Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
dia lagi


__ADS_3

"san..kamu udah lahiran?mana anak kamu?"


"nggak ada,lagian aku nggak harus kasih lihat anakku ke kamu kan?"


"tapi gimana kalau dia itu anakku juga"


"stop!!denger ya,ayah dari anak sania itu saya.jadi kamu nggak usah paksa dia buat menuruti semua kemauan kamu" jonathan langsung memotong pembicaraan mereka berdua karena sedari tadi dia bertanya tidak ada yang memberikan jawaban dengan pasti.


"ini siapa san?"


"saya calon suaminya.jadi tolong kamu jangan ganggu dia lagi"


jonathan langsung mengajak sania pergi saat itu juga meninggalkan rio yang masih diam mematung.lelaki itu seperti mendapat tamparan keras begitu melihat sania pergi sambil bergandengan tangan dengan pria lain.dulu dia yang selalu menggandeng tangan kecil itu,tapi kini hatinya sakit melihat sania benar-benar sudah berpaling darinya.


saat tau sania hamil,rio pikir janin yang ada dalam kandungan sania adalah anaknya.dia berharap hubungannya dengan sania bisa diperbaiki dan bisa memulai semuanya dari awal.


jonathan menjalankan mobilnya dalam diam membuat sania bingung dan merasa serba salah.


"tuan.."


"hmm"


"tuan marah?"


"enggak"


enggak marah,tapi diem aja.huft


"sebenarnya cowok tadi itu mantan saya"


"saya tau"


"tuan tau?!!" kok bisa?!!!


"kamu dulu pernah cerita ke saya"


"cerita?cerita apa tuan?kapan saya cerita?"


"oh...emm saya udah lupa" jonathan sedikit gugup menjawabnya.


sebenarnya jonathan tidak lupa sama sekali.dia hanya tidak mau sania ingat kejadian dimana dia pernah memaksa wanita itu untuk meminum alkohol sampai mabuk.

__ADS_1


sementara itu sania masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


apakah dia memang sudah menceritakan tentang rio pada tuannya?


"besok kita berangkat"


"apa?!kenapa buru-buru banget tuan?"


"lebih cepat lebih baik"


ini pasti gara-gara rio tadi muncul makanya tuan pengen cepet-cepet.


"tapi saya nggak mau ada resepsi tuan..."


"kenapa?kamu malu nikah sama saya?"


"bukan gitu..tapi saya nggak terbiasa sama pesta pernikahan.apalagi tamunya tuan pasti orang kaya semua,saya nggak nyaman"


"hmmm..ya sudah" jonathan menghela nafas panjang,lebih baik dia mengadakan pesta kecil dirumah dan mengundang keluarga inti saja.


sania sudah merengek minta pulang padahal tadinya jonathan ingin mengajak sania makan terlebih dulu.


"san...ayo kita beli cincin"


"tapi nggak lama kan tuan?"


"enggak"


begitu sampai disebuah toko perhiasan yang tampak berkelas,pegawai toko mengarahkan mereka berdua ke deretan perhiasan yang paling mahal.saat pegawai tersebut menunjukkan cincin dengan berlian besar sania menggeleng kencang sambil tersenyum.


cincin tersebut terlalu menonjol,lagipula sania menyukai barang yang sederhana.


"kalau bahan selain emas tapi yang kualitasnya bagus,ada mbak?"


"oh..ada cincin berbahan palladium bu,sebelah sini"


"kamu nggak milih yang emas aja?"


sania menggeleng,dia sudah kekeuh ingin membeli cincin berbahan selain emas.


"silakan bu.."

__ADS_1


sania mengambil dua cincin dengan motif berbeda dan menunjukkannya pada jonathan.setelah memerhatikan beberapa saat jonathan memilih satu yang ada ditangan kanan sania.


"yang ini bagus,simpel.kamu suka?"


sania mengangguk lalu meminta pada pegawai toko untuk mengambil ukuran yang pas di jari mereka berdua.


dalam perjalanan pulang sania tak henti-hentinya tersenyum saat membalas pesan dari teman-temannya.


"san..kamu cerita ke temen kamu kalau udah punya anak?"


"belum tuan"


"kenapa?"


sania tampak menghela nafas cukup panjang sebelum menjawab pertanyaan jonathan tadi.


"mungkin besok kalau bertemu secara langsung baru saya ceritakan ke mereka.saya baru cerita ke rosi aja dia udah ngambek"


"ngambek? kenapa?"


"dia merasa nggak dianggap sebagai sahabat,terus dia juga minta ketemuan besok.pengen gendong bintang katanya"


"undang aja kerumah,setelah kita menikah"


mendengar lagi kata menikah keluar dari mulut jonathan saja sudah cukup membuat jantung sania berdegup kencang.


"boleh tuan?"


"boleh"


"makasih ya tuan.."sania kembali sibuk membalasi chat dari teman-temannya hingga akhirnya dia kelelahan sendiri dan tertidur selama sisa perjalanan pulang kerumah.


jonathan berfikir sania pasti kelelahan merawat bintang seorang diri.tapi dia tau bahwa wanita disampingnya ini sangat bahagia dengan hadirnya bintang dalam kehidupan mereka.


BERSAMBUNG


lanjut mau nulis part berikutnya,ditunggu ya😊😊


maaf kalau lama.


tolong dukungannya buat cerita ini ya readers tercinta.eh ngomong-ngomong ada reader cowok juga nggak ya? 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2