
sania merasa hidupnya semakin berantakan dan dia tidak tau bagaimana untuk menyelesaikan masalahnya.dia butuh seseorang,tapi siapa ?
orang yang benar-benar bisa membantunya keluar dari jurang keputusasaan.
memandang ke meja yang digunakan majikannya,suasana hati sania kian memburuk.ironis sekali bila dibandingkan dengan dirinya yang kini duduk sendiri di pinggir ruangan.
bagaimana tidak ?
ternyata selain bertemu dengan keluarganya,tuan jonathan juga secara tidak langsung sedang dijodohkan oleh pamannya.
entah siapa nama wanita itu dan bagaimana latar belakangnya.tapi yang jelas mereka terlihat sangat cocok.apalagi sepertinya tuan jonathan sangat menyukai wanita itu.karena dari tadi mereka ngobrol dan beberapa kali jonathan melempar senyum padanya.
sania hanya memakan sedikit sekali makanannya karena tidak berselera.sebenarnya dia bisa saja tidak ikut keluar kali ini.tapi nyonya maria memaksanya untuk tetap ikut,alasannya nyonya maria kasihan meninggalkan sania seorang diri di apartemen.
"helo excuse me miss.."
sebuah sapaan membuyarkan lamunannya.
"oh...em hello sir"
"i was wondering why a beautiful women like you is just sitting here alone.do you mind if i join you ?"
"oh...no sir please.umm sorry i'm not really good in english"
lelaki dihadapannya menarik kursi dan segera duduk lalu meletakkan makanannya di meja.
"so...where are you come from miss....what's your name ?"
"sania,my name is sania and i come from indonesia.what's your name sir?"
"saya terry.saya bisa bahasa a little bit anyway"
"good then.." sania menampilkan sedikit senyumnya,lelaki tampan dihadapannya ini sepertinya orang baik.setidaknya sekarang dia tidak sendiri dan ada teman untuk mengobrol.
"by the way..kenapa kamu sendirian disini?"
__ADS_1
"sebenarnya saya sama bos saya sir.tapi mereka sedang ada pertemuan keluarga jadi saya memilih duduk disini"
"well,i think you're not in a good condition"
"ya..bisa dibilang begitu.saya cuma kangen sama keluarga saya"
"why don't you call them?"
"my cellphone doesn't work here.i mean,no signal at all" sania menunjukkan ponselnya pada lelaki itu.
"ah...right.maybe kalau kamu sambung ponsel kamu ke wi-fi kamu bisa call mereka"
"really??"
"we should try if you wanna know"
lelaki bernama terry itu mengeluarkan ponselnya dan menyambungkan sambungan wi-fi ke ponsel sania.tak menunggu lama ponselnya berdering berkali-kali menandakan ada pesan masuk.
"ah...it works.makasih ya terry" sania terlihat sangat senang karena akhirnya bisa menghubungi rosi dan bi minah.
"sama-sama.why don't you eat your meal?"
"ah...i see.do you have a problem with your boyfriend?"
"haha..no terry.saya nggak punya pacar"
"pacar?"
"i mean boyfriend"
terry mengangguk paham.
"terry kenapa kamu sendirian disini?"
"maybe god send me here to help you"
__ADS_1
sania kembali tersenyum mendengarnya,kali ini jauh lebih tulus bukan sekedar senyum sopan.
"yeah..you're right.kalau kamu nggak dateng saya pasti masih sedih sekarang"
"can i have your number?"
"apa?"
"phone number"
"oke...give me your phone"
terry mengulurkan ponselnya pada sania.
"this...do you live here terry?"
"yes..i live here with my...."
"ah i'm so sorry..sepertinya bos saya sudah selesai.thank you so much terry,nice to meet you"
"nice to meet you too.i already send you a message,save my number oke?"
"oke.bye"
sania melambaikan tangan sambil berjalan keluar restoran mengikuti nyonya maria dan tuan jonathan.yah ponselnya kembali sunyi,tapi setidaknya dia sudah memberi kabar pada orang-orang terdekatnya.
begitu sampai di mobil,wajah jonathan sama sekali tidak bersahabat.terlihat sekali kalau pria itu sedang menahan amarah.tapi kenapa ?sania sama sekali tidak berani mengeluarkan suara karena menyadari situasi yang mencekam,bahkan nyonya maria pun bungkam.
sepertinya dia tau kalau anaknya kini sedang marah.
BERSAMBUNG
jadi readers part ini terinspirasi dari pengalaman aku pribadi..pernah suatu hari waktu aku masih kerja jadi buruh di pabrik,aku lagi jalan kaki jam 5.15 pagi buat berangkat kerja karena jam kerja dimulai sebelum jam 6.
nah...waktu baru setengah jalan,tiba-tiba ada motor berhenti dan satu orang cowok nawarin buat boncengin aku sampai tempat kerja.mungkin dia tau kalau aku kerja ditempat yang sama sama dia dari seragam yang aku pake.
__ADS_1
walaupun aku udah nolak berkali-kali dia tetep maksa dan karena nggak enak jadi aku ikut aja.dan bener dia boncengin sampe tempat kerja.
sayangnya aku nggak sempet kenalan..tapi aku masih inget kebaikan dia sampai sekarang.dan entah kenapa hari ini tiba-tiba keinget sama dia,jadi aku cuma bisa berdo'a buat dia semoga dia baik-baik aja dimanapun dia berada.aamiin