THE SAVIOR

THE SAVIOR
BAB 61 SAVIOR TERTANGKAP PART 1


__ADS_3

            Pertama. Sarayu mengurung setiap orang yang terkena hipnotis dari Knight Two ke dalam pelindung angin miliknya. Karena setiap orang berusaha untuk saling membunuh satu sama lain, Sarayu terpaksa untuk membuat satu persatu orang terkurung dengan pelindung anginnya secara terpisah. Di saat yang sama, Ruyi melindungi Sarayu dari serangan Knight One, Knight Three dan Knight Five. Begitu selesai melindungi warga sipil, tenaga Sarayu berkurang dengan sangat cepat karena membuat pelindung angin dalam jumlah yang banyak.


            “Eighth. . .” Masih dengan terus bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Knight One, Knight Three dan Knight Five, Sarayu memanggil Eighth.


            “Savior, dengarkan aku!!!” Bukan Eighth yang menjawab panggilan dari Sarayu melainkan Dylan yang kini berada di sisi Ethan yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


            “Tuan Dylan?”


            “Ya, ini aku.”


            Brukkk. . . Sarayu terpental karena Ruyi terkena pukulan dari Knight One dan mengenai dirinya. Tubuh Sarayu menabrak dinding buatan Knight Three dan mulut Sarayu berdarah karena benturan yang diterima oleh tubuhnya. Berkat itu saluran komunikasinya dengan Dylan terputus karena benturan yang sangat kencang. 


            “Kau masih tidak ingin ikut denganku bahkan setelah kau tersudut dan terluka begitu parah??” Knight One mendekat ke arah Sarayu dan menjaga jaraknya untuk tidak terlalu dekat dengan Sarayu.


            “Cih. . .” Sarayu membuang air ludahnya yang bercampur dengan darah. Rasa amis di mulutnya sekarang benar-benar membuat perutnya mual. “Tidak. . . selama aku masih hidup, aku tidak akan mau ikut denganmu. Kau dan aku tidak sejalan dalam berpikiran karena itu aku tidak mau ikut denganmu, Knight One.”


            “Bagaimana dengan Ethan? Apa kau mengikutinya karena kau setuju dengan pikirannya, Savior?”


            Sarayu terkejut mengetahui Knight One mengenal nama asli dari Zero-ketua sekaligus pemimpin dari Pasukan Perdamaian Dunia. “Ba-bagaimana kau. . .”

__ADS_1


            “Jangan kaget begitu, Savior!” Knight One memotong ucapan Sarayu yang belum selesai karena melihat tatapan terkejut di mata Sarayu. “Aku dan Ethan sudah lama saling mengenal. Hanya saja. . . aku tidak yakin dia mengenaliku atau tidak. Dia mungkin adalah musuhku, tapi aku mengagumi. Sejak perang ini pecah, dialah satu-satunya lawan yang selalu bisa menghentikanku. Ethan adalah jenderal perang terbaik dari Aliansi Ingmar dulu. Tapi sekarang. . . dia tidak pernah muncul dan hanya mengirim kalian menggantikan dirinya. Aku sungguh kecewa dengannya, padahal aku selalu menantikan pertemuanku dengannya.”


            Ini bukan saatnya bagiku untuk mendengar ocehan kecilnya tentang hubungannya dengan Tuan Ethan! Sarayu berkata di dalam hatinya. Sarayu hendak melancarkan serangan ke arah Knight One, akan tetapi serangannya terhenti ketika mata Sarayu melihat ke arah pelindung warga sipil yang menghilang karena terkena api dari Knight Four. Pelindung itu terbakar dan kemudian membakar warga sipil di dalamnya. Sarayu melupakan jika Knight Four yang telah diobati oleh Knight Three dengan meniru kemampuan dari Third, akhirnya bangun dari keadaannya tadi yang tidak sadarkan diri. Kini Knight Four bersama dengan Knight Three membakar warga sipil yang masih berada dalam hipnotis Knight Two dan berada dalam pelindung angin milik Sarayu.


            “Tidak!!!” Sarayu bergerak dengan cepat untuk ke arah warga sipil yang terbakar dan berusaha untuk menghentikan pembakaran masal itu. Menyadari kemampuan anginnya yang tidak akan berguna untuk melawan api dari Knight Four dan Knight Three yang menirunya, Sarayu melepaskan pelindung angin yang melindungi Fifth,


            “Fifth, kumohon selamatkan mereka!” Sarayu berteriak kepada Fifth.


            Namun sebelum Fifth berhasil memanggil air, Knight Five menangkap Fifth lebih dulu dan mengurung Fifth dan penjara logam miliknya. Knight Five meniru cara Sarayu untuk melindungi dan menangkap musuh dengan pelindung angin.


            “Kau benar-benar jahat, Knight One!! Kau bahkan membunuh warga tidak bersalah hanya demi mewujudkan keinginanmu!”


            Warga sipil yang terbakar tidak bisa berteriak kesakitan dan hanya memandang dengan tatapan kosong karena berada dalam pengaruh pikiran dari Knight Two dan hal itu membuat Sarayu tidak bisa menerima keadaan itu. Jika kau ada di sini, di posisiku, apa yang akan kau lakukan, Redo? Di mataku selama ini, kau selalu bisa melakukan apapun. Jika kau di sini, katakan padaku apa yang harus aku lakukan, Redo?


            Sarayu yang nyaris putus asa karena melihat warga sipil yang terus terbakar tanpa berteriak kesakitan karena berada dalam pengaruh Knight Two, tiba-tiba merasakan sesuatu dalam tubuhnya. Andai aku bisa melakukan apa yang dilakukan Sixth, Third, Second, Fifth, dan Seventh. Andai mereka ada di sini. Andai aku bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Andai aku memiliki kemampuan Knight Three yang mampu menirukan semua kemampuan orang lain.


            Sarayu mengangkat tangannya dan kemudian secara tidak sengaja memanggil air ke arah tangannya.


            “Apa yang terjadi??” Knight Aliansi Arael terkejut melihat apa yang muncul di tangan Sarayu secara tiba-tiba.

__ADS_1


            Bukannya terkejut dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, Sarayu justru tersenyum bahagia. Dengan begini. . . aku bisa menyelamatkan semua orang. Sarayu membuat bola air yang besar seperti yang dilakukan oleh Fifth selama ini. Bola air yang besar itu kemudian dilemparkannya ke arah warga sipil yang terbakar dalam diam. Sarayu kemudian berpindah lokasi dengan cepat dengan menggunakan kemampuan Sixth ke daratan di mana air berjatuhan ke arah wara sipil yang terbakar.  Begitu api menghilang, Sarayu membuat pelindung angin dan mulai menyembuhkan semua warga sipil yang terbakar dengan kemampuan Third.


            “Tuan!” Knight Two berteriak pada Knight One dan mendekat ke arah Knight One yang masih terkejut. “Kemampuan wanita itu adalah copy! Kemampuannya sama dengan Knight Three.”


            Dalam waktu singkat Sarayu menyembuhkan seluruh warga sipil yang terluka dan membuat mereka tertidur dalam pelindung angin miliknya. Setelah melakukan semua hal penting yang perlu dilakukannya, Sarayu berpindah tempat dengan menggunakan kemampuan Sixth dan mulai menyerang Knight satu persatu dengan kemampuannya. Sarayu memukul jatuh Knight Four dengan menggunakan kemampuan dari Fifth. Setelah membuat Knight Four jatuh, Sarayu mengurung Knight Five dengan pelindung angin yang dibuat dalam keadaan vakum. Tidak berhenti di situ saja. . . Sarayu juga mengurung Knight Two dengan pelindung angin yang sama dengan yang dibuat Sarayu kepada Knight Five.


            Berkat itu. . . tubuh Winner berhasil didapatkan oleh Sarayu dan menyerahkan Winner kepada Fifth. Setelah melakukan hal itu, kini musuh yang harus dihadapi oleh Sarayu hanya Knight One dan Knight Three. Sarayu berpindah tempat dengan cepat menggunakan kemampuan Sixth dan dalam perpindahan lokasi yang cepat itu, Sarayu memukul Knight One lebih dulu ke arah dinding buatan Knight Three dan menghancurkannya.


            Bruakkkkk. . . 


            Kreet. . . krettttt. . .


            Retakan muncul di dinding buatan Knight Three dan retakan itu kemudian menjalar sebelum akhirnya membuat dinding itu hancur. Senyuman muncul di wajah Sarayu ketika dinding hancur dan bala bantuan tidak lama lagi akan datang. Tapi. . . sesuatu tidak terduga terjadi di luar perhitungan Sarayu. Pandangan Sarayu dengan cepat mulai kabur diikuti dengan tubuh Sarayu yang tiba-tiba kehilangan seluruh tenaganya. Semua pelindung angin yang dipasang Sarayu untuk melindungi warga sipil dalam sekejap hilang bagai debu.


            Whusssss. . . angin kencang muncul dari hilangnya pelindung angin milik Sarayu. Pelindung yang hilang dan Sarayu yang kehilangan keseimbangannya jatuh dari atas tubuh Ruyi yang digunakannya sebagai pijakan. Ruyi yang menyadari Tuannya kehilangan semua tenaganya bergerak ke arah Sarayu untuk menolongnya. Namun tangan Sarayu sudah tidak lagi memiliki tenaga dan begitu Ruyi berada di tangannya, Sarayu tidak lagi mampu memegangnya. Sarayu yang kehilangan semua tenaganya kini jatuh bebas dan siap membentur daratan yang keras.


            Sarayu menutup matanya karena semua kelelahan yang dirasakannya dan kali ini sudah siap menerima jika dirinya kehilangan nyawanya.


 

__ADS_1


__ADS_2