
lewat tengah malam sania dan jonathan sampai dirumah.dibantu pak imron dan pak diman mereka memapah jonathan sampai kekamarnya.
sania membantu melepaskan sepatu dan juga jaket jonathan.
"sa-ni-a...."
tadinya sania sudah akan keluar,tapi mendengar tuannya memanggil gadis itu kembali mendekat.
"tuan..tuan mau diambilin sesuatu?"
"san...kepala saya pusing..." meskipun hanya menggumam tapi sania masih bisa mengerti maksud tuannya barusan.
"tuan mau minum obat?atau mau minum teh anget?"
jonathan malah menjambak rambutnya kencang.melihat itu sania langsung menghentikan tindakan tuannya karena takut rambut jonathan akan ikut tercabut.
"biar saya pijetin aja tuan.."sania menarik bangku kecil dari samping meja dan memijat kepala jonathan perlahan.lelaki itu malah menggeser kepalanya keatas paha sania.
sebenarnya sania ingin protes dan memindahkan kepala tuannya kembali keatas bantal tapi melihat jonathan yang seperti sedang menikmati pijatannya sania tak tega.
meskipun mengantuk dia tetap melanjutkan pekerjaannya.hingga akhirnya sania yakin jonathan sudah tidur nyenyak dia berani memindahkan kepala tuannya.
sania merenggangkan badannya yang terasa sangat lelah.nyonya maria tidak dirumah selama sehari saja jadwal tidurnya kacau balau seperti ini.
ditambah lagi tuan yang mabuk berat.
"san...."
"iya tuaaaaan...ada apa ?" lagi
kenapa sih nggak tidur-tidur ?biasanya orang mabok gampang tidurnya apalagi tuan tadi minum banyak.
"sini...."
sania mendekat untuk kedua kalinya.entah apa yang tuannya inginkan.sepertinya tuan jonathan memang suka mengerjai bawahannya.
"saya pengen liat kamu keluar diatas sini" tunjuk jonathan pada ruang kosong diatas kasur,tepat disebelahnya sambil menyeringai.
sania bengong..bagaimana bisa dia keluar kamar dari atas kasur tuannya?
ahh...bisa gila dia kalau meladeni apa yang tuannya katakan.
__ADS_1
huh..orang mabok aneh-aneh aja ngomongnya.
"mana bisa tuan????" tanya sania gemas pada tuannya yang matanya masih tetap terpejam.
"baju...." tunjuk jonathan ke arah lemari yang ada disamping kasurnya.
"tuan mau ganti baju ?"
hening
sania membuka lemari dan mengambil selembar kaos berwarna putih.
dia mencoba melepas baju yang sedang dipakai jonathan dengan telaten.
"maaf ya tuan..."
begitu terbuka sania takjub dengan tubuh indah milik jonathan.bulu-bulu halus menghiasi dada bidangnya,dan perut yang terbentuk dengan sangat sempurna mencetak garis berbentuk v yang menjurus ke....
sania langsung menaikkan pandangannya kembali ke atas.dia menyentuh bahu bidang jonathan dengan lembut.lalu matanya menyusuri wajah jonathan yang terlihat damai dalam tidurnya.wangi cologne khas lelaki begitu kuat memenuhi indranya membuat sania terbius akan pesona tuannya semakin dalam.
tangan sania sudah menyusuri tubuh polos didepannya seperti orang lapar yang tak pernah puas dengan apa yang disantapnya.
bisiknya dalam hati,dia segera memakaikan baju yang sedang dipegangnya ke tubuh jonathan.sania sudah tak bisa menahan kantuknya lagi.ini sudah pukul tiga pagi,lagipula bayi besarnya sudah tertidur lelap dan tidak memanggil-manggil namanya lagi.
hari yang panjang....
sania merebahkan badannya diatas kasur.dia kembali merasakan kesepian seperti dulu lagi.sering kali hal inilah yang membuatnya ingin kembali pada rio.kadang rasa sepi membuat kita buta akan rasa sakit yang pernah dialami hingga banyak kasus CLBK alias cinta lama belom kelar,jadi selingkuhan,sampai jadi istri muda.
sungguh naas hidupnya kini,meskipun ada bi minah yang sangat perhatian padanya,dan orang-orang yang bekerja dirumah jonathan baik padanya tetap saja dia merasakan hampa.
dia merindukan almarhum ayahnya,yang selalu memberinya nasehat-nasehat tentang kehidupan.
ibu?
sania tidak pernah mengenal sosok ibu dalam hidupnya.
sejam berselang sania bangun dari tidurnya meskipun matanya masih mengantuk.
"neng..nggak usah ikut bibi bersihin rumah.istirahat aja sana,bibi tau kamu teh baru pulang tadi jam 2 pagi kan??"
"iya bi..tapi nggak pa-pa kok bener deh"
__ADS_1
"enggak ..pokoknya kamu tidur aja dikamar" sania dipaksa masuk kekamarnya lalu bi minah menutupnya dari luar.
bi minah merasa iba pada sania yang hidup sebatang kara,orangtua sudah tak ada,saudara yang dia punya begitu kejam,kekasih apalagi.hampir mirip dengan nasib tuan jonathan yang sampai setua itu masih melajang.hanya saja tuan jonathan masih memiliki seorang ibu.
bi minah melakukan rutinitasnya seperti biasa meskipun nyonya maria tidak ada dirumah.
nyonya maria kembali pukul 1 siang,jadi sania masih bisa istirahat sampai tengah hari nanti.
rumah ini terasa sunyi sekali,membayangkan kalau tuan jonathan sudah memiliki istri dan anak membuat bi minah tersenyum.
pekerjaannya pasti akan bertambah berat tapi itu sepadan bila suasana dirumah ini tak lagi muram.
sudah terlalu lama tuannya itu sibuk mengurus perusahaan sampai kehidupan pribadinya terbengkalai.entah wanita seperti apa yang akan dipilih nyonya maria dan tuan jonathan nantinya tapi yang jelas haruslah baik hati dan menyayangi mereka berdua.
bila saja sania anak dari orang terpandang mungkin dia bisa saja dijodohkan dengan tuannya.tapi nyonya maria hanya menginginkan wanita dari kelas atas yang setara dengannya.bila sampai orang seperti jonathan menyukainya yang paling menderita adalah sania.dan sudah pasti gadis itu tidak akan bisa bekerja lagi disini.
jam 8 pagi sarapan sudah tersaji diatas meja.jonathan turun dengan langkah gontai dan wajah pucat seperti sania kemarin pagi.
dimeja besar itu dia hanya sarapan seorang diri.ibunya tak kunjung pulang membuatnya gelisah.
"bi minah..."
"iya tuan.."
wanita itu berlari dari dapur meninggalkan pekerjaannya.
"mami pulang kapan?"
"nanti siang tuan"
"sania mana?"
"dikamarnya tuan"
"udah bangun ?"
"sudah tuan..." tapi saya suruh tidur lagi
"nanti jam 9 suruh dia naik"
BERSAMBUNG
__ADS_1