Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
sakit


__ADS_3

pagi pukul delapan lewat seperempat,mobil jonathan sudah bergerak meninggalkan rumah yang ada di puncak.


sania diam tak berkutik duduk di jok belakang.apalagi nyonya maria sempat memandang ke arahnya dan tuan jonathan bergantian beberapa kali.


"stop deh...mami tuh ngapain sih ?" jonathan jengah juga diperhatikan seperti itu.sania terkejut dengan perkataan jonathan dan sudah ketar-ketir takut kedua majikannya akan bertengkar lagi.


"enggak..kenapa kamu marah ?"


"abis mami liatin aku gitu banget"


nyonya maria melengos memandang ke arah jendela yang ada disampingnya.


"kapan darius mulai handle perusahaan?"


"besok"


"bagus..kamu jadi bisa fokus cari istri"


hening.jonathan tidak menyahuti ucapan ibunya dan serius menyetir.


sementara itu sania di kursi belakang sudah sangat pusing dan mual.dia sudah mengeluarkan minyak angin dari dalam tasnya agar bisa mengurangi sedikit rasa mualnya.


dalam hati dia sudah tak tahan ingin segera turun tapi perjalanan masih jauh.sania suka suasana puncak,tapi dia benci dengan kondisi badannya yang lemah seperti ini.


jonathan beberapa kali memerhatikan sania dari kaca tengah.karena sepertinya gadis itu sangat menderita.ibunya sudah terlelap tidur jadi kini hanya dia dan sania yang masih terjaga.hendak bertanya tapi sepertinya sania berusaha keras untuk menutup mulutnya rapat-rapat.


kasian juga sania...apa dia mabuk kendaraan ya ?


setelah mengeluarkan semua isi perutnya,sania memejamkan mata.dia tak enak hati pada bosnya itu.


dua jam diperjalanan mereka tiba

__ADS_1


dirumah.sania yang terlihat pucat berjalan lesu membawa tasnya.sedang tas nyonya maria sudah dibawa oleh bi minah.


gadis itu terkapar diatas kasur miliknya sambil memeluk bantal guling.ya tuhan dia benar-benar sakit kali ini,rasa pusing dan mualnya seperti sedang membunuhnya secara perlahan.


dia mengkhawatirkan nyonya maria bila dia sakit seperti ini.siapa yang akan menemani beliau nanti?


dengan sedikit air dia menelan obat yang dulu diberikan bi minah padanya berharap pusingnya segera menghilang.


karena rasa mual dia bangun dari tidurnya hendak menuju kekamar mandi.tapi lama kelamaan pandangannya gelap dan sania sudah tak ingat apa-apa lagi.


setengah jam kemudian bi minah yang hendak memanggil sania terkejut melihat tubuh gadis itu sudah tergeletak dilantai.dia berlari ke arah sania dan mencoba membangunkannya,tapi karena tak kunjung sadar bi minah keluar dan melaporkan hal tersebut pada nyonya maria.


"bawa kerumah sakit nah...suruh pak pram anterin.tuh anak kenapa sih gampang banget sakit"


nyonya maria yang sedang berbaring diranjang mengatakan hal itu dengan acuh tak acuh.


bi minah memanggil pak pram agar sania segera dibawa kerumah sakit.wanita itu khawatir akan terjadi hal buruk pada sania karena gadis itu tiba-tiba pingsan.


jonathan yang sedang di balkon melihat mobil yang biasa dibawa oleh supir pribadi ibunya pergi.dia turun dan kemudian berpapasan dengan bi minah yang kebetulan sedang menutup pintu.


"anu tuan...sania tadi pingsan jadi nyonya nyuruh pak pram buat antar ke rumah sakit"


"oh.."


jonathan berbalik kembali ke lantai atas.


"tuan ama nyonya kok bisa ya cuek banget gitu"


bi minah hanya menyuarakannya dalam hati karena takut majikannya mendengar.


dia kembali kebelakang dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


di meja kerjanya jonathan sibuk menghubungi pak pram,tapi lelaki paruh baya itu tak kunjung mengangkat telfonnya membuat jonathan kesal.akhirnya dia meninggalkan pesan agar segera menghubungi bila sempat.


dia mulai sibuk dengan pekerjaannya dan beberapa kali menghubungi novi yang ada dikantor.jonathan jadi sering memarahi novi semenjak faisal mengundurkan diri.


gadis itu mulai merasakan penderitaan mantan rekan kerjanya itu.


setelah mendapat teguran yang ke sekian kalinya,akhirnya novi menghubungi faisal dan mencurahkan segala isi hatinya.


"mas...lu balik dong ke kantor.tega banget ninggalin gue sendiri mana si bos marah-marah melulu,kerjaan numpuk"


"ngomong aja lu kangen ama gue nov.."


"ngaco...ah.kapan lu balik kerja ?"


"besok"


"nggak usah bercanda..besok hari minggu"


"hehe..kirain lupa.liat senin deh nov,kalo gue berangkat berarti gue balik kerja disitu"


"beneran lo ya..."


"iya..."


"yaudah gue mau lanjut kerja lagi"


"oke..bye"


satu jam kemudian...


"halo tuan...maaf saya baru telfon.tadi daftarin neng sania dulu soalnya"

__ADS_1


"jadi gimana?"


BERSAMBUNG


__ADS_2