
“Sixth!” Dari saluran komunikasi yang terhubung dengan markas, Sixth mendengar namanya dipanggil oleh Dylan.
“Ya, Tuan Dylan.”
“Saluran komunikasiku dengan Savior terputus dan aku juga tidak bisa menghubungi Fifth.”
“Aku juga tidak bisa menghubungi Savior, Tuan. Karena dinding ini, sepertinya sengaja dipasang untukku dan menghalangi kemampuanku. Tapi. . . saya yakin Savior pasti punya cara, Tuan. Sudah berulang kal, Savior membuat keajaiban dan kali ini pun Savior pasti bisa membuat keajaiban yang lain.” Sixth berkata dengan nada suara yakin dan bangganya sembari melihat ke arah First dan Second di dekatnya yang juga mendengarkan percakapan di saluran komunikasi itu.
“Dengarkan aku, Sixth, First, Second.”
Dari balik saluran komunikasi yang terhubung sangat jauh, Sixth tahu dengan baik bahwa saat ini. . . Dylan akan mengatakan sesuatu yang mungkin tidak ingin didengarnya.
“A-apa yang ingin Tuan katakan?” Sixth merendahkan suaranya karena firasat buruk yang tiba-tiba mendatanginya.
“Dengar, Sixth. Ethan melihat gambaran masa depan lagi dan kali ini gambaran masa depan yang dilihatnya tidaklah baik seperti keinginan kita.”
“Apa yang Tuan katakan? Apa kali ini Savior akan benar-benar tertangkap oleh Knight One?”
“Ya.”
“Tidak.” Sixth menyela dengan cepat ucapan Dylan. “Sebelumnya Tuan Ethan juga pernah melihat hal ini, tapi bisa membuat Savior terhindar dari tangkapan Knight One. Jika sebelumnya bisa, kenapa sekarang tidak? Biarkan aku bicara pada Tuan Ethan, Tuan Dylan! Pasti ada cara menyelamatkan Savior dan melindunginya. Aku yakin itu.”
“Ya, Tuan. Pasti ada cara untuk menyelamatkan Savior. Eighth? Forth? Kalian pasti bisa menemukan jalan untuk membantu Savior dan menyelamatkannya.” Kali ini giliran Second yang membuka mulutnya dan bicara.
“Dengarkan aku, Sixth, Second. Kali ini Savior harus tertangkap, dengan begitu kita bisa menemukan markas Aliansi Arael dan Knight itu. Dengan begitu kita bisa menyerang markas mereka dan membuat perang ini berakhir.”
Sixth dan Second menundukkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dari mulut Dylan.
“Apa ini satu-satunya cara, Tuan?” Sixth masih berkeyakinan jika hal ini adalah salah. Mengorbankan seseorang untuk mencapai perdamaian adalah hal yang salah. “Savior adalah wanita. Jika mereka menyiksanya dan melukainya, apa Tuan bisa bertanggung jawab? Dia belum menikah, dia masih punya masa depan indah yang menantinya, dia punya Winner yang menunggunya di masa depan. Jika Tuan mengirim Savior ke tempat musuh. . .”
First yang berada di samping Sixth kemudian meletakkan tangannya di atas bahu Sixth dan berusaha untuk menenangkan rekannya ini. “Tenanglah, Sixth. Kita tahu selama ini. . . apa yang dilihat Tuan Ethan tidak pernah salah. Kemampuan Tuan Ethan melihat masa depan tidak diragukan lagi dan berkat itu, kita menemukan Savior.”
__ADS_1
“Tapi. .First. . . membiarkan Savior tertangkap adalah salah. Kita tidak bisa membiarkan rekan kita tertangkap dan kemudian disiksa!”
“Savior tahu dengan pasti risiko bergabung dengan Pasukan Perdamaian Dunia. Savior tahu dengan baik bahwa bahaya akan selalu mengejar kita karena kita melawan Aliansi Arael yang berusaha menguasai dunia dan jika dirinya tertangkap, Savior tidak akan pernah menyalahkan siapapun jika sesuatu yang buruk terjadi padanya.”
“First!” Dari saluran komunikasi, Dylan memanggil dari saluran komunikasi.
“Ya, Tuan.”
“Kau bawa tablet?”
“Ya, Tuan.” Tanpa banyak bicara First membuka tablet yang dibawanya dan memutar rekaman yang dikirimkan oleh Forth kepadanya. Begitu melihat apa yang muncul di layar tablet miliknya, First terkejut dengan apa yang terjadi di balik dinding di mana Sarayu berada saat ini. “Ini. . .”
Sixth dan Second yang menolak untuk melihat pada awalnya, kemudian langsung menarik tablet yang dipegang oleh First karena tertarik dengan reaksi First.
“Apa yang sebenarnya kau lihat hingga terkejut begini?” omel Sixth. Namun omelan Sixth itu berubah menjadi keterkejutan ketika melihat apa yang muncul di layar tablet yang dibawa oleh First. “Ini. . . Savior meniru kemampuanku??”
Sixth terkejut ketika melihat pertarungan Savior melawan lima Knight seorang diri demi melindungi warga sipil di bawahnya.
“Tuan Dylan. Apa yang sedang terjadi sebenarnya?? Kenapa Savior bisa meniru dan menggunakan kemampuan dari Sixth? Bukankah kemampuan Savior adalah pengendali angin.” First yang sadar dari rasa terkejutnya langsung mengajukan pertanyaan kepada Dylan karena tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini di balik dinding pelindung yang dibuat Knight Three.
“Mungkin kalian tidak mengetahuinya selama ini karena hanya aku dan Ethan yang menyadari hal ini. Tapi. . . kami berdua selama ini menduga bahwa kemampuan Savior sebenarnya adalah mengopi kemampuan lain sama seperti dengan Knight Three. Itulah kenapa Savior cepat sekali belajar banyak hal dan melakukan banyak hal di luar kemampuan manusia istimewa seperti kalian. Hingga saat ini Savior bisa menggunakan kemampuan pengendali angin, kemampuan menggunakan dua senjata sama seperti First, sedikit kemampuan dari Second dan Third, lalu kemampuannya untuk bicara dengan beberapa jenis hewan. Karena hal itulah, aku dan Ethan menduga Savior yang tidak menyadari kemampuannya sendiri, memiliki kemampuan mengopi kemampuan orang lain. Dan kali ini apa yang kalian lihat, telah membuktikan dugaan kami berdua.”
Tidak berselang lama, dinding pelindung yang menghalangi Sixth mengalami keretakan. Sixth menduga Savior telah menemukan cara untuk menghancurkan dinding itu.
“Kita bersiap berpindah!” teriak Sixth menyentuh pundak dua rekannya: First dan Second di dekatnya.
Seperti dugaan Sixth, tidak lama kemudian dinding penghalang yang menutup lokasi Savior kini benar-benar hancur. Dalam waktu sekejap mata, Sixth langsung berpindah lokasi dengan membawa dua rekannya dengan harapan bisa segera membantu Savior dan Fifth. Namun setelah berpindah tempat dan membuka kedua matanya, pemandangan yang tidak diinginkan oleh Sixth muncul dan menghancurkan harapan Sixth.
“Savior!!” Sixth berteriak memberitahu kedatangannya kepada Sarayu. Sixth melihat keadaan sekelilingnya dan menemukan Knight Two, Knight Four dan Knight Five telah berada dalam tangkapan Sarayu dengan menggunakan pelindung angin miliknya. Di sisi lain pelindung Sarayu yang jumlahnya tidak terhitung mengurung seluruh warga sipil dengan tujuan melindungi mereka.
“Fifth, kau baik-baik saja??” Second mendekat ke arah Fifth yang berada dalam pelindung angin milik Sarayu sembari membawa tubuh Winner.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja berkat pelindung milik Savior. Dia bahkan menyembuhkan luka-lukaku.”
Bukannya mendapat respon dari Sarayu, tidak lama kemudian Sixth justru melihat semua pelindung milik Sarayu yang dipasang untuk melindungi warga sipil hancur seperti debu termasuk pelindung yang melindungi Fifth dan Winner di dalamnya. Angin kencang bertiup bersamaan dengan hilangnya seluruh pelindung angin milik Sarayu.
“Apa yang ter-“
Sixth belum menyelesaikan kalimatnya ketika menyadari sesuatu yang buruk sedang terjadi kepada Sarayu saat ini. Sixth menengadahkan kepalanya ke atas langit dan melihat tubuh Sarau terjatuh dari ketinggian di tempatnya berada tadi. Ruyi-tongkat merah milik Sarayu yang tadi digunakan sebagai berpijak, bergerak dengan cepat untuk melindungi Tuannya. Namun tangan Sarayu yang telah kehilangan seluruh tenaganya, tidak lagi mampu menggenggam Ruyi yang berusaha untuk menyelamatkan dirinya.
“Second!!!” First berteriak memanggil Second untuk memperlambat jatuhnya tubuh Sarayu.
“Aku mengerti.” Second seolah mengerti maksud dari teriakan First dan langsung memperlambat jatuhnya tubuh Sarayu.
“Ruyi! Bantu aku menangkap tubuh Tuanmu!” Begitu jatuhnya tubuh Sarayu yang kehilangan kesadarannya mulai melambat, First memanggil Ruyi milik Sarayu yang tidak jauh dari lokasinya berada untuk menangkap tubuh Sarayu yang telah kehilangan kesadarannya. Akan tetapi sesuatu di luar dugaan terjadi sebelum Ruyi bergerak memanjangkan tubuhnya dan menjadi pijakan bagi First untuk menangkap tubuh Sarayu.
Dengan menghilangnya semua pelindung angin milik Sarayu, maka pelindung yang mengurung Knight Two, Knight Three dan Knight Five pun juga ikut menghilang. Knight Five menggunakan keadaan ini untuk menggunakan kemampuannya untuk menangkap tubuh Sarayu dan mengikatnya dengan logam miliknya.
“Tidak!” Sixth berteriak kencang ketika melihat tubuh Sarayu yang kehilangan kesadarannya kini berada dalam ikatan logam milik Knight Five dan kini bergerak ke arah Knight One.
Mendapati Tuannya yang tertangkap musuh, Ruyi kembali ke bentuk semulanya dan langsung kembali ke telinga Sarayu.
“Aku mendapatkanmu, Savior.” Knight One menangkap tubuh Sarayu yang dilepaskan dari logam milik Knight Five.
“Lepaskan, Savior!” teriak Sixth tidak terima.
“Karena wanita ini sudah bersusah payah menyelamatkan seluruh warga sipil tidak berguna ini, kali ini aku akan melepaskan mereka dan juga kalian. Jangan sia-siakan semua usaha wanita ini, dengan mencari kematian kalian.” Knight One melihat ke arah Sixth, First, Second dan Fifth dengan senyum kemenangan karena telah berhasil mendapatkan keinginannya. “Knight Three, kita kembali sekarang!”
“Baik, Knight One.”
Dalam sekejap, Knight dari Aliansi Arael menghilang dengan membawa tubuh Sarayu bersama dengan mereka.
__ADS_1