Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
menyerah


__ADS_3

"kamu udah makan?"


"udah tuan"


"makan apa?


"makan salad buatan tuan darius sama keripik"


"ck...ayo keluar" jonathan menyerahkan masker ke tangan sania agar gadis itu memakainya sebelum pergi.wajah jonathan terlihat sangat kusut,tapi dia masih sempat-sempatnya menanyakan apakah sania sudah makan apa belum.


"kita mau kemana tuan?"


"makan"


sania menarik tangan tuan jonathan yang berjalan cepat didepannya,membuat jonathan berhenti seketika.


"ada apa?"


"saya nggak biasa jalan cepat tuan"


entah kenapa sania tiba-tiba melingkarkan tangannya ke lengan jonathan.tapi karena lelaki itu diam saja,sania melepaskan pegangannya.


"ayo" sania terkejut karena jonathan merangkul pundaknya dan membimbingnya memasuki lift.sebenarnya jonathan heran karena sania yang tadi tiba-tiba menggandeng lengannya.padahal sampai tadi pagi saja sania masih menolak diajak berbicara.apa ini karena darius?entahlah


"kamu mau makan apa?"


sania menggeleng karena sebenarnya dia tidak berselera untuk makan.kini makanan seperti musuh besar baginya.


jonathan mengarahkan mobilnya ke restoran mewah sampai ke warung-warung tenda pinggir jalan tapi sania masih menolak juga.sampai ditepi jalan jonathan yang frustasi berhenti dan membiarkan dirinya tenang karena tidak mungkin juga dia memarahi sania.sudah satu jam mereka hanya berputar-putar tak tentu arah tapi sania masih belum juga memilih tempat untuk makan.


"tuan..makan disana aja"


"apa?"


sania menunjuk sebuah warung makan bercat kuning dengan hidangan yang terpajang jelas dibalik etalase.


jonathan mendongakkan kepalanya dan memicingkan mata agar pandangannya semakin fokus.


dia lalu memarkirkan mobilnya didepan warung tersebut tak lama kemudian.


"kamu serius mau makan disini?"


"iya tuan"


"yaudah" mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke warung yang hanya diisi beberapa pengunjung.


sania memesan beberapa lauk sekaligus begitu melihat penampilannya yang menggoda,sementara jonathan hanya mengikuti sania saja karena dia sudah makan malam dirumah dengan ibunya.


"tuan nggak makan?"


"sudah"


sania nampak makan dengan lahap,dia memesan bebek dengan sambal dan juga rebusan daun singkong.tak lupa dia memesan perkedel kentang dan juga telur dadar yang cukup tebal.


jonathan tersenyum kecil melihat sania yang makan dengan lahap.


"kamu nggak mual?"


sania menggeleng karena mulutnya sedang mengunyah makanan.setidaknya disini dia tidak mencium tumisan bawang dan bumbu seperti ditempat lainnya.


"kok bisa?"


"disini nggak bau tuan,jadi saya nggak mual"

__ADS_1


"gimana kalo besok kita ke dokter?"


"ma...mau apa tuan?saya nggak mau" sania jadi berpikiran yang tidak-tidak karena khawatir jonathan akan memintanya untuk menggugurkan kandungannya.


"periksa kondisi kamu lah..sama bayinya"


"o-oh..saya nggak pa-pa kok tuan"


"dari mana kamu tau?emang kamu dokter apa ?"


"ya enggak si tuan,tapi kata temen-temen saya ini wajar kok.biasa kalo diawal trimester pertama mual-mual.temen saya malah dulu sampai di opname di rumah sakit"


"kenapa?" dahi jonathan mengerut karena masih tidak paham dengan perkataan sania.bagaimana bisa orang hamil mual sampai tidak nafsu makan?apakah dulu ibunya juga mengalami hal itu?


"soalnya kalo habis makan sama minum langsung keluar lagi"


"kamu enggak kan?"


"enggak,cuma mual kalau nyium bau-bau tertentu aja"


sania sadar belakangan ini jonathan tidak mengenakan parfum atau wewangian apapun ditubuhnya.bahkan rambutnya yang biasa tertata rapi dan mengkilap kini hanya disisir seadanya saja.


jonathan mengangguk lega.


"mau beli buat dibawa pulang?"


"emang boleh tuan?"


jonathan mengangguk.sania memandangi punggung bidang jonathan yang sedang berjalan menuju meja kasir untuk memesan beberapa lauk.


tuan baik banget sih...pengertian lagi.coba kalau dia jadi suami gue,pasti gue seneng banget lagi hamil ada yang perhatiin.kenapa gue harus naksir sama orang kaya sih?ribet banget hidup gue sekarang


mereka berjalan keluar dari rumah makan beriringan,bahkan jonathan merangkul sania sampai ke mobil.


"oh,baru sebulan pak" jawab jonathan sambil menyerahkan uang parkir pada seorang lelaki paruh baya.


"pasti lagi ngidam ya?biasa itu pak,ikutin aja maunya yang penting hati-hati"


"iya pak..makasih"


jonathan tersenyum saat memasuki mobil tapi sania sama sekali tidak menyadarinya,gadis itu masih sibuk menatap keluar jendela.


"tuan..gimana keadaan dirumah?"


"maksud kamu mami?"


"bukan,maksud saya semua orang tuan"


tuan kok bisa tau tujuan pertanyaan gue tadi ya?


"baik,emang kenapa?"


"saya cuma khawatir tuan"


"nggak perlu,mami juga baik-baik aja"


hening


pembicaraan mereka berhenti sampai disitu karena jonathan juga fokus menyetir.


lelaki itu mengajak sania untuk mampir saat melewati minimarket 24jam dan membeli susu khusus ibu hamil.


"kamu mau beli apa lagi?"

__ADS_1


sania mengambil satu kotak es krim,beberapa batang coklat dan tak lupa membeli keripik favoritnya.


"udah?"


sania mengangguk lalu meletakkan keranjang belanjaannya ke meja kasir sambil tersenyum.


****


di apartemen...


"tuan..saya butuh barang-barang saya"


"beli yang baru.."


"nggak bisa dong tuan,saya belinya pake uang hasil kerja keras"


"saya tau,tapi saya belum bisa nyuruh bi minah buat beresin barang kamu.lagipula disini juga sudah lengkap.kamu butuh apa lagi sih?"


"hp lama saya"


"nggak"


"hp ini nggak bisa buat internetan tuan...saya bosen"


"nggak,kamu pikir saya nggak tau kamu pengen kabur dari tempat ini?"


"arrrgggh tuan ngeselin tau nggak?!"


sania berjalan cepat masuk kedalam kamar meninggalkan jonathan didepan pintu.berbicara dengannya hanya membuat sania kesal.


"terserah!!!" sania dan jonathan saling berteriak menumpahkan kekesalan satu sama lain.gadis itu mencari-cari dompet miliknya dan berniat untuk pergi sekarang juga.


"hey kamu pikir kamu mau kemana hah?!" lelaki itu berjalan mendekati sania yang mencoba membuka pintu tapi tak bisa karena tadi jonathan sudah sempat menguncinya.


"saya mau pergi!! saya nggak mau tinggal disini lagi"


jonathan mencium sania paksa agar gadis itu bisa diam.kepalanya sudah pening karena dirumah ibunya mencecarnya dengan berbagai pertanyaan,sementara sania disini meminta untuk dilepaskan membuatnya tak tahan lagi.


ciuman jonathan terasa begitu menuntut,membuat pertahanan sania jebol juga.bahkan lelaki itu memasukkan tangannya ke balik celana yang sania pakai membuat gadis itu mendesah kecil.tangan kecilnya yang tadi berusaha keras mendorong tubuh jonathan agar menjauh malah kini mencengkeram jaket jonathan erat.


lututnya lemas dan kini tubuhnya ditopang kuat oleh sebelah tangan jonathan yang masih memeluk pinggangnya erat.


dalam otak sania terlintas perkataan darius yang memintanya untuk berhenti menjauhi jonathan karena semua itu percuma.


sania menyerah.


kedua tangannya kemudian memeluk tengkuk jonathan dan mulai membalas ciumannya dengan mesra,membuat jonathan senang bukan main.


lelaki itu mengangkat tubuh sania tanpa melepaskan ciumannya dan refleks sania mengaitkan kedua kakinya di pinggang jonathan erat.


dia membopong sania menuju kekamar.


tok..tok..tok


"jo......buka....ini mami"


sania dan jonathan langsung menghentikan ciumannya dan merapikan dandanan masing-masing.


"tuan..gimana ini?"


BERSAMBUNG


maaf ya readers baru update.nulis part ini ternyata makan waktu dua hari padahal pengennya langsung nyambung ama part kemaren. 🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2