Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
terima kasih


__ADS_3

"SANIA"


terdengar suara lelaki memanggil namanya dari luar,tapi dia masih terlalu lemah untuk menjawabnya.


hingga akhirnya pintu terbuka lebih lebar menampilkan siluet seorang yang tinggi tegap di ambang pintu.kamar masih gelap gulita membuatnya tidak mengenali siapa orang tersebut.


"san..kamu nggak papa?"


lelaki itu mendekat..tapi sania masih belum mengenali siapa yang ada didepannya ini.


krak..krak


pecahan gelas yang ada dilantai berbunyi karena terinjak oleh sepatu yang dipakai lelaki tersebut.


hingga akhirnya pria itu berjongkok dihadapannya sambil mengarahkan ponsel ke hadapannya.


"ini saya jonathan.."


sania terkejut mendapati tuannya ada disini sekarang.dia malu dengan keadaannya yang sangat kacau.


"saya nggak pa-pa tuan..kok tuan bisa ada disini?"


"tadi faisal telfon saya,katanya kamu minta tolong" merasa belum mendapatkan penjelasan yang utuh dia menatap tuannya.


"saya kebetulan baru pulang dari kantor tadi,lagipula faisal masih terjebak macet.kamu kenapa?"


jonathan bangkit dan mencari saklar lampu yang ada diruangan tersebut.saat lampu menyala,sania melindungi kedua mata dengan tangannya hingga mulai terbiasa dengan cahaya yang begitu terang.lelaki itu langsung memalingkan wajah melihat kondisi sania yang kancing bajunya sudah terbuka bagian atasnya.menampilkan kemulusan dada sania yang terbalut bra berwarna hitam, membuatnya terlihat semakin seksi saja.


jonathan menelan ludah menyadari hasratnya yang kini bangkit gara-gara melihat hal itu.tapi sania masih belum menyadarinya.


"tadi...mantan saya nyusup masuk kesini tuan"


"kok bisa?"


"dia punya kuncinya"


sania masih memandangi sekeliling ruangan yang berantakan.pecahan gelas dan piring sudah bertebaran di lantai.jonathan heran bagaimana bisa ada kegaduhan seperti ini, tapi tak ada satu pun tetangga sania yang menolongnya.


"tetangga saya lagi pada ke pasar malem tuan,makanya nggak ada yang nolongin saya" ucap sania seolah bisa menebak jalan pikiran tuannya.tadi saat rio masih ada,sania panik sehingga tidak menyadari suasana di sekitar kontrakannya yang cukup sepi.baru setelah lelaki itu pergi beberapa lama,sania teringat tadi pagi mpok ipeh sempat mengajaknya untuk pergi ke lokasi pasar malam yang baru buka dari seminggu yang lalu.


"ya sudah kemasi barang-barang yang mau kamu bawa.sekarang ikut kerumah"


"iya tuan"


sania bangun dari posisi duduknya untuk masuk kedalam kamar.dia sempat bingung tadi karena tuannya memalingkan wajah padahal tidak biasanya jonathan seperti itu.


hingga saat sania akan mengganti baju,dia baru tersadar alasan jonathan tidak mau menghadap ke arahnya.belahan dadanya terbuka lebar dan menampilkan sebagian besar buah dadanya yang menyembul.sania benar-benar malu kali ini.bagaimana dia akan menghadapi bosnya nanti.ini semua hasil perbuatan rio yang tadi sempat menggerayanginya.


dasar kurangajar!!!!


sania memasukkan beberapa potong baju dan dokumen berharga seperti ijazah dan lain-lain.


besok dia akan kembali lagi untuk mengambil sisanya dan membersihkan kamar kontrakan ini.


"saya sudah siap tuan"


jonathan menoleh lalu berjalan mendahului sania.perempuan itu sedang mengunci pintunya.setelah selesai dia segera berlari menyusul tuannya.


dalam hati dia sangat bersyukur karena tuannya ini mau datang untuk melihat keadaannya.


sepanjang perjalanan suasana di mobil sangat sunyi.tuannya duduk didepan dengan orang yang dia kenal bernama pak diman.sementara dia duduk di kursi belakang sambil memangku tas kecilnya.


dia masih meratapi ponselnya yang sudah tidak bisa digunakan lagi.


hingga akhirnya mereka sampai dirumah besar milik jonathan.


sania keluar dari mobil lalu berjalan mengekori jonathan masuk ke dalam rumah.


"tumben kamu udah pulang jo"

__ADS_1


ibu suri keluar dengan baju kebesarannya, riasan tipis diwajahnya membuat beliau terlihat cantik diusianya yang sudah tak lagi muda.


"tadi sania bantuin kerjaan aku dikantor mi"


"oh.."


"malam nyonya" sapa sania takut-takut.yang disapa hanya menjawab dengan nada datar.


"kamu istirahat aja san,dibelakang ada bi minah.tanya dia dimana kamar kamu"


"iya tuan,saya permisi dulu tuan,nyonya"


pamit sania,dia segera berjalan ke belakang seperti arahan tuannya barusan.


sania berjalan sambil mengamati ruangan yang dia lewati.semakin terpesona dengan kemewahan seisi rumah tuannya.sania melihat sebuah foto keluarga dengan nyonya duduk diapit oleh orang yang sepertinya suaminya dan disebelahnya lagi tuan jonathan.


dia lalu berjalan lurus sampai menjumpai bi minah yang sedang sibuk didapur.


"bi minah"


orang yang dipanggil menoleh,lalu menampilkan senyum lebar.


"loh udah kesini neng?"


"iya bi,tadi ikut tuan.kamar saya mana ya?"


"oh ayo..bibi anter"


bi minah berjalan didepan dan membuka sebuah pintu berwarna putih.


sania segera memasuki ruangan yang akan dia tempati mulai sekarang.


"udah dulu ya,saya lagi nyiapin makan malam buat tuan sama nyonya.itu kamar mandinya."


"iya bi..makasih"


setelah bi minah pergi sania menutup pintu dan segera mencari peralatan mandinya.badannya sudah sangat lengket dan bau keringat.


dia akan membantu bi minah sambil mengakrabkan diri.


sania sudah lupa kapan terakhir dirinya memasak bersama seseorang didapur.mungkin dulu saat masih smp,sepulangnya sekolah dia dan ayahnya akan memasak bersama untuk makan siang.


tapi begitu dia masuk sma,ayahnya mulai sakit-sakitan.dia sampai harus bekerja dari sepulang sekolah sampai jam 12malam agar bisa membeli makanan dan membawa ayahnya berobat.


"bi minah...ngomong-ngomong kerjaan saya nanti apa aja ya ?"


"nemenin nyonya neng,kalau bibi kan tugasnya bersih-bersih sama masak"


"tapi kayaknya nyonya masih sehat?" tanya sania masih tidak mengerti.


"kan nyonya besar sudah biasa dilayani,jadi semua kegiatan beliau harus didampingi.istilahnya kamu itu jadi asistennya nyonya,kemanapun nyonya pergi kamu harus ikut.kecuali nyonya udah bilang supaya kamu istirahat"


sania mengangguk-angguk mulai sedikit paham.


"kamu jangan kaget kalau nanti pas lagi dikamar tiba-tiba ada suara bel itu berarti nyonya manggil kamu"


"oh ..gitu ya bi"


"yang itu kamar nyonya,jangan sampe salah"


tunjuk bi minah pada ruangan yang tadi disalah satu dinding luarnya terdapat foto keluarga.


"iya bi..biasanya nyonya bangun jam berapa?"


"jam setengah 6 pagi beliau sudah bangun buat jalan-jalan keliling rumah" sania mengangguk lagi.


mereka sudah selesai meletakkan makanan di meja makan super lebar berisi 12 kursi.


sania dan bi minah kembali ke dapur.

__ADS_1


mereka juga makan bersama sambil menunggu tuan dan nyonya menyelesaikan makan malamnya.


mereka berbincang hangat dan saling bertukar cerita tentang asal usul masing-masing.


bi minah bagai sosok ibu yang tidak pernah ia jumpai selama ini.matanya berkaca-kaca mendapat perhatian dari wanita berumur awal 40an itu.


"makasih ya bi,udah baik sama saya"


"sama-sama neng,orang hidup kan harus saling tolong menolong"


"sania...." terdengar suara jonathan memanggilnya dari dalam.


"iya tuan.." sania berjalan cepat menuju sumber suara.


di sofa,jonathan dan ibunya sudah duduk berdampingan.


"duduk disofa"


jelas sekali perintah jonathan yang mengatakan agar sania tidak duduk di karpet ataupun lantai lagi.sania yang mengingat gajinya akan dipotong kalau membantah langsung mematuhinya.


"mulai besok kamu bekerja nemenin mami,kamu harus mengikuti kemauan mami tapi kamu juga harus mengikuti aturan-aturan yang sudah saya kasih tadi pagi"


"iya tuan"


"jaga kebersihan dan dandan yang rapi.saya nggak suka wanita yang jorok,apalagi make up-nya menor.jadi kamu nggak usah berlebihan"


sambung si nyonya.


"baik nyonya....emm..tuan saya mau ijin buat ke kontrakan saya besok siang kalau boleh"


sania terpikir untuk menjual barang-barangnya yang cukup bernilai dan uangnya bisa ia belikan ponsel.


"boleh yang penting kalau mau pergi ijin dulu sama mami dan bi minah"


"iya tuan"


"sekarang antar mami kekamarnya,lalu susul saya di ruang kerja"


nyonya maria sudah berjalan kekamarnya diikuti sania,dia membukakan pintu agar sang nyonya bisa masuk.


"besok bangun sebelum jam 5 pagi,siapkan bubur buat saya"


"bubur apa nyonya?"


"bubur ayam"


"baik nyonya" ibunda jonathan sudah berbaring diranjang.


"ambilkan saya kacamata baca dan juga buku"


"dimana nyonya?" sania sudah celingukan ke kanan-kiri,depan-belakang tapi tak menjumpai buku dimanapun.


"di laci belakang kamu,nomer tiga dari bawah"


sania mengambil sebuah buku tebal beserta kotak kacamata berwarna coklat.


"yang ini nyonya?"


bu maria hanya menengadahkan tangannya meminta buku itu.


"kamu boleh pergi,nanti kalau saya panggil kamu harus segera datang"


"baik nyonya" sania sudah berbalik hendak keluar kamar dan mendatangi tuannya.tapi ternyata dia belum bisa lepas dari ibunda ratu.


"dan ingat...jangan pernah kamu coba-coba goda anak saya"


mendengar itu hatinya bagai jatuh ke tanah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


readers bantu aku buat dapet inspirasi donk..... 😯😯


__ADS_2