Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
teman minum


__ADS_3

dengan rasa was-was sania menaiki tangga,apa dia juga akan kena marah seperti nyonya maria?


gadis itu memandang ruang kerja tuannya yang gelap dan memutuskan untuk berbelok arah kekamar jonathan.dia gamang antara mengetuk pintu atau turun kembali ke lantai bawah karena suasananya begitu sunyi didalam.apa mungkin tuan jonathan sudah tidur?


tangannya menggantung cukup lama didepan pintu hingga akhirnya jonathan membukanya dari dalam.


nampaknya lelaki itu baru selesai mandi karena dilehernya tergantung handuk kecil dan rambutnya pun basah.dari jarak kurang dari dua meter tercium aroma segar khas pria menguar memenuhi indra penciuman sania.membuat sania terpaku untuk sesaat memandangi wajah tampan bosnya.


"tuan panggil saya?"


"iya ada yang perlu dibahas.ikut saya"


"baik tuan" sania mundur dua langkah untuk memberi jalan pada tuannya.gadis itu berjalan menunduk sambil mengaitkan kedua tangannya.cemas rasanya karena tuan jonathan terlihat dingin tak tersentuh.


mereka berdua sudah duduk di sofa,jonathan mengambil sebotol minuman berwarna bening dari kulkas yang ada diruang kerjanya.


"gimana kamu betah kerja disini?"


"betah tuan"


"bagus..mami juga nggak banyak komplain jadi kontrak kamu akan saya perpanjang"


"terima kasih tuan"


"nanti gaji kamu keluar tanggal tujuh dan akan saya titipin ke mami.besok saya berangkat ke luar negeri selama seminggu.kamu jagain mami dan kasih laporan tiap jam 9 malam semua kegiatan yang mami kerjain selama sehari"


"baik tuan"


"laporan harus sesuai,kalau sampai kamu bohong apalagi kerjasama sama mami buat bohongin saya.kamu saya pecat!!"


"siap tuan"


saya nggak berani,bisa-bisa hilang 15juta saya.


"sekarang kamu masukkan barang-barang saya yang ada di atas kasur kedalam koper hitam"


"baik tuan"


sania segera undur diri dan masuk kekamar jonathan yang bernuansa gelap kecuali kasur,pintu,jendela serta lemari kecil berupa laci-laci berukiran rumit yang berwarna putih.


sania mengerjakan tugasnya dengan hati-hati karena takut melakukan kesalahan.

__ADS_1


ada beberapa lembar celana bahan berbeda warna,kemeja dan juga dua kotak celana dalam dengan gambar seorang model pria tengah memamerkan celana dalam yang dikenakan,tampak begitu seksi membuat wajahnya memanas.


barang-barangnya sudah tertata rapi dalam koper.badan sania berkeringat membuatnya mengangkat kaos ke atas dan mengibas-ngibaskannya agar memberi udara segar pada tubuh.dia tidak tau sedari tadi tuan jonathan sudah berdiri di ambang pintu memerhatikannya bekerja.


begitu sania berbalik dan ingin keluar baru dia melihat jonathan sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak dia mengerti.rasa malunya muncul begitu besar.


"emm..tuan pekerjaan saya sudah selesai.permisi"


"tunggu.." jonathan mendekati sania dengan langkah percaya diri sementara sania hanya menunduk menghindari tatapan tuannya yang membuat nyalinya ciut.gadis itu bisa mencium bau alkohol dari tubuh bosnya.


jadi tuannya ini habis minum??padahal baru lima belas menit dia meninggalkan ruang kerja dan masuk kekamar ini,apakah tuannya mabuk?


dia benar-benar ingin turun dan masuk kekamarnya dilantai bawah,apalagi yang tuan jonathan inginkan?


"ada apa tuan?"


"pijitin saya" jonathan melewati sania begitu saja dan duduk diatas sofa diujung ruangan.kakinya dia naikkan ke atas meja dan tubuhnya dia sandarkan ke belakang.


huft....pijet ternyata.tuan nyeremin banget sih auranya


"remot san"


sania yang tadinya sudah bersiap akan duduk dilantai,kembali bangkit mengikuti arah telunjuk jonathan.dia mengambil remot yang tergeletak disamping televisi persis.


kalo nyuruh sekali jalan kek tuan...jadi nggak bolak-balik saya duduk berdiri kayak gini.


meskipun menggerutu dalam hati,sania tetap mengerjakan tugasnya dengan sigap.dia geleng-geleng kepala melihat botol alkohol besar yang isinya sisa separuh.


"ini tuan..." jonathan meraihnya dan segera menenggak dengan rakus.matanya menatap lurus pada layar televisi sambil berkali-kali meminum alkohol yang ada ditangannya.


"minum" mata sania membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja diperintahkan jonathan padanya.


"saya nggak berani tuan" wajah sania berubah ketakutan.dia menghentikan pijatannya dikaki jonathan dan memundurkan posisi duduknya menghindari botol yang diacungkan tepat didepan wajahnya.


"saya rasa kamu masih inget peraturan yang sudah kamu tandatangani"


sania menggelengkan kepalanya kuat,tapi jonathan tetap kekeuh menyodorkan botol minuman pada sania dengan pandangan tajamnya.


akhirnya sania menerima botol berisi cairan berwarna bening itu dengan tangan gemetar.dia masih memandangi botol itu dengan mata berkaca-kaca.


ini adalah kali pertama dia memegang minuman beralkohol dan disuruh untuk meminumnya oleh seseorang.

__ADS_1


dibawah tatapan tajam sang majikan sania mendekatkan botol itu ke mulutnya.dia memalingkan wajah kesamping menghindari tatapan tuannya yang sama sekali tidak berpindah sedari tadi.


sensasi manis,asam dan juga sedikit pahit diakhir memenuhi kerongkongan sania.dia mengelap mulutnya dan mencoba menahan agar tidak memuntahkannya didepan jonathan.rasanya begitu asing hingga sania harus menelannya dengan penuh keterpaksaan.


"lagi" ucap jonathan tegas tak terbantahkan.dengan ragu sania meminum sedikit lebih banyak dari yang sebelumnya.meskipun sedikit pahit dan meninggalkan sensasi menggigit di lidah,sania mulai menyukai rasanya yang manis.tubuhnya semakin terasa panas sekarang karena efek dari minuman itu.


"gimana?"


"lumayan tuan" sania tersipu saat menjawab pertanyaan tuannya barusan.entah kenapa mood-nya berubah jadi senang dari yang awalnya takut.


"lumayan?minuman ini harganya separuh gaji kamu sebulan loh" kini wajah jonathan sudah berubah lebih hangat setelah mendengar pendapat sania.


"APA?!" sania langsung meletakkan botolnya diatas meja kaca saking kagetnya.untung saja dia meminum sedikit tadi,jadi kalaupun harus mengganti pasti tidak banyak.


"kenapa kamu taruh dimeja?habisin dong,daripada dibuang" nampak sekali jonathan menikmati ekspresi wajah sania yang tengah histeris ketakutan.


"gak mau,tuan aja yang habisin.itu kan punya tuan jonathan" sania menolak perintah tuannya karena khawatir dia akan mabuk.lagipula dirinya merasa sayang harus meminum air semahal itu.


"kamu nyuruh saya minum bekas kamu?"


"tapi tadi....(saya juga minum bekas tuan....)" sania hanya bisa melanjutkan pembelaannya dalam hati.benar juga kata tuannya mana ada seorang majikan meminum minuman bekas pembantu seperti dirinya?


"kenapa?!"


"ng...saya habisin dikamar aja tuan"


"nggak...bisa aja kamu bohongin saya dan nanti buang isinya kekamar mandi"


habis sudah,dia tidak punya alasan lagi untuk kabur dari tuannya yang pemaksa ini.


"saya takut tuan...." sania mulai merengek pada jonathan tapi bosnya itu tak bergeming,malah menyodorkan botol itu untuk kedua kalinya.


"tuan...kalo besok saya kenapa-kenapa gimana?"


"saya yang tanggung...udah buruan!!


kamu tuh lama-lama kayak faisal,kalo disuruh suka nawar"


huh...tuan arogan banget! awas aja kalo saya kenapa-kenapa tuan nggak mau tanggung jawab.


sania menenggak minumannya didepan jonathan langsung meskipun rasa terbakar sudah menjalar di lidah hingga tenggorokannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2