
cahaya matahari yang masuk melalui atap kaca membuat kolam renang dirumah jonathan sedikit terasa hangat.lelaki itu beberapa kali menggerakkan tubuhnya didalam air lalu beristirahat dikursi kayu yang ada dipinggir kolam.sudah setengah jam dia menghabiskan waktu untuk berenang.
dia memejamkan mata berusaha menjernihkan pikiran yang terasa sangat kusut akhir-akhir ini.
tiba-tiba terlintas dalam pikirannya untuk menengok keadaan sania sekaligus memberi peringatan pada gadis muda itu untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada ibunya tentang kejadian semalam.
dia berjalan menuju kamar sania dengan menggunakan handuk kimono berwarna hitam.tetesan air membasahi wajahnya karena rambutnya belum sempat dikeringkan.
tok..tok..tok
"iya..sebentar" terdengar jawaban sania sangat lirih.
gadis itu terkejut karena begitu pintu terbuka yang muncul adalah wajah tampan jonathan yang terlihat sangat seksi.sedangkan sania sendiri masih terlihat pucat.
"tuan..."
"gimana keadaan kamu?"
"udah mendingan tuan..sebenernya semalem saya kenapa ya ?"
jonathan lega karena sepertinya sania tidak mengingat kejadian semalam.dia lalu merubah raut wajahnya dengan mimik kesal.
"kamu disuruh pijitin kaki saya malah pingsan.jadi saya harus gendong kamu kebawah"
"maaf tuan...saya ngrepotin" sania sudah akan menangis.sepertinya dia benar-benar menyesal sudah merepotkan jonathan majikannya.melihat itu jonathan jadi merasa bersalah.
"udah nggak pa-pa,sana istirahat jangan sampe kamu pingsan lagi"
mendengar kalimat jonathan barusan air mata sania malah menetes dengan derasnya.
"iya tuan..maaf"
jonathan bingung kenapa sania bisa sampai menangis seperti itu.
apa dia terlalu kejam karena sudah membuat sania merasa bersalah seperti sekarang ?
__ADS_1
"hei...udah jangan nangis.apa masih sakit kepala kamu?"
"se..di..kit tu..an" jawab sania terputus-putus
"biar saya panggil dokter,kamu pengen makan apa ?"
"ng..nggak u..sah tuan.ehm biar nanti saya minum obat dari bi minah"
"ya udah sana kamu istirahat.cepet sembuh ya" jonathan menepuk bahu sania lalu pergi menuju kamarnya.
sania kembali merasa sedih,dia teringat saat-saat almarhum ayahnya dulu sakit.sania susah payah mengurusnya seorang diri padahal paman-pamannya tinggal tak jauh dari rumahnya.tiap kali dimintai tolong mereka akan menggerutu dan malah memarahi sania dengan kata-kata menyakitkan.
mereka selalu bilang bahwa sania dan ayahnya selalu merepotkan.mungkin itulah mengapa sania langsung menangis ketika jonathan mengeluh padanya.
sania menghela nafas,dia menutup pintu dan memutuskan untuk mandi agar badannya lebih segar.dia tidak bisa terus-terusan dikamar seperti ini.rasa mualnya juga sudah berkurang mungkin dia harus memakan sesuatu untuk mengganjal perutnya yang kelaparan.
apa sebaiknya dia memesan makanan saja?dia ingin memakan sop buntut seperti yang dulu rio belikan bila dia sedang sakit.
tangannya gatal sekali ingin menghubungi mantannya,untuk bertanya dimana dia biasa membeli makanan lezat itu.
dia membasahi tubuhnya dengan guyuran air dingin.rasanya segar sekali karena dari tadi badannya berkeringat cukup banyak.
sambil terus menggosok badannya pelan,sania mencoba mengingat kembali apa yang menyebabkan dia sampai pingsan semalam.tapi berusaha sekeras apapun dia tidak bisa.
sepertinya sudah hampir tengah hari..dan sania sama sekali belum keluar dari kamarnya.entah apa yang akan dikatakan nyonya maria nanti,kalaupun dia dimarahi sania akan mendengarkannya saja dan tidak membantah.
tapi ada yang aneh hari ini....sania terus berusaha mencari apa yang lain dari hari-hari biasanya selain dia yang belum bertemu dengan nyonya maria sedari pagi?
ah....sania sadar
tuannya hari ini tidak bekerja,dan ini pertama kalinya dia melihat jonathan sesantai itu.
dan seingatnya semalam tuan jonathan bilang hari ini akan pergi keluar negeri selama seminggu.apa tidak jadi,atau tuannya itu belum berangkat ?
sania cepat-cepat menyelesaikan mandinya dan memakai baju.dia ingin bertemu dengan bi minah yang sepertinya entah berada disisi mana dari rumah megah ini.
__ADS_1
setelah mematut diri di cermin dia yakin dandanannya sudah rapi.dia mengetuk pintu kamar sang nyonya,tapi nihil tak ada jawaban.sania ingat ini sudah waktunya nyonya maria minum vitamin.
dia memilih untuk mencari bi minah ke seluruh penjuru rumah sambil mencari rumah makan yang menjual menu sop buntut favoritnya.
sania sudah keliling rumah dan masih belum juga menemukan bi minah.dia memutuskan untuk mencari di lantai atas,bila masih belum juga ketemu,dia akan mencari kerumah belakang tempat kediaman bi minah dan keluarganya.
"san..kamu ngapain ?"
jonathan sudah rapi dengan baju kasualnya,sania sampai ternganga karena dia belum pernah melihat tuannya berpenampilan sekeren ini selain menggunakan jas dan kemeja.
"emmm...sa...ya nyari bi...bi minah tuan"
"ada di balkon..emang kenapa?"
"anu tuan...nggak pa-pa sih.saya cuma pengen bantuin bi minah kerja"
sania masih terpesona dengan penampilan tuannya,dia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya karena merasa malu sendiri.
"emang kamu udah sembuh?"
jonathan heran,tadi gadis itu menangis saat dia menanyakan keadaannya.tapi sekarang sepertinya sania sudah baik-baik saja.
"udah tuan..saya permisi dulu"
"eh tunggu...kamu beneran nggak inget kejadian semalem san?"
"enggak tuan.."
"yaudah sana kamu boleh pergi"
"iya tuan..."
aneh..nanyanya nggak jelas banget
BERSAMBUNG
__ADS_1