
suasana hangat dan ramah sangat terasa begitu keluarga kecil jonathan tiba di hotel alexander.sania sungguh tak menyangka akan mendapat sambutan besar dari pihak hotel karena belum tahu hotel itu merupakan salah satu milik keluarga jonathan di pulau dewata Bali.
"sayang..kok meriah banget?" tanya sania berbisik di telinga jonathan.
"ini kan hotel keluarga,kamu nggak ngeh sama namanya ?"
sania mengedarkan pandangan ke sekitar dan melihat nama alexander disana.dia baru ingat nama belakang jonathan juga sama dengan nama hotelnya.mereka sedang berjalan menuju kamar khusus yang disediakan menejer hotel.tadi dia juga sempat mendengar bisik-bisik karyawan yang sepertinya terkejut karena dirinya menggunakan pakaian khas seorang muslimah padahal jonathan merupakan seorang kristiani.tapi dia mengabaikan mereka begitu saja dan lebih memilih fokus pada liburannya saat ini.
"silakan tuan,nyonya semoga liburannya menyenangkan"
jonathan memberikan tips cukup besar pada lelaki muda tadi.sania menidurkan bintang di boks bayi yang ternyata di sediakan juga oleh pihak hotel.
"gimana,kamu seneng?"jonathan menghampiri
sania yang kini tengah berdiri di jendela menikmati pemandangan pantai yang sungguh indah.
"makasih tuan..ini bagus banget"
"tuan??"
"ahh..sayang maksudnya sayang"
jonathan tersenyum tapi dia bertingkah seolah-olah sedang kesal.saat sania berbalik dia langsung merubah raut wajahnya menjadi datar.
cup
"maaf sayang udah kebiasaan sih.jangan ngambek lagi ya"
jonathan mulai menciumi sania lebih intens,pelukan di tubuh sania pun terasa sangat posesif.sania tahu bila jonathan sudah seperti ini pasti lelaki itu akan meminta bagian.
tok..tok..tok
"emh...." sania memukul dada bidang jonathan agar lelaki itu melepaskan pelukannya,tapi sepertinya jonathan tidak mau melepaskannya.dengan gemasnya sania menggigit bibir jonathan hingga akhirnya pagutan mereka terlepas dan jonathan yang mengaduh kesakitan.
"itu ada orang tuan..saya mau ke toilet dulu" ucap sania sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.jonathan yang kesal merapihkan kembali bajunya sebelum membuka pintu.
"loh kamu ?sama siapa?"
"sama mama,kebetulan tadi aku liat kamu dilobi sama istri kamu"
"oh iya silakan masuk.sayang..." jonathan masuk ke kamar untuk memanggil sania.
"kenapa tuan?"
"ada tamu.kamu inget mariska?dia lagi nginep di hotel ini juga"
"mariska?"
"iya..ayo temuin dulu"
sania mengeluh dalam hati,untuk apa lagi wanita itu muncul dalam hidupnya?
belum cukupkah waktu itu sania menerima perlakuan buruk darinya?
__ADS_1
"halo apa kabar?" sania mengulurkan tangan yang disambut baik oleh mariska.padahal jelas sekali dalam hati wanita itu pasti membenci sania setengah mati.
"baik,maaf ya sania.saat pesta pernikahan kalian kemarin saya nggak datang"
"nggak pa-pa kok.mau minum apa biar saya ambilkan"
"oh nggak perlu saya cuma sebentar aja"
terdengar suara tangis bayi dari dalam membuat sania dan jonathan saling berpandangan.
"sayang biar aku liat keadaan bintang dulu,mungkin dia laper"
sania pamit undur diri dan masuk ke kamar,bintang menangis kencang dan wajah putihnya kini terlihat merah.
sania segera menggendongnya dalam pelukan dan memberikan ASI pada putranya.
sania tak habis pikir,apakah mariska benar-benar masih mengharapkan jonathan untuk menjadi suaminya?atau wanita itu datang memang hanya untuk menyapa jonathan?
jonathan masih berbincang dengan mariska tentang hal-hal kecil.sebenarnya jonathan bosan,dia juga merasa kesal karena kedatangan mariska lah yang membuat kegiatannya dengan sania terganggu.
"kalau gitu aku pamit dulu ya jo,aku dikamar 507.siapa tau kamu mau main,aku siap kapan aja"
mariska berjalan dengan sangat pelan,membuat belahan gaun di kaki kanannya sukses menampilkan paha mulus nan eksotis.wanita itu pikir jonathan akan tergoda dengan segala pesona yang dia tebarkan.saat sudah mencapai pintu mariska sengaja berbalik dan mencium pipi kanan jonathan,belahan dadanya terpampang jelas di hadapan lelaki itu.
"selamat sekali lagi buat pernikahannya.see you soon"
jonathan hanya mengangguk sambil tersenyum sopan.begitu dia menutup pintu hal yang pertama dia lakukan adalah mencari sania.istrinya itu sedang tidur diranjang sambil menyusui bintang.
"nanti malam kamu harus kasih dobel" ucap jonathan dengan wajah kesalnya.
"kenapa?"
"pengen tau aja"
"saya nggak begitu kenal"
"masa sih..tadi kayaknya deket banget?"
"kamu kenapa sih jadi nuduh saya yang enggak-enggak"
"saya nggak nuduh tuan,saya kan cuman nanya!"
"ya nggak usah marah-marah gitu dong!" jonathan bangkit dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan kamar hotel.bukannya mendapat apa yang dia mau,jonathan malah bertengkar dengan sania karena alasan yang tak jelas.
dia memilih pergi ke sebuah cafe dan menunggu darius datang.sepupunya itu mengatakan akan menyusulnya karena pembangunan hotel terbaru akan dimulai besok pagi.seharusnya saat ini lelaki itu sudah sampai,tapi saat jonathan akan menghubunginya dia baru sadar tak membawa ponselnya saat keluar kamar tadi.
seperempat jam kemudian darius sampai didampingi soni sang asisten.
"lo kenapa sih?"
"gue berantem ama sania"
"berantem?kenapa lagi?"
__ADS_1
"ini gara-gara si mariska dateng ke kamar.sania nggak percaya kalau gue itu nggak deket sama mariska"
"hahahaha..yaampun itu sih namanya sania cemburu.harusnya lo panas-panasin biar dia tambah kesel"
"nggak perlu,ngapain juga gue ngikutin saran sesat lo itu"
"yah itu sih terserah lo.ngomong-ngomong mereka dimana?"
"dikamar"
"yaudah ayo kekamar dulu"
jonathan mengangguk lalu bangkit dari duduknya.darius membebaskan soni untuk tidak mendampinginya selama sisa hari ini karena darius akan beristirahat.
"lo nggak kasian ama si soni tiap hari ngikutin lo mulu kemana-mana?"
"ya mau gimana lagi,dia yang minta buat ngikutin gue.lagian dia itu bisa di andelin dan hasil kerjanya juga bagus"
"emang adeknya masih di rumah sakit?"
darius mengangguk,ingatannya kembali terlempar ke masa lalu dimana dia pernah menolong seorang gadis muda yang pingsan ditengah jalanan sepi.
setelah dibawa kerumah sakit selama dua hari gadis itu masih belum juga sadar.darius juga tidak tau siapa anggota keluarganya karena tidak ada kartu identitas yang gadis itu bawa.seminggu kemudian soni baru datang dengan wajah khawatir,dia bahkan hampil memukul darius karena mengira lelaki itu yang menyebabkan adiknya sampai dirawat dirumah sakit.
"gue beruntung punya orang kayak dia,yah walaupun orangnya pendiem"
langkah darius dan jonathan terhenti,mereka berdua saling saling melempar pandangan melihat sania sedang ribut dengan mariska di ujung lorong.
mereka berdua segera mendekat untuk melerai keduanya.
sania sampai menampar perempuan itu,dia tidak tau kalau jonathan sedang mendekatinya.
"aku minta maaf,karena udah bikin kamu salah paham.aku permisi" mariska pergi dengan berurai air mata dan wajah tak bersalah.
"san..ada apa?"
sania yang kesal pada jonathan pergi begitu saja kembali kekamarnya.
"sorry bro,gue nggak ikut-ikutan.gue kekamar dulu"
jonathan langsung mengejar sania kekamar,tapi sania sama sekali tak memberinya ruang untuk mendekat.
"kamu kesel sama saya?"
"pikir aja sendiri tuan.saya capek"
sania menutup pintu kamar sambil menangis.dia merasa ditelantarkan karena jonathan pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa.dan lebih parahnya lagi saat sania menghubungi ternyata ponsel jonathan tertinggal dikamar,sania pikir jonathan sengaja meninggalkan ponselnya agar sania tidak bisa menghubunginya.belum habis rasa kesalnya mariska datang dan mengatakan akan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian jonathan.
"bahkan kalau gue harus pake cara kotor yang udah lo lakuin ke jonathan dengan hamil anaknya,pasti akan gue lakuin.lo siap-siap aja pergi dari kehidupan jonathan"
saat itulah sania sampai menampar mariska begitu keras.
entah apa yang jonathan pikirkan sekarang tentang dirinya,sania hanya tidak mau bertemu dengan jonathan untuk saat ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG