Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
Vero


__ADS_3

jam 8 malam faisal pamit pulang.wajahnya sudah terlihat sangat kelelahan karena badannya dipaksa bekerja selama 12 jam.


"denger sal...mungkin saya akan jarang datang ke kantor,jadi saya minta kamu segera datang kalau saya telfon dan minta sesuatu.dan mulai minggu depan darius akan gantikan saya,jadi kamu bantu dia dikantor"


"ah...siap bos" dengan berat hati faisal mengiyakan.dia belum tau bagaimana gaya kepemimpinan darius tapi rasanya dia merasa tak rela kalau jonathan digantikan.


mungkin untuk sementara faisal akan menggunakan motornya karena jonathan pasti akan meminta ini-itu dan membuatnya bolak-balik mengantar barang seperti kurir.


"kalo kamu dikasih beasiswa buat s2 diluar gimana?"


"belum kepikiran bos...tanggungan saya disini banyak"


"oh..."


faisal bingung kenapa bosnya menanyakan tentang beasiswa padanya.dan juga jonathan jarang sekali mengambil keputusan yang tiba-tiba.rencana keluar negerinya dibatalkan semalam entah apa alasannya.


apa ini ada hubungannya dengan kehidupan pribadi sang bos?entahlah...faisal tidak berani menanyakannya.


"ya sudah bos saya permisi dulu..selamat malam bos"


jonathan hanya mengangguk.dia menatap kepergian asistennya dari balkon ruang kerjanya.


menghela nafas panjang dia teringat pembicaraannya dengan sang ibu pagi tadi.jika benar vani dulu memanfaatkannya jadi dia tidak perlu merasa bersalah sekarang.justru jonathan merasa marah dan benci pada wanita itu.


kebetulan sekali ibunya akan menginap ditempat tante wanda,jonathan memutar otak mendapat kesempatan langka seperti ini.apa dia sebaiknya pergi ke club langganannya dulu?sudah lama sekali dia tidak keluar malam.


tak menunggu lama dia bersiap dan mengganti bajunya dengan celana hitam dan jaket kulit berwarna senada.didalamnya dia menggunakan kaos berwarna putih berbentuk v neck.


"sania...."


"iya tuan..."


gadis itu berlari dari dapur menuju tuannya yang sedang duduk disofa samping meja makan.


"ambilkan sepatu boot saya yang warna hitam.sekalian kamu ganti baju kita mau ke klub"


"ke klub tuan?"


"iya,kenapa?"


"saya ikut?"

__ADS_1


"ikut"


"sekarang tuan?kenapa saya ikut?"


"san...jangan kebanyakan nanya,buruan kerjain yang saya suruh" jonathan mengalihkan pandangannya dari layar ponsel ke wajah sania.


"i-iya tuan"


tuan ganteng banget sih...aaaaah aku naksir tapi nggak boleh 😢😢


sania mengambil sepatu milik jonathan dan mengelapnya sebentar.dia masih memilih-milih baju di lemarinya..mana yang pantas untuk dipakai ke klub.


dia mendesah kesal...sepertinya tidak ada..bagaimana dia akan mengatakan pada tuannya ?


lagipula kenapa tuan jonathan mengajaknya ke klub ?aneh sekali


sania menyerahkan sepatunya lalu beranjak kekamar mencari baju yang cukup pantas.


dia memilih blus berwarna kuning kunyit,jeans belel hitam ditambah aksesoris kalung dari batu-batuan.


dia sengaja pakai sepatu dan bukannya high heels karena sadar diri dia kesana bukan untuk bersenang-senang seperti tuannya.dia memilih sandal tipis dengan tali-tali yang nampak rumit.berdandan secukupnya lalu keluar kamar dan menghampiri tuannya didepan.tak lupa dia mengunci rumah dari luar karena bi minah sudah pulang kerumah belakang.


jonathan langsung menyuruh sania masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh pak diman.dia benar-benar tak habis pikir apa yang akan dia lakukan nanti disana.kenapa juga nyonya maria tidak pulang kerumah ?


saat turun pak diman memberikan no ponselnya pada sania karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada tuannya didalam.


sania mengekori tuannya dibelakang karena takut hilang.


suara bising musik khas dj menghantam indra pendengaran sania yang belum pernah sekalipun masuk ketempat seperti ini.tenggorokannya sampai sakit dan suaranya terasa serak terkena imbas tingginya volume musik disana.


asap rokok berhembus dimana-mana membuat sania menutup hidungnya.dia benci tempat ini,sania sampai heran kenapa banyak sekali orang yang senang pergi ketempat seperti ini.


tuannya melewati kerumunan manusia yang sedang menari seirama dengan suara musik.


tuan jonathan menaiki tangga,beberapa wanita mencoba menghampiri tapi karena terus diacuhkan mereka semua mundur teratur,apalagi melihat sania terus membuntuti dari belakang.


begitu masuk ke sebuah pintu yang hanya muat dilalui dua orang suara bising tadi banyak berkurang karena ruangan ini ternyata dilapisi peredam suara.


jonathan masuk kesalah satu ruangan yang nampak remang remang.


lelaki itu duduk sambil menikmati hiruk pikuk orang yang sedang menari dilantai dansa tadi.tak lama seorang pelayan datang dengan membawa sebotol minuman dalam ember berisi es.

__ADS_1


jonathan memberikan uang pada sania untuk diserahkan pada pelayan tadi sebagai tips.sania membatin dalam hati,hanya mengantar minuman saja diberi tips begitu banyak ??


"tuangin minumannya" lelaki itu masih duduk membelakangi sania.


"baik tuan"


sania memberikan segelas alkohol untuk tuannya dan kembali mundur beberapa langkah.seorang wanita masuk dengan anggunnya membuat sania terpana.jonathan hanya melihatnya dari pantulan cermin.


bajunya yang superketat menempel pas ditubuh wanita itu dan sukses menampilkan bagian-bagian tubuh yang menonjol.sania yang melihatnya saja terpana apalagi bosnya yang seorang laki-laki dewasa.


wanita itu hanya tersenyum tipis ke arah sania lalu menghampiri jonathan yang sama sekali tak menoleh kearahnya.


jantung sania serasa berhenti berdetak melihat ada seorang wanita yang terlihat sempurna dan menawan mendekati tuannya.


dia merasa rendah diri,bila dibanding dengan wanita itu ibarat sania ada di anak tangga terbawah sedangkan wanita tadi berada di puncak.


sania berandai-andai,kapankah dia bisa berada di posisi atas seperti dua insan yang kini sedang duduk bersisian di sofa.dia tertawa dalam hati,sepertinya itu memang tidak mungkin.


sepanjang obrolan mereka,sania hanya diperlukan bila tuannya ingin dituangkan minuman.


huh ironis sekali.


tiga jam berlalu jonathan sudah mabuk parah.wanita tadi memanggil sania yang duduk dibangku belakang sambil memainkan ponsel.


"sania...kamu sania kan?kenalin saya vero temennya jo" wanita cantik tadi mengulurkan tangan didepan sania membuatnya ternganga tak percaya.sania segera menyambut uluran tangan dari vero yang ternyata sangat ramah.


"iya non..."


"aku heran kenapa si jo sampe bawa kamu kesini"


"saya juga nggak tau non vero..tadi pas saya tanya tuan nggak mau jawab malah saya dimarahin"


"haha..sabar ya dia emang wataknya gitu suka marah"


"sebaiknya kamu bawa dia pulang,nanti aku suruh sekuriti buat bantuin kamu bawa dia kebawah"


"aduh makasih ya non..."


"iya..sama-sama.tolong jagain dia ya,aku mau sekalian pulang soalnya.bye sania"


"hati-hati non..." wanita itu mengangguk dengan senyuman masih terpasang diwajah ayunya.

__ADS_1


baik banget sih..sopan lagi.kalo yang kayak gini sih sama tuan cocok.besok coba aku cerita ke nyonya maria.


BERSAMBUNG


__ADS_2