
"san..saya sudah buat rencana nanti kita akan menikah di luar negeri"
"tapi kenapa harus diluar negeri tuan?"
mereka berdua sedang duduk diruang tengah sambil berbincang-bincang.
"karena cuma diluar negeri yang bisa menikahkan orang dengan dua keyakinan berbeda san"
jadi tuan tidak mau memeluk agama islam?
"ini cara terbaik supaya kita bisa cepat-cepat menikah"
sania mengangguk dan tampak merenung.tapi kemudian dia tersenyum pada jonathan.pria ini sudah berjuang cukup berat demi hubungan mereka,sania sudah memutuskan akan mendukung apapun keputusan jonathan.
"tuan..gimana dengan nyonya?"
"kamu nggak usah mikirin yang lain,cukup mikir aku sama bintang aja"
"apa nyonya akan datang ?"
"karena kesehatannya belum pulih mami nggak bisa datang.tapi kamu tenang aja,tolong berhenti khawatirin mami saya juga pengen sekali-kali kamu khawatirin"
sania menahan bibirnya agar tak tertawa.apa benar ini tuan jonathan yang dulu dia kenal?
kenapa manja sekali?
bahkan kepala lelaki itu kini pindah ke pangkuan sania dan mencari kenyamanan disana.
"tuan..saya sudah memutuskan untuk menggunakan hijab"
"nggak masalah san.."
"saya juga punya syarat.sebelum kita menikah tuan tidak boleh menginap ditempat ini.kecuali bi sanah udah dateng dari kampung"
"apa??!kalau saya kangen sama bintang gimana?"
jonathan bangun dari tidurnya dan menatap sania tak percaya.
"kan bisa dateng siang"
"oke..oke" lelaki itu memanyunkan bibirnya.dia langsung menelfon pak diman agar menjemput bi sanah sekarang juga.
sania tertawa renyah.lelaki disampingnya ini sungguh tak sabaran sekali.
"tuan..apa benar umur tuan sekarang 37?"
"salah"
"loh kata mas faisal37"
"faisal bilangnya kapan?"
"dulu waktu saya baru masuk kerja"
__ADS_1
"yaampun san..itu kan setahun yang lalu.sekarang saya udah 38....lagian kenapa sih kamu nanyain umur?kamu keberatan nikah sama saya ?"
"saya masih nggak percaya tuan setua itu..berarti waktu saya kelas 6 sd tuan udah wisuda dong?"
membayangkan itu sania jadi merasa geli sendiri.
jonathan mendekat dan berbisik ditelinga sania
"tapi kayaknya kamu suka sama yang udah tua kayak saya?"
sania menjauhkan wajah jonathan dan berjalan cepat kekamar.jonathan hanya bisa tersenyum melihat wajah kemerahan sania.
"halo...oh ada apa bi?"
"nyonya hari ini boleh pulang tuan"
"ya sudah bi,saya kesana"
tut
"san..saya mau pergi dulu,soalnya mami pulang hari ini.kamu nggak pa-pa kan sendiri dulu disini?"
"nggak pa-pa tuan"
"nanti saya delivery makan siang dan malam buat kamu.dikulkas ada buah sama bahan makanan lainnya"
jonathan mencium kening bintang dan sania secara bergantian menimbulkan rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dalam hati sania.
"ini kunci pintu depan,kamu temenin bintang aja biar saya kunci dari luar pintunya".
"iya tuan"
i love you full
sania merasa sungguh bahagia,apalagi bintang tampak nyaman ditempat barunya.sania heran kenapa juga jonathan hanya memberinya ponsel yang hanya bisa digunakan untuk mengirim pesan dan menelfon saja?
apa dia harus membeli ponsel sendiri?
lama-lama sania mengantuk karena menyusui bintang yang menangis bila ditinggal pergi.
tapi begitu bintang tertidur pulas,sania bangun dan pergi ke dapur melihat sekeliling rumah yang kini ditempatinya.
dibelakang tampak asri karena jonathan menata kolam ikan dan taman yang ditumbuhi beberapa tanaman bunga.
dia lalu keluar dan bertemu dengan beberapa orang yang menjadi tetangganya.mereka sangat ramah terhadap sania.mereka menaruh simpati besar pada sania karena dari cerita jonathan kemarin sania ditinggal mati oleh suaminya saat hamil muda dulu.
sania membatin bahwa tuan jonathan sungguh pintar mengarang cerita,sehingga para tetangga tidak curiga dan menggunjingkan sania-jonathan nantinya.
"calon suaminya baik banget ya,mau nerima mbak padahal udah punya anak satu" ucap ibu-ibu berbaju bunga-bunga pada sania.
"ya alhamdulillaah bu,masih ada yang mau nerima saya sama anak saya"
"jangan di sia-siain tuh bu,udah ganteng,baik lagi.masih ada nggak yang kayak gitu?kalau ada buat saya aja" ibu-ibu berbaju merah memberikan saran.
__ADS_1
"emang buat siapa bu?" si ibu berdaster ungu mulai heboh menyahuti karena saking penasarannya.
"buat anak saya"
"lah anak ibu kan baru sma kelas 1"
"ya kan bentar lagi lulus"
mereka semua tertawa serempak khas ibu-ibu kalau sedang berkumpul.
sania mempersilakan mereka duduk lalu dia undur diri ke belakang untuk membuat minuman.
sania semakin yakin kalau jonathan memang jodohnya.
Bintang..semoga papa kamu sehat terus biar bisa bareng sama kita,jagain kita.
terakhir kali sania merasa aman seperti ini adalah ketika dulu ayahnya masih hidup.kini dia bagai menemukan kembali sosok yang sudah lama hilang.
hari sudah beranjak malam,sania bertanya-tanya dalam hati apakah tuan jonathan akan kembali kesini atau tidak.
sania tidak tau bahwa kini seseorang sedang mengamatinya dari dalam mobil.dia masih menimang-nimang bintang yang sepertinya sebentar lagi akan tidur.
dia sedang mengirimi jonathan pesan dan bertanya apakah lelaki itu akan datang malam ini.tadi seorang kurir pengantar makanan datang membawakan makan malam untuk sania.
jonathan benar-benar memerhatikan sania dari segala sisi.
dia memutuskan untuk tidur karena jonathan tak kunjung membalas pesannya.
baru saja sania menidurkan bintang di ranjang,ada seseorang yang mengetuk pintu depan.dia bergegas membuka pintu dan terkejut karena yang menjadi tamunya kali ini benar-benar diluar dugaan.
"non..a..ada apa non mariska datang kesini?" sania mencoba mencari barangkali ada nyonya maria juga disana,tapi wanita itu ternyata hanya sendiri.
mariska langsung menampar sania dengan keras,membuat sania terhuyung ke samping.sania mengusap-usap pipinya yang terasa perih saat ini.
"dasar wanita murahan!!jadi lo yang bikin jonathan nggak pernah lagi mau ketemu sama gue hah !!"
"maksud non apa?"
"nggak usah pura-pura ****!tadi pagi gue liat jonathan nganter lo kesini.rumah ini juga pasti dari dia kan?!!!
kamu bahkan jual tubuh kamu dan hamil anak jonathan supaya dia mau tanggung jawab,iya kan?!!!"
"saya memang menyukai tuan jonathan dan begitu juga sebaliknya.kalau tuan jonathan nggak memilih non mungkin karena kalian memang nggak jodoh"
"apa kamu bilang?!!!!!" mariska murka dan menjambak rambut sania sangat kencang.membuat sania mengaduh kesakitan.wanita itu bahkan tega mendorong kepala sania berkali-kali ke tembok hingga kepalanya berdarah.
setelah puas mariska menendang tubuh sania yang sudah tak berdaya dan meninggalkannya begitu saja.
sania merasa kepalanya sangat pusing.dia mengunci pintu lalu berjalan pelan kekamar dan berebah disamping bintang.
dia sudah tak tahan lagi dengan rasa sakitnya.sania hanya bisa berdoa semoga saja tidak akan terjadi apa-apa padanya hingga lama kelamaan sania tak sadarkan diri.
BERSAMBUNG
__ADS_1