Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
cerewet


__ADS_3

jam delapan pagi nyonya maria sedang minum teh diluar rumah sambil membaca majalah.sementara sania duduk diatas rumput hijau sambil membaca daftar yang diberikan jonathan padanya.


"maaf nyonya kalau saya lancang...sebenernya nyonya sakit apa?kok pantangan makanannya banyak banget?"


sebenarnya sania sudah menahan untuk tidak bertanya,tapi semakin dibaca lagi semakin membuat sania penasaran.


"jantung"


"APA??!!!"


sania langsung menutup mulutnya begitu nyonya maria melotot ke arahnya.


"kamu mau bikin saya serangan jantung?!"


"maaf nyonya...saya cuma kaget"


"lah kamu kalo kaget jangan ajak-ajak saya dong"


"maaf nyonya,maaf....terus suster yang merawat nyonya kemarin kabarnya sekarang gimana?"


"kenapa emangnya?"


"ya pengen tau aja nyonya..saya pengen tanya tentang kerjaan saya disini biar bisa sharing"


"ngapain kamu tanya sama dia,kamu kan kerjanya sama saya.ya tanyanya ke saya dong"


"emang boleh nyonya?"


"dari tadi aja kamu nanya melulu"


"hehe...maaf nyonya" sania mulai merasa tidak nyaman.niat hati mau mengakrabkan diri agar tidak canggung tapi malah kena omel.


ck orang mau nanya semuanya...kalo nanya ama nyonya langsung mana bisa bebas gue ngobrolnya?!baru ditanyain begitu aja jawabnya jutek.huft


"siap-siap sana..."


"mau kemana nyonya?"


"bukannya tadi saya udah bilang mau ke salon?"


"udah nyonya.."

__ADS_1


"yaudah sana siap-siap"


"tapi saya udah ganti baju,tinggal pake lipstik sama bedak udah siap nya"


"kamu nggak ada baju lain?"


sania menggeleng,menurutnya baju yang sedang dia pakai ini sudah yang paling bagus.


celana jeans sobek-sobek dan kemeja oversize kan memang sedang ngetrend.


apanya yang salah ?


sania makin bingung melihat wajah majikannya yang terlihat sangat frustasi.


"yaudah sana kerjain sekarang"


sania berlari masuk ke kamarnya,mencuci muka lalu memoleskan pelembab,bedak,lipstik dan tak lupa eye liner,eye shadow serta blush on tipis-tipis.


jangan menor


begitu otaknya memerintah.setelah dilihat-lihat lagi sania yakin dandanannya biasa saja.jadi dengan perasaan percaya diri dia keluar kamar menunggu nyonya maria keluar dari kamarnya.


nampak jonathan turun dengan sudah berpakaian rapih.


"pagi...kamu mau kemana?"


"nyonya mau ke salon tuan"


jonathan sudah bersiap menikmati makanannya.


"mami ikut kamu ya jo...drop-in mama di salon langganan mama itu"


"mami kan bisa telfon pak pram,ngapain ikut mobil aku?"


"kan biar sekalian,lagian mami mau ikut anak sendiri masa nggak boleh?"


"ck...ya udah"


"san..kamu ambil tas saya yang ada dikasur bawa ke mobil"


"baik nya.."

__ADS_1


sania segera mengerjakan tugasnya dan meninggalkan jonathan beserta ibunya dimeja makan.


"gimana,mami cocok sama sania?"


"ck...mama nggak suka.dia cerewet banget"


"dulu waktu awal ratri masuk katanya terlalu diem.sekarang sania terlalu cerewet.gimana sih.."


sania yang tadinya hendak masuk lagi untuk mengambil tas kecil miliknya dikamar langsung mengurungkan niat.dia tadi secara tak sengaja mendengar penuturan nyonya maria.


hmmm...rasanya seperti tertimpa batu besar,sesak sekali dadanya menahan rasa sedih.


sania duduk bersandar di pilar besar yang ada diteras.saat mendengar suara nyonya maria mendekat dia segera bangkit dari duduknya dan menanti perintah selanjutnya dari sang nyonya dan tuannya.


selama perjalanan dia memilih untuk diam dan hanya berbicara bila jonathan atau ibunya bertanya.sepertinya perkataan nyonya maria tadi secara tak langsung membuat otaknya memerintahkan agar sania diam dan jangan terlalu banyak bertanya.


akhirnya mereka sampai disebuah salon yang cukup elit dan mewah.nyonya maria langsung menghampiri seorang wanita cantik.jonathan juga ikut turun meskipun melewati perdebatan sengit tadi didalam mobil.


"jo...kenalin ini anak tante saras.namanya mariska"


jonathan tersenyum sopan pada perempuan bernama mariska tadi.selang beberapa menit dia pamit karena harus berangkat ke kantor.


sementara sania merasa bagai patung yang hanya menjadi pajangan disana.


"san..temenin mama ya"


"iya tuan"


sania tersentak mendengar jonathan berbicara padanya walaupun memang yang lelaki itu bicarakan mengenai pekerjaannya.


setelah mobil jonathan berlalu,kedua wanita yang sepertinya terlibat obrolan menarik itu masuk kedalam salon yang langsung disambut ramah.


mereka memesan perawatan dari ujung kaki hingga ujung kepala.sania tidak dapat membayangkan akan berapa lama dia menunggu nyonya maria disini.


"terus buat wanita itu tolong rapiin rambutnya ya mbak.potong pendek sebatas telinga"


sania hendak protes pada majikannya tapi belum sempat dia mengejar,salah satu pegawai langsung mengajaknya untuk duduk dikursi.sedangkan nyonya maria dan mariska entah pergi kemana.


"mbak...jangan potong pendek dong ....nyonya tolong saya nggak mau potong pendek"


sania berteriak kencang tapi nyonya maria sama sekali tidak muncul,yang ada pengunjung dan para pegawai diruangan itu tertawa melihat tingkahnya.

__ADS_1


pasrah...


sania sudah pasrah


__ADS_2