
"udah dua minggu jo..mami bosen dirumah sakit terus"
"coba tanya dokter,emang mami udah boleh pulang?"
kebetulan sekali dokter ridwan datang untuk mengecek keadaan nyonya maria.
"dokter,saya udah boleh pulang kan?"
dokter ridwan hanya tersenyum simpul,sudah sering dia mendengar pasiennya meminta untuk dipulangkan.
"maaf ya bu,hari ini belum bisa pulang.coba kita lihat keadaan ibu besok.permisi"
"tuh kan mami tuh belum boleh pulang"
jonathan sedang sibuk menanyakan tentang sania pada tantenya.berdasarkan hasil usg, anaknya dan sania berjenis kelamin laki-laki.jonathan sungguh senang mendengarnya.hanya saja sania masih menolak untuk bertemu dengannya.
"minah kemana jo?"
"bi minah lagi keluar sebentar sekalian makan mam"
"kamu udah tau kabar sania?"
jonathan memandang ibunya untuk sesaat lalu kembali menunduk menatap layar ponselnya.dia heran ibunya tiba-tiba menanyakan sania padanya.
"kenapa mami pengen tau?"
"mami penasaran aja,bisa-bisanya wanda bilang ke mami buat maafin sania"
"itu kan karena jo yang minta mam...lagian sania emang nggak salah apa-apa"
"nggak salah gimana,buktinya kamu bisa tertarik sama dia,padahal mami sudah sering ingetin buat nggak godain kamu"
"harus berapa kali jo bilang ke mami,jo yang maksa sania mam"
"tapi dia pasti melakukan sesuatu kan sampai-sampai kamu maksa dia?"
"enggak mam.."
jonathan lelah,benar-benar lelah menghadapi ibunya.
"dia beneran hamil anak kamu?"
"kalau mami nggak percaya kita bisa tes DNA.itu juga kalau sania mau ketemu sama jo"
"emangnya kenapa dia nggak mau ketemu sama kamu?" nyonya maria mengerutkan kening,memang ada wanita yang menolak bertemu dengan putranya?
"karena sania udah tau mami nggak akan setuju ,makanya dia sembunyi dari jo.dia bahkan bilang bakal ngerawat anaknya sendiri"
nyonya maria terdiam mendengar penjelasan jonathan,apakah benar sania memang tidak berniat untuk menggoda putranya?
"sekarang dia dimana?"
*******
"san..kita cek ke dokter yuk"
wanda masuk kekamar sania dan terkejut melihat sania yang seperti sedang menahan sakit.
"kamu kenapa san?yaampun ayo kita ke rumah sakit sekarang"
sania menggeleng kuat sambil mencengkeram tepian ranjang.
wanda mengusap pinggang sania berulang kali sambil menelfon dokter.
"yaudah sini tiduran dulu,miring ke kiri ya.dokternya udah mau dateng"
"bibi..."
__ADS_1
"iya bu...."
"siapin kasur sania mau lahiran"
"baik bu..."
wanda sibuk bolak-balik didalam kamar sania sambil menelfon darius.wajahnya masih terlihat panik karena ini pertama kalinya dia menemani orang yang akan melahirkan.
"aduh..san kamu mau apa?minum ya apa mau makan?aduh gimana nih"
"tenang nyonya..lebih baik nyonya duduk dulu" ART yang bekerja dirumah wanda memberikan saran pada majikannya agar tenang.karena mondar-mandir seperti itu juga tidak berguna.
"ah..iya bener juga.saya panik banget"
wanita itu lalu duduk dan mengabari jonathan bahwa sania kini sedang mengalami kontraksi.
keringat sania sudah bercucuran dan tiap kali perutnya menegang dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya erat untuk mengurangi rasa sakit.untungnya dokter segera datang jadi sania bisa segera diperiksa.
"ma..gimana sania?"
"masih diperiksa dokter,tekanan darahnya normal dan sekarang udah pembukaan 7 pasti sebentar lagi lahir"
"jo udah dikabarin?"
"udah..mama udah telfon tadi katanya dia masih dirumah sakit.tadinya mama mau ajakin sania kontrol eh taunya dia udah kontraksi duluan"
"untung ketauan ma"
"iya.."mereka sedang duduk didepan kamar sania karena wanda tak sanggup melihat sania yang tengah kesakitan.
darius mencoba menghubungi jonathan, tapi lelaki itu tak mengangkat telfonnya.
sejam kemudian jonathan tiba.
"gimana keadaan sania?"
lelaki itu langsung duduk disamping sania dan menggenggam tangannya erat.
"tuan..sakit.." wajah sania seperti hendak menangis lalu mempererat genggaman tangan jonathan ditangannya.
jonathan refleks mengelus-elus puncak kepala sania dan menenangkannya.dia tidak pernah membayangkan sama sekali seperti apa orang melahirkan.
dokter kemudian menyarankan jonathan untuk mengelus-elus pinggang sania.
"coba bu,saya cek dulu" sania terlentang diatas kasur tapi kemudian perutnya terasa mulas,secara naluriah dia mengejan hingga akhirnya dokter memberikan pengarahan pada sania agar manarik nafas panjang terlebih dahulu.
jonathan yang melihatnya seperti terharu melihat perjuangan sania begitu besar.dia membiarkan sania yang kini sedang mencengkeram kemejanya kuat.bahkan kancing bajunya sudah ada yang terlepas karena sedari tadi sania terus saja menariknya.
karena sudah terlihat bagian atasnya,akhirnya dokter menarik bayi hingga keluar.sania tampak lega begitu melihat wajah sang putra yang sudah lahir kedunia.
"dokter tolong adzanin anak saya" ucap sania pada sang dokter yang tengah membersihkan putranya dan melilitnya dengan kain.
jonathan baru ingat kalau sania adalah seorang muslim,jadi dia membiarkan dokter mengadzani putranya.
suasana hening saat sang dokter mengumandangkan adzan,darius dan wanda menyaksikan dari ambang pintu begitu tadi mendengar suara tangis bayi.
mereka semua tersenyum bahagia melihat putra sania yang tampak lucu dan sehat.
wanda menggendongnya dan duduk diranjang.darius mendekat dan mengucapkan selamat pada sania yang berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.
setelah menyelesaikan tugasnya dokter pamit dan memberikan resep obat untuk diminum sania.
sania tertidur kelelahan dengan keringat bercucuran diwajahnya.jonathan yang menunggui sania ikut tidur diatas ranjang sambil terus mengamati.
dia merasa hidupnya seperti tak ada beban.apalagi kini bintang sudah lahir,anak yang akan mengikat sania selamanya.
jonathan bangun saat mendengar suara tangis putranya begitu kencang.
__ADS_1
"ada apa tante?"
"kayaknya haus deh jo"
sania pun terbangun dari tidurnya dan meminta agar bintang segera diserahkan padanya.
"coba disusuin deh san.." wanda menyerahkan bintang pada sania dan sepertinya ibu baru ini sangat luwes menggendong putranya.
sania tersenyum bahagia melihat wajah putranya yang kini diam dalam gendongannya.
"wah..kayaknya dia nangis karena pengen di gendong sama kamu deh" ujar wanda tersenyum melihat bintang yang kini tampak tenang.
"iya bu..makasih udah jagain bintang"
"nggak usah pake makasih segala,bintang kan cucu saya juga.kamu laper nggak san?"
"enggak bu,nanti kalau laper biar saya ambil sendiri"
"nggak bisa dong,kamu kan masih lemes abis melahirkan"
"nanti biar jojo yang ambilin tan"
"ya udah tante keluar dulu ya"
sania mencoba menyusui bintang dan dengan pandainya bayi mungil itu mencari dan mengisap p**ing susu ibunya.jonathan terpana melihat sania dan bintang yang ada dihadapannya.
"tuan..gimana keadaan nyonya maria?"
"mami baik-baik aja,kamu nggak nanya kabar saya?"
"eng..tuan apa kabar?"
"baik..apalagi sekarang udah bareng sama kamu dan bintang"
sania menunduk memerhatikan wajah putranya yang masih asyik menyusu meskipun matanya terpejam.
jonathan memeluk sania dari belakang dan ikut memerhatikan wajah putranya.
"bintang mirip banget sama saya waktu kecil"
iya lah mirip,ini kan anak tuan.
"enggak,bintang mirip saya.liat tuh bulu matanya sama bibirnya"
jonathan tersenyum,kenapa sania begitu sulit mengakui kalau bintang lebih mirip dirinya daripada sania?
"diliat keseluruhan bintang itu mirip saya,coba aja kamu tanya sama tante wanda"
"iya..iya.." sania merengut,lebih baik dia mengiyakan saja daripada berdebat dengan tuan jonathan.
sania meletakkan bintang ke boks bayi dan berjalan ke lemari untuk mengambil baju ganti.
jalannya sangat pelan karena masih merasa sedikit nyeri di area bawah sana.
"ah..tuan..tuan turunin saya"
"kamu mau ngapain sih ?"
"saya mau mandi tuan...tolong turunin"
"yaudah saya temenin"
"ck..tuan apa-apaan sih"
"diem..kamu mau saya cium?!"
BERSAMBUNG
__ADS_1