
"sal..cari rumah minimalis diluar jakarta yang deket sama fasilitas umum.isi perabotan lengkap,tv,kulkas,mesin cuci,ac dan juga kasur,peralatan dapur jangan lupa"
"kasih saya satu minggu bos"
"besok harus sudah siap,paling lama tiga hari"
tut
jonathan memasukkan ponselnya kedalam saku dan duduk berdampingan dengan sania diatas ranjang.
"san..saya sedang cari rumah buat kamu sama bintang.tiga hari lagi saya jemput dan antar kamu kesana"
"tapi tuan...saya nggak bisa nerima pemberian tuan"
"kalau gitu kamu tinggal di apartemen yang dulu"
"maaf tuan,tapi saya nggak bisa"
tempat itu cuma bikin saya inget waktu dimarahin nyonya maria.
"tapi ini bukan cuma buat kamu,saya juga mikirin bintang san"
"jangan percaya san...bang jon mau lo pergi dari sini karena jealous sama gue"
teriak darius dari ruang makan,entah apakah lelaki itu memiliki indra pendengaran yang tajam atau karena suara jonathan yang terlalu keras.
terdengar suara cekikikan darius lalu mengaduh beberapa saat setelahnya karena wanda menegur darius yang menjahili kakak sepupunya.
"pokoknya kamu harus tinggal ditempat yang saya siapin.kalau kamu kabur lagi,jangan salahin saya kalau saya yang ambil alih merawat bintang"
setelah mengatakan hal itu,jonathan keluar sambil membanting pintu kamar membuat sania terkejut.baru membayangkan jauh dari bintang saja dia seperti kehilangan akal,apalagi kalau hal itu sampai benar-benar terjadi.sania tidak tau apakah dia masih bisa hidup atau tidak.
"kamu kenapa sih jo,berantem sama sania?"
"enggak.jo mau minta tolong sama tante buat jagain sania,jangan sampai dia pergi dari rumah"
"iya..tante jagain"
*****
"ma..jo mau minta restu buat nikahin sania"
__ADS_1
"silakan..tapi mama nggak akan dateng ke acara nikahan kamu.mama juga nggak mau ketemu sania"
"kenapa?"
"mami cuma nggak bisa ketemu sania,yang penting kan mami kasih restu"
jonathan menghela nafas,dia sudah cukup senang ibunya mau memberi restu.tapi sebagian hatinya sedih karena ibunya seperti tidak merasakan kebahagiaan yang sama.
sebelum pergi dari rumah sakit,jonathan mengirimkan foto putranya pada sang ibu karena bagaimanapun juga bintang merupakan cucunya.
sepeninggalnya jonathan,nyonya maria yang awalnya cuek mulai tertarik melihat foto cucunya yang belum pernah dia lihat sama sekali.
lama-lama dia tersenyum juga begitu menyadari cucunya begitu mirip dengan jonathan.baru sebentar dia meletakkan ponselnya,nyonya maria kembali mengamati foto cucunya sambil tersenyum senang.
*****
sudah dua hari ini jonathan sama sekali tidak datang menjenguk sania dan bintang dirumah wanda.sania penasaran dalam hati tapi untuk bertanya dia terlalu malu.
keadaan dirumah wanda makin ramai setelah hadirnya bintang.darius saja malas-malasan berangkat ke kantor karena ingin menggendong bayi mungil itu seharian.
"kamu kapan mau nikah kak??kok mama nggak pernah denger kamu punya pacar sih ?"
"loh..anak mama ganteng gini masa nggak ada yang mau?"
"yang mau sih banyak,tapi yang aku mau orangnya nolak melulu"
"haha...aduh kak kasian banget sih kamu.perlu mama tolongin?"
"enggak!!!"
"beneran??"
"iya mama.....coba adek suruh pulang siapa tau dia udah punya calon"
mereka terlihat begitu dekat dan saling menyayangi,sungguh berbeda dengan tuan jonathan dan nyonya maria batin sania dalam hati.
"san..sini duduk" wanda menepuk ruang kosong disebelahnya agar sania bisa duduk.
"aduh...bintang udah mandi.sini gue gendong san.."
"loh,tuan nggak berangkat?" sania menyerahkan bintang pada darius perlahan.meskipun diompoli beberapa kali oleh bintang,lelaki itu tidak jera.
__ADS_1
"kamu udah makan san?"
"udah bu...tadi sama tuan darius malah"
"oh iya..kamu nggak seriusan mau pindah kan?"
"saya belum nemu tempat yang cocok bu"
"ya udah jangan pindah,disini aja nemenin saya"
"mami tuh nggak ngerti anak muda..nggak inget kemaren bang jo bilang mau nyari rumah buat sania sama bintang?"
"saya itu sebenernya pengen nyari rumah sendiri,tapi tuan jo malah ngancam mau ambil alih merawat bintang dari saya"
darius malah tertawa membuat sania merengut kesal.
"kan dulu gue udah pernah bilang,mending lo terima aja abang gue.kalo dulu gue biarin lo pergi pun,udah pasti malemnya bang jo nemuin lo san.dia nggak main-main kalau berurusan sama orang yang dia sayang"
"jangankan elo,bahkan semua karyawan di perusahaan termasuk yang kerja dirumah diperhatiin kesejahteraannya sama dia.lo mau nyari diluaran sana cowok yang kayak bang jo itu langka"
sania terdiam mendengar rentetan pembelaan darius untuk jonathan.
sania merenungi semua hal yang terjadi dalam hidupnya.dibalik semua kesedihan yang pernah dia alami,tuhan mengirim seseorang yang benar-benar menyayanginya.tapi masalah perbedaan agama menjadi ganjalan besar dalam hatinya.sampai kapanpun dia tidak akan mau berpindah agama meskipun dia telah melakukan banyak dosa sebelumnya.
dia sudah berniat untuk memperbaiki kehidupannya.kalau jonathan mau menikahinya lelaki itu harus mau memeluk agama islam.
"tapi saya sama tuan jo itu beda agama,saya nggak kepikiran buat pindah agama sama sekali"
"lo harus obrolin sama bang jo kalo gitu san,gue nggak mau liat abang gue sakit hati karena kebodohan kalian berdua.semua masalah pasti ada solusinya"
sania mengangguk pelan.dia sudah paham akan hal itu,hanya saja jonathan belum ada kabar.ponsel yang diberikan jonathan sebelum pergi untuk dipakai sania begitu sunyi.hanya ada notifikasi dari operator saja disana.
sania kembali galau dengan pikirannya sendiri.
BERSAMBUNG
malam readers semua,semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan penyebaran virus corona segera berhenti.
tetap waspada,jaga kebersihan dan jangan panik.buat emak-emak yang ngurus rumah tangga apa lagi,karena kita otomatis kontak dekat dengan anggota keluarga lainnya.selalu perhatikan keluarga kita ya,yang habis bepergian dan kontak fisik dengan banyak orang diluar sana ketika pulang kerumah harus langsung mandi,baju juga harus langsung dicuci.
♡♡♡♡♡
__ADS_1