Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
seperti biasa


__ADS_3

jonathan terjaga sampai pagi menjelang,pekerjaannya sudah hampir selesai sebentar lagi.karena merasa letih dia pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin.


tapi teriakan sania dari kamar membuat perhatiannya teralihkan.sepertinya sania kembali mengigau karena suaranya terdengar kurang jelas.


"maaf..maaf nyonya..maaf..saya minta maaf"


"san..bangun,sania..."


begitu sania membuka mata dan melihat wajah jonathan,gadis itu memeluk tubuhnya sendiri dan seperti menjaga jarak dari jonathan.


"tuan...saya mau pergi dari sini" sania beranjak dari ranjang dan berjalan cepat keluar dari kamar menuju pintu depan.


"tunggu san..tunggu kamu mau kemana pagi-pagi begini" jonathan menarik tangan sania agar gadis itu berhenti.


"tuan...saya nggak bisa lagi nanggung rasa bersalah sama nyonya maria.tolong biarin saya pergi sekarang,saya pasti akan rawat anak ini baik-baik"


"nggak..denger san,nanti saya bakalan bilang ke mami semuanya tentang kita dan bayi yang ada dalam kandungan kamu.oke??kamu jangan pergi,saya nggak bakal biarin kamu pergi sampai kapanpun"


sania masih menolak permintaan jonathan padanya,mimpi yang dialaminya tadi benar-benar terasa seperti nyata.dia tidak ingin hidup dibawah bayang-bayang kebencian orang lain.baginya kenangan masa lalu yang dialaminya saat masih tinggal dengan almarhum ayahnya dan dibenci oleh paman-pamannya sudah cukup menorehkan luka yang dalam.


tidak perlu lagi ditambah dengan kebencian dari nyonya maria,orang yang sudah bersikap baik padanya selama ini.


"tuan..buat saya nyonya maria sudah seperti orang tua saya sendiri.saya nggak kuat kalau nyonya maria juga membenci saya.saya mohon tuan jangan paksa saya buat tinggal disini lagi"


"NGGAK!! sekarang kamu masuk kekamar dan jangan bantah perintah saya!"


"tuan saya mohon..tuan" jonathan mendorong sania masuk kedalam kamar.


"diem disini!!"


sania semakin sedih karena jonathan membentaknya dan memaksanya untuk diam didalam kamar.

__ADS_1


"tuan JAHAT !!!"


diluar jonathan memukul lemari kaca yang dilewatinya menimbulkan suara gaduh.sania segera keluar dari kamar,gadis itu terkejut melihat kepingan kaca sudah berhamburan diatas lantai.


"tuan...tuan nggak pa-pa?"


"pergi san.." jonathan seperti sedang menahan amarahnya saat menyuruh sania untuk pergi.


"tapi tangan tuan berdarah lagi,ayo kita obatin"


"haha..kamu peduli sama tangan saya,tapi kamu nggak peduli kalau sekarang hati saya jauh lebih sakit??"


"tuan.."


jonathan meninjukan tangannya yang sudah berdarah berkali-kali ke tembok membuat sania berteriak pilu.gadis itu memeluk pinggang jonathan dari belakang agar lelaki itu segera berhenti.


"udah tuan berhenti,saya minta maaf.tolong berhenti sekarang"


"kalau kamu pergi ninggalin saya,kamu bakal lihat berita kematian saya hari ini juga"


"jangan tuan....saya janji nggak akan ninggalin tuan.sekarang biar saya obatin tangan tuan"


sania menuntun jonathan untuk masuk kekamar dan menyuruhnya duduk disofa,sementara dia mengambil peralatan p3k.


jonathan melihat jejak darah yang tercetak dilantai,itu berasal dari kaki sania.


jadi gadis itu juga terluka?tapi malah sibuk mengkhawatirkan tangannya?


jonathan mengangkat tubuh sania membuat gadis itu terpekik.


"tuan..turunin.tangan tuan nanti tambah sakit"

__ADS_1


"ck..kamu nggak sadar kaki kamu berdarah?lihat..lantainya kotor kena darah dari kaki kamu"


sania menunduk ke lantai dan menyadari apa yang tuan jonathan katakan benar adanya.


"yaudah tuan biar saya pel dulu,tuan tunggu disini"


"ck kamu tuh mau kemana sih.kalau kamu ngepel sekarang,yang ada darahnya malah berceceran dimana-mana.sekarang duduk dulu biar saya obatin kakinya"


"tapi kan tangan tuan juga sakit,biar saya obatin dulu tangannya" sania mengambil kapas serta alkohol dan membersihkan area luka jonathan yang tampak mengerikan karena darahnya menetes kemana-mana.baju yang dipakai sania sampai terkena tetesannya di beberapa tempat.


jonathan yang terluka tapi sepertinya sania ikut merasakan perihnya.gadis itu menggigit bibirnya saat dia mencoba membersihkan luka ditangan jonathan yang menganga.


"udah sini biar saya bersihin sendiri.kamu lama banget" mungkin itu terdengar seperti keluhan,tapi yang sebenarnya terjadi adalah jonathan tidak tega membiarkan sania yang wajahnya ngeri ketakutan tiap kali berusaha membersihkan lukanya.


setelah selesai baru sania membantu jonathan membebat lukanya dengan perban.


sania juga sudah membersihkan lukanya yang tidak seberapa.


"lihat..sekarang keadaan kita jadi begini.karena tangan kamu nggak luka,kamu harus bantu saya menyelesaikan pekerjaan kantor"


sania memutar bola matanya malas...tuannya ini selalu saja memanfaatkan keadaan dan mebuatnya menuruti semua kemauannya. seperti biasa.


BERSAMBUNG


📣📣📣


makasih buat readers semua.....cerita ini tembus 1500 like loh 🙆🙇


mohon terus dukung cerita ini dan kasih like,kritik saran dan vote-nya biar aku makin semangat.


love you all 💕💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2