
jonathan tiba dikantor dengan aura marah terpancar jelas diwajahnya.membuat semua karyawan yang berpapasan menyapanya takut-takut.
apalagi begitu mencapai lantai dimana ruang kerjanya berada,melihat wajah faisal bagai melihat samsak.tangannya langsung mengepal kuat.
"pagi bos...."
jonathan berlalu begitu saja tanpa menjawab sapaan dari bawahannya itu.
tapi faisal tetap masuk sambil membawa beberapa map ditangannya.
"siapa suruh kamu masuk?"
"saya mau ngasih ini bos"
"KELUAR!!kalau kamu ada perlu sama saya suruh novi yang kesini"
"iya bos..maaf"
faisal menunduk lesu...hanya karena faisal pernah melakukan satu kesalahan,bosnya itu jadi sering sekali memarahinya.
tiga bulan yang lalu,nyonya maria pernah meminta tolong padanya untuk mempertemukan jonathan dengan seorang wanita bernama tasya.
tapi faisal harus mengatakan pada jonathan bahwa yang akan ditemuinya itu adalah salah satu klien perusahaan dan bukan wanita kenalan ibunya.
faisal yang tidak berani menolak permintaan ibu dari bosnya itu hanya menurut saja.awal pertemuan jonathan tersenyum ramah bahkan sampai berpisah dengan wanita itu jonathan tetap tersenyum.membuat faisal tidak berpikiran negatif.
tapi begitu masuk mobil jonathan murka pada faisal.
"berani-beraninya kamu bohongin saya!" hardik jonathan dengan suara tinggi.membuat faisal ketakutan nyaris menangis.ini kali pertama bosnya marah besar padanya sejak dia bekerja dengan jonathan dua tahun yang lalu.
"maaf bos..saya cuma nurutin perintah nyonya"
"bos kamu itu kan saya! kenapa kamu malah ikutin perintah mama sih!!! " emosi jonathan kian menjadi,meskipun faisal sudah mengatakan dia tidak berani menolak karena yang meminta tolong padanya merupakan ibu dari bosnya itu.
"ampun bos..kalau bos mau pecat saya nggak pa-pa,saya memang salah"
"enak banget kamu minta dipecat!!"
faisal ingat sepanjang jalan bosnya itu terus saja marah.dia memang tidak dipecat,tapi gaji bulanannya dipotong lima persen selama 6 bulan berikutnya.bahkan bosnya itu masih saja kesal padanya,sehingga tiap hari faisal harus menerima sikap jutek jonathan.
setelah mengetahui bahwa jonathan benci bila sang ibu menjodohkannya dengan seseorang,faisal langsung menolak tiap kali nyonya maria meminta tolong lagi padanya.
meskipun faisal ditawari uang yang banyak,tapi dia tidak mau mengkhianati kepercayaan bosnya itu lagi.
kali ini dia bertanya-tanya apa yang membuat jonathan semarah itu.apa sebaiknya dia mengundurkan diri saja dari perusahaan?
tapi kalau dia keluar begitu saja,bagaimana dia akan membayar cicilan mobil tiap bulannya?belum lagi kedua adiknya yang masih membutuhkan biaya sekolah.semua biaya itu tertutupi oleh gajinya yang cukup besar dari perusahaan ini.uang lemburannya sudah ia sisihkan untuk keperluan mendadak.
pikirannya semakin kusut bila membayangkan masa depannya di perusahaan ini,bosnya bisa kapan saja mendepaknya keluar.bila saat itu tiba dia harus sudah siap dengan segala resikonya.
faisal mendesah panjang...
sementara itu dilain tempat sania yang sudah selesai dipotong rambutnya,ternganga melihat penampilannya sendiri.
rambut yang tadinya panjang dibawah bahu,kini pendek sebatas telinga.sania meminta potongan rambutnya pada pegawai salon untuk dikubur nanti.entah akan dia kubur dimana.
__ADS_1
"udah selesai mba..cantik banget rambutnya,jadi mau dipotong model apa aja bagus"
seorang pegawai lainnya datang menghampiri dengan sekotak besar perhiasan imitasi.
"mbak..kalo pake perhiasan ini pasti keliatan cantik kayak artis korea.coba deh..." karena sania tidak menanggapinya,pegawai tadi langsung saja memasang anting serta kalung dengan motif yang sama.
"aaah ..tuh kan bener.make up-nya cocok banget ama style-nya" pegawai tadi berteriak histeris dan juga nampak sangat senang.mereka bertiga lalu mengambil foto bersama.
akhirnya sania bisa tersenyum juga setelah melihat foto yang ditunjukkan pegawai salon tadi.
mereka langsung akrab setelah membahas tentang make-up dan peralatan kosmetik lainnya.
"ah..ngomong-ngomong kalau perawatan dari ujung ke ujung gitu makan waktu berapa lama ya mbak?" tanya sania penasaran.
"3-4jam mbak.."
"duh..kok lama banget sih.emang nyonya mau diapain mba?"
"lulur,massage,meni-pedi. mending mbaknya nunggu di ruang sebelah aja"
"oh..iya mbak" sania memegang tas sang nyonya dalam dekapannya.meskipun tersedia televisi di ruangan itu tapi tetap saja tidak bisa membunuh rasa bosan yang melanda.
hingga akhirnya dia tertidur dikursi empuk tadi sambil terus memeluk tas milik majikannya.
"sania...bangun.sania..." yang dipanggil hanya menggeliat sedikit.mendapat guncangan lebih keras akhirnya sania membuka mata
"nyonya..ada apa nyonya ?gempa ya nya?" tanya gadis itu panik.dia langsung bangun dari duduknya dan menarik tangan majikannya.tapi baru dua langkah dia sudah ditarik kembali ke belakang.
"ck..kamu tuh disuruh nungguin saya malah tidur"
"maaf nya..tadi saya ketiduran" sania menunduk karena malu sekaligus merasa bersalah.
"udah ayo" nyonya maria sudah berjalan lebih dulu didampingi dengan wanita cantik bernama mariska tadi.
mereka berdua tampak lebih segar sekarang.sania makin takjub dengan kekuatan uang,banyak hal bisa dibeli dengan uang.fasilitas mewah dan kenyamanan bisa dia dapatkan kapan saja bila uangnya melimpah.
setidaknya bila dulu saat ayahnya sakit dia memiliki banyak uang,pengobatan ayahnya bisa berjalan lancar dan mungkin...mungkin saja beliau masih bisa diselamatkan.
"tante..makasih loh udah ajakin aku nyalon bareng"
maria dan mariska sedang cipika-cipiki sekarang.begitu bertatapan dengan sania,mariska langsung menghadapkan wajahnya lagi pada ibu maria membuat hati sania seperti diremas.
dasar nggak sopan!salah gue apa coba ?ya emang sih gue cuman babu,nggak level ama dia.tapi kok gitu amat.
"sania...ayo buruan.lama banget sih kamu!"
"iya nya..."
padahal gue kan dua langkah dibelakang nyonya!masih dikatain lama juga?!
"san..sini dong kamu kalo jalannya dibelakang,saya yang susah"
cerewet
bu maria masuk terlebih dulu ke dalam mobil yang lain dari yang tadi pagi,setelah pintu ditutup sania berencana untuk duduk didepan dengan pak sopir.
__ADS_1
tapi majikannya itu sepertinya belum membiarkan sania tenang karena kaca pintu yang baru ditutupnya sudah diketuk kembali.
"iya nya...."
"kamu duduk disini"
"baik nya..." sania kemudian membuka pintu lebih lebar dan masuk ke dalamnya dengan duduk merapat ke pintu.
"pak..kita ke mall A ya"
"baik nyonya"
sania hendak protes tentang rambutnya yang sudah dipotong pendek.walaupun hasilnya bagus tapi tetap saja dia menyayangi rambut panjangnya.melirik nyonya maria lagi dia tidak berani.
begitu memasuki area mall,nyonya maria langsung mengajaknya untuk makan di sebuah restoran jepang.
nyonya maria memesan beberapa menu sekaligus,karena sania kebingungan memilih makanan yang akan dia makan.
"san...menurut kamu mariska tadi gimana?"
"emm..cantik nyonya"
"cocok nggak kalo dijodohin sama anak saya?"
"sama tuan, nyonya?"
"iya lah,anak saya kan cuma satu"
nggak cocok nyonya,nggak banget.tuan orangnya baik gitu mau dijodohin ama nenek lampir!
"menurut saya mendingan tanya tuan langsung,nya"
sania mencari jawaban yang aman untuknya.dalam hati dia tersenyum menyadari kepintarannya kali ini dalam mengambil keputusan.
"kalo tanya jo,yang ada saya malah dimarahin"
"kenapa nya?"
sania bingung mendengar jawaban dari majikannya itu.dia tidak percaya seorang jonathan akan memarahi ibunya.
"dia kan nggak suka saya jodohin"
"oh...."
udah tau tuan nggak suka,masih aja di jodohin..nyonya..nyonya capek deh!
BERSAMBUNG
################################
aku minta dukungannya reader....
makasih yang udah nyempetin baca,like dan juga komentarnya.maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya kurang menarik.
🙇🙇🙇🙆
__ADS_1