
seorang dokter sedang memeriksa kandungan sania didalam kamar didampingi wanda.meskipun tadinya sempat menolak,darius memaksa agar sania melakukan pemeriksaan karena kini usia bayi dalam kandungannya sudah menginjak delapan bulan.setidaknya dia sudah menjaga sania dengan baik,karena darius tau jonathan pasti akan melakukan hal yang sama.
dokter mengatakan hari perkiraan kelahiran bayi kurang lebih di pertengahan bulan berikutnya.dokter menyarankan pada wanda dan darius agar sania terus didampingi karena kapan saja bayinya bisa lahir.
syukurlah selama sania ditempat darius,wanda selalu memerhatikannya dan memberinya kebebasan untuk melakukan apapun.
"kayaknya kita harus kasih tau jo deh ma"
"tapi..."
"ini udah urgent ma..aku nggak mau nanti jo marah sama kita gara-gara nyembunyiin sania"
ibunya menghembuskan nafas kasar,ini memang keputusan yang sulit.ibunda jo pasti juga akan marah bila tau dia menampung sania dirumahnya.
"yaudah..tapi kasih dia pengertian. kalau dia mau nengokin sania,jangan maksain kalau sania-nya nggak mau"
"iya ma..mama juga kasih tau sania biar dia nggak syok nanti"
wanda mengangguk dan mengantar darius ke pintu depan.dia akan mencoba membujuk sania agar mau bertemu dengan jonathan.
"bro.."
jonathan menoleh mendapati darius yang tiba-tiba datang.dia sedang mengobrol dengan beberapa temannya disebuah club elit.darius mengangguk pada teman-teman jonathan yang ada disana dan langsung menghampiri jonathan di ujung sofa.
"ada apa ?"
"gue mau ngomong penting,kita keluar dulu"
"disini aja"
"ini soal sania"
"ck..lo nggak usah kasih gue harapan deh.gue capek tau nggak"
jonathan seperti enggan berpindah dari kursi yang sedang diduduki.
__ADS_1
"sania dirumah"
jonathan langsung mengalihkan perhatiannya pada darius yang masih menatapnya.
"dirumah?rumah siapa maksud lo?" jonathan bangkit dari duduknya dan mendekati darius.
"tunggu dulu jo lo mau kemana?" kevin sang pemilik klub yang terkenal sedikit temperamen dan menyebalkan menghentikan jonathan yang sudah akan pergi bersama darius.
"sorry bro,kita ada urusan" darius yang tadinya sudah pamit pada orang-orang didalam ruangan terpaksa berhenti untuk menghadapi kevin.
"jangan gitu dong.lo dateng-dateng langsung ngajakin dia pergi"
"vin..gue mau pergi.ayo yus"
jonathan sudah sangat ingin pergi tapi sepertinya kevin belum mau melepaskan mereka karena lelaki itu masih saja mencoba menahan jonathan,padahal teman-temannya yang lain santai-santai saja jonathan mau pergi.
"cemen lo..palingan lo nggak berani kan nerima tantangan dari gue tadi"
darius menarik jonathan menjauh karena takut lelaki itu lepas kendali,tapi diluar dugaan dia malah mengarahkan tinjunya pada kevin dan hanya menyisakan sedikit jarak.dilain sisi wajah kevin memucat karena menahan nafas melihat kepalan tinju darius didepan matanya.
akhirnya darius dan jonathan bisa keluar dari klub dan segera pergi menuju ke kediaman keluarga darius.
begitu tiba jonathan langsung mencari dimana keberadaan sania.sementara darius mengikutinya dari belakang.
"inget yang gue bilang tadi kalo sania nggak mau ketemu,lo jangan paksa dia"
"nggak usah sok ngatur-ngatur.sania itu punya gue"
"inget bro sania itu lagi hamil gede"
"tante..mana sania?"
"jo,dia cuma mau ketemu kalau kamu nggak bawa dia pergi"
"apa?!kenapa sania ngomong gitu..sania....kamu dimana?"
__ADS_1
"sabar bro..kalo lo kaya gitu yang ada dia malah ketakutan"
"diem lo..jangan bikin gue emosi.sodara macem apa lo tega nyembunyiin sania dibelakang gue.padahal lo liat sendiri gue sekalut apa selama ini nyariin dia!!!"
"tapi gue ngelakuin itu karena mau jaga sania sama bayinya juga"
sania yang mendengar keributan langsung berjalan keluar dari kamar.
"jo...jonathan cepet kesini nak!!" wanda berteriak histeris setelah mendapat telfon dari seseorang.
darius dan jonathan saling berpandangan lalu mendatangi wanda diruang tengah.sania yang melihat jonathan ada disana segera bersembunyi.
"ada apa sih ma?"
"jo...mami kamu sedang dibawa kerumah sakit sekarang"
"apa?!"
"bi minah barusan telfon tante katanya mama kamu tiba-tiba pingsan"
tatapan jonathan kosong dia langsung berjalan keluar rumah,lupa pada tujuan awalnya datang kemari.
"jo..biar gue aja yang nyetir"
BERSAMBUNG
kentang banget ya readers hehe....sengaja aku update dulu biar aku bisa nulis part selanjutnya.
oh iya,aku mau bagi-bagi pulsa buat pendukung setiaku di noveltoon.mulai minggu depan insya alloh aku umumin ya dan akan aku chat secara pribadi juga buat minta nomor telfonnya.
nominalnya nggak gede sih,itu juga kalau ada yang mau :D :D
tinggalkan komentar kalian oke ;)
love you all ♡♡♡♡♡
__ADS_1