat, Seventh. Aku juga melihat hal yang sama,” ujar Second dengan mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikannya.


            “Apa-apaan itu????” ujar Fifth tidak terima. “Berani-beraninya dia memeluk Savior kita???”


            “Aku harap aku bisa melayangkan pukulan di wajahnya itu!!” ujar First sembari mengepalkan kedua tangannya karena merasa tidak terima.


            “Aku juga ingin melakukannya, First. Seseorang bisakah kalian tangkap Knight Five itu untukku??” Kali ini giliran Third yang membuka mulutnya karena kesal melihat pemandangan itu.


            Sixth yang sudah menduga hal ini akan terjadi kemudian berteriak untuk memberi peringatan kepada rekan-rekannya yang kesal, agar bersiap. “Tahan amukan kalian dan bersiaplah!! Kita akan berpindah dan segera pergi dari sini. Seventh siapkan bomnya untuk meledak!”


            “Aye.”  


            Dalam sekejap mata, Sixth langsung memindahkan semua rekannya ke lokasi di mana Sarayu berada bersama dengan Knight Five berada.


            Begitu tiba di lokasi Sarayu berada, First dan Fifth bergerak ke depan untuk melindungi Sarayu. Seventh kemudian menekan tombol peledak di tangannya dan membuat markas Knight Arael meledak bersamaan.


            Duarrrr. . . . Duarrrrrr. . . .


            Setelah meledakkan bom yang ada di markas Knight Arael, Seventh kemudian membuat rantai untuk mengunci gerakan Knight Five dan kemudian melempar Knight Five dengan air milik Fifth menjauh dari mereka. Gerakan dan perpindahan yang dilakukan Sixth dan serangan yang dilancarkan oleh Seventh, benar-benar cepat hingga Knight One dan Knight Three tidak bisa membalasnya.


            Begitu mereka menyusul ke lokasi di mana Sarayu tadinya berada, mereka sudah terlambat, karena Sarayu sudah menghilang bersama dengan rekan-rekannya.


            “Sial!!!!!” Knight One mengutuk dengan kesal karena kehilangan Sarayu lagi.


            “Kita harus kembali, Tuan! Markasnya. . .” Knight Three berusaha menenangkan Knight One.


            “Aku tahu itu, kita kembali sekarang dan setelah membawaku kembali ke markas, pergi carilah Knight Five, Knight Three!”


            “Saya mengerti, Tuan.”


            Sementara itu di markas Pasukan Perdamaian Dunia.


            Setelah membawa Sarayu ke ruang perawatan dengan Third, Sixth bersama dengan Forth pergi menemui Ethan dan memberikan informasi yang diperoleh oleh Sixth ketika menyusup ke ruangan milik Knight One.


            “Apa ini benar, Forth?” tanya Ethan ketika melihat informasi yang ditemukan oleh Sixth.

__ADS_1


            “Saya sudah memeriksanya, Tuan. Knight Five memang benar adalah teman satu sekolah Savior. Dulu namanya adalah Redo.”


            “Bagaimana pria ini bisa berada di aliansi Arael dan menjadi Knight mereka??” Ethan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


            “Pria bernama Redo itu mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Redo berkuliah di Jerman selama enam tahun lamanya dan hendak pulang. Namun pada perjalanan pulangnya, pesawatnya mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh uji coba negara Inggris beberapa tahun yang lalu. Karena kecelakaan itu, Redo dinyatakan hilang bersama dengan penumpang pesawat lainnya dan kami mengira orang yang menyelamatkannya adalah Knight One.”


            “Lalu apa hubungan Redo dengan Savior? Apa mereka hanya sekedar teman satu sekolah saja?”


            Forth menggelengkan kepalanya. “Tidak, Tuan. Mereka punya hubungan spesial. Nama Bahram yang selalu digunakan Savior sebelum-sebelum ini adalah nama yang sama yang selalu digunakan oleh Redo dulunya. Saya rasa dua orang ini punya hubungan spesial yang tidak terlihat oleh orang lain.”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2