
faisal yang sedang berada dirumah bosnya merasa sangat tertekan,semenjak kedatangannya pukul 5 sore tadi sang bos tak henti-hentinya marah padahal dia sudah mengikuti kemauan bosnya.
"maaf bos...saya sudah memutuskan bahwa mulai besok saya akan berhenti bekerja"
faisal mengeluarkan perasaan dalam hatinya sebelum pamit meninggalkan kediaman jonathan.
"nggak bisa!kalau kamu mau resign jangan mendadak"
"maaf bos..besok saya tetap akan mengundurkan diri.permisi"
faisal sudah bertekad...ini bukan hanya pemikiran sehari dua hari saja,tapi hampir tiap detik ketika di kantor,ketika bersama dengan bosnya,bahkan hanya sekedar mendapat pesan saja sudah membuat faisal berpikiran untuk segera mengundurkan diri.
dia menoleh untuk terakhir kalinya pada bosnya dan mengangguk sopan.
yah...rasanya seperti beban berat terlepas dari pundaknya.
"fyuh....akhirnya gue bebas" meskipun tersenyum tapi ada separuh dari sisi hatinya sedih.dia sudah terbiasa berhubungan dengan jonathan dan mendampinginya hampir delapan belas jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.
dia memikirkan keluarganya dan ditengah jalan dia tidak lupa membelikan makanan favorit mereka.
faisal teringat satu hal...dia belum mengatakan pada novi bahwa dirinya akan resign.ah mungkin besok dia harus kekantor untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya sekaligus berpamitan pada teman sejawatnya.
nanti dia akan mulai mencari lowongan pekerjaan ditempat lain.mungkin juga dia akan membuka usaha kecil-kecilan miliknya sendiri dan menjadi bos bagi dirinya sendiri.
maaf bos..bukannya saya nggak suka kerja sama bos..tapi kalau tiap hari bos marahin saya dan memaparkan setiap kesalahan-kesalahan saya,nggak tau kenapa saya rasanya nggak pantes lagi kerja sama bos padahal saya udah digaji mahal.
****
sementara itu sudah empat hari ini sania masih diacuhkan oleh nyonya maria,padahal dia sudah menjelaskan yang sebenarnya.terlintas dalam pikirannya untuk mengundurkan diri saja.
__ADS_1
tunggu besok..besok tepat sebulan dia bekerja dan semoga...semoga saja nyonya berbaik hati memberinya gaji.
nyonya maria hanya berbicara bila memberinya tugas.seperti sekarang sania sedang mendampingi nyonya berjalan-jalan ditengah-tengah kebun strawberry.beliau memetik buah dan sania yang memegang keranjang buahnya.
bila sedang berada dirumah nyonya maria lebih banyak menghabiskan waktu dikamar.ancaman dari tuan jonathan yang akan memecatnya bila tidak segera pulang tidak membuatnya terpengaruh untuk membujuk nyonya pulang.
dia seperti sedang melihat sosok orang tua yang sedang kecewa dengan anaknya.
flashback on
"kamu tau kan jo....vero itu gadis yang sudah mama pilih buat jadi istri kamu dari dulu.tapi kamu bilang cuma anggap dia sahabat.mama cari gadis lain tapi kamu nolak juga"
"jo mau usaha sendiri mi...aku udah ambil keputusan buat rehat sementara dari perusahaan dan nyerahin kursi pimpinan ke darius"
"mami kasih seminggu...kalo kamu belum dapet calon juga nikahin vero"
"pokoknya jo nggak mau mi..."
flashback off
ingatan itu terus berputar-putar di kepala jonathan...apa dia harus mengikuti permintaan ibunya sekarang?atau dia harus mencari wanita muda dan membayarnya untuk menjadi calon istri sewaan?
pekerjaannya semakin kacau dikantor karena faisal yang mendadak resign.walaupun jonathan belum menandatangani suratnya karena masih belum rela.hanya saja dia tidak tau bagaimana harus mengatakan pada mantan bawahannya itu untuk kembali dan membantunya menyelesaikan kekacauan ini.
dia memang sudah keterlaluan menjadikan faisal sebagai tempat pelampiasan amarahnya.
akhirnya dia menyuruh novi untuk menghubungi faisal.darius akan tiba dua hari lagi dan jonathan tidak mau menyerahkan kantor dalam keadaan kacau pada sepupunya itu.
sania lebih banyak melamun bila tidak sedang bersama nyonya maria.kadang juga dia memeriksa info lowongan pekerjaan yang sekiranya bisa dia dapatkan selepas keluar dari sini.
__ADS_1
dia juga menghubungi teman-temannya berharap mereka memiliki info untuknya.
"sania...."
"iya nya.." gadis itu bangkit dari duduknya dan masuk kekamar nyonya maria.
beliau menyerahkan amplop coklat yang tidak terlalu tebal pada sania.
"ini gaji kamu...titipan dari jonathan"
"nyonya...ini beneran buat saya?"
"iya"
"tapi nya...hari senin kemarin tuan telfon dan bilang kalo saya nggak bujuk nyonya pulang saya dipecat"
"kamu mau dipecat?" sania menggeleng..eh bukannya tadi dia berpikiran besok akan mengundurkan diri?kenapa saat ditanya dia malah menggeleng padahal gajinya sudah dia dapatkan.
"ya sudah lanjutin...kamu tetep kerja.kalau dia pecat kamu,saya yang bakal gaji kamu"
tak terasa senyumnya terbit,akhirnya nyonya maria memperjelas statusnya akan lanjut atau berakhir.dia sudah gelisah memikirkan nya tiap hari.hendak bertanya pun takut karena nyonya tampak tak tersentuh.
"makasih nya..."
"iya..kamu boleh keluar.jangan lupa strawberry tadi kamu cuci dan bawa kesini"
sania keluar dengan tersenyum lebar..dan sesampainya didapur dia melompat-lompat kegirangan menimbulkan suara agak nyaring karena lantainya terbuat dari kayu.
"ups....."
__ADS_1
BERSAMBUNG