
"bu...apa benar nyonya maria sedang dirawat dirumah sakit?"
"iya san..." mata sania langsung berkaca-kaca mendengarnya.
"oh iya,saya mau kerumah sakit dulu.kamu nggak pa-pa kan dirumah sendirian?nanti kalau ada apa-apa telfon aja pengawal yang ada didepan"
sania mengangguk,dalam hati dia sangat ingin ikut kerumah sakit dan melihat keadaan nyonya maria.tapi dia takut kondisi nyonya maria justru akan memburuk bila melihatnya.
dalam perjalanan jonathan baru ingat tentang sania.
"gimana keadaan sania selama ini ?"
"baik-baik aja,cuma gue agak susah bilangin dia.suruh periksa kandungan ke dokter aja nggak mau,jadi tiap bulan dokter yang dateng kerumah"
"dia nggak pernah keluar?"
"enggak.kenapa nggak lo telfon aja ke nomor rumah.ajakin ngobrol apa kek"
jonathan menghubungi telfon rumah darius,setelah beberapa saat lamanya sania baru mengangkat telfon.
"halo....halo....ini siapa?"
perasaan jonathan cukup tenang sudah bisa mendengar suara sania yang selama ini dia rindukan.
karena tidak ada jawaban sania menutup telfonnya.
"nggak diangkat?"
"diangkat,tapi gue bingung mau ngomong apa"
darius hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
"yaudah,besok kerumah lagi.kata dokter hari perkiraan lahirnya bulan depan,tapi sania bisa lahiran kapan aja"
"gue nggak habis pikir lo bisa-bisanya rahasiain keberadaan sania dari gue"
"dulu sebenernya sania mohon-mohon sama gue minta dilepasin,karena takut gue bakalan ngasih tau lo.dia bahkan hampir aja ngontrak ditempat kumuh kalau nggak gue ajak pulang"
"harusnya lo langsung kasih tau gue yus"
"ck..lo bisa bilang begitu karena lo nggak liat gimana wajah ketakutan sania waktu itu.gue kasian sama dia mana lagi hamil,nggak punya sodara.mama juga seneng ada sania di rumah"
jonathan menatap murka pada sepupunya.
"biasa aja liatinnya,gue masih suka ama vero"
"awas aja lo kalo macem-macem ama sania"
"yaelah nggak percaya amat"
"ya enggak lah..lo kan cowok normal'
"haha..kalo yang itu emang bener"
sampai dirumah sakit,mereka berdua segera menuju tempat dimana ibunda jonathan dirawat.
"bi minah,gimana keadaan mami?"
"tuan...dokter bilang keadaan nyonya lemah tuan,daritadi nyonya belum sadar"
"kok bisa bi?"
"tadinya nyonya sedang minum teh sambil menunggu tuan pulang.padahal sudah saya ingatkan supaya nyonya segera istirahat.tapi nyonya nggak mau tuan"
"yaudah bi,kalo bibi mau pulang nggak pa-pa biar saya yang jagain"
__ADS_1
"baik tuan..saya permisi dulu.besok saya akan kesini lagi dan membawa keperluan nyonya"
jonathan mengangguk dan duduk disofa yang tersedia.dia mengusap wajahnya kasar karena merasa lelah dengan keadaan.
"sal..kamu kerumah sakit xx sekarang,urus semua administrasi"
"loh ada apa bos?"
"mami dirawat"
"baik bos saya kesana sekarang"
tiba-tiba tangan maria bergerak,darius yang kebetulan duduk disampingnya langsung memanggil jonathan agar lelaki itu mendekat.
"mami...."
tampak nyonya maria ingin menyampaikan sesuatu tapi tidak ada suara sedikitpun keluar dari mulutnya.benar yang bi minah sampaikan,kondisi ibunya memang lemah.
dokter datang untuk memeriksa keadaan nyonya maria yang kini mulai sadar.wanda pun sudah datang,dia duduk disamping ranjang maria dan memegang tangannya erat.
wanita itu sudah menangis melihat keadaan sahabatnya yang terlihat menyedihkan.
sampai pukul 12 malam mereka masih menunggui maria.jonathan kembali membicarakan tentang sania pada sepupu dan tantenya itu.sania juga harus mendapat perhatian ekstra karena sedang hamil tua.wanda menyarankan agar sania tetap tinggal dirumahnya saja.
"jo..tante rasa kamu jangan bahas sania didepan mami kamu dulu,kecuali mami kamu tanya duluan tante sih nggak masalah.selama sania dirumah tante aja mama kamu nggak tau sama sekali kalau sania tinggal bareng tante.kamu ngerti kan?"
"iya,aku juga khawatir sama kondisi mami yang sekarang"
"biarin sania dirumah tante dulu,kamu kan bisa kapan aja nengokin dia"
"yaudah tolong jagain sania ya tante"
wanda mengangguk sambil memeluk keponakannya erat.
"kamu juga jaga kesehatan.ingat pesen tante jo,kamu sebentar lagi jadi ayah jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang-orang yang kamu sayang"
sambung wanda lagi.
"iya tante..hati-hati"
keesokan harinya sania sedang sarapan bersama wanda dan juga darius.
"san..kita belanja yuk"
"belanja bu?"
"iya,kita kan perlu nyari perlengkapan bayi"
"oh..iya sih bu.sebenernya dari kemaren saya udah kepikiran pengen beli online"
"ngapain beli online...asyikan beli langsung"
"hehe..gitu ya bu?"
"kemaren juga dokter nyuruh kamu usg kan ?"
"iya sih bu"
"gimana kalau nanti usg sekalian jengukin maminya jo?"
"bukannya saya nggak mau bu tapi saya khawatir keadaan nyonya bakalan tambah buruk kalau liat saya"
wanda baru ingat kalau sania masih takut untuk bertemu dengan maria.bukan takut dimarahi tapi karena mengkhawatirkan kesehatannya.
"ya udah kalo gitu kita belanja aja sama usg"
__ADS_1
sania menurut,setelah sarapan selesai mereka bersiap-siap dan pergi bersama.
di sebuah toko perlengkapan bayi,wanda dan sania sibuk memilih-milih baju bayi yang sangat lucu ditemani seorang pengawal yang ditugaskan oleh darius.
bahkan wanda membelikan boks bayi dan juga stroller untuk anak sania nanti.
sania merasa sangat berutang budi pada wanita disampingnya ini.wanda bagaikan seorang ibu yang menanti kelahiran cucunya.
"sania...."
sania terdiam cukup lama begitu melihat rio ada didepannya.lelaki itu tampak seperti tak percaya dengan penampilan sania saat ini.
"kamu lagi hamil ?"
"ini siapa san,temen kamu?" wanda yang sedari tadi kebingungan akhirnya bertanya.
"iya bu"
"oh kenalin saya wanda tantenya sania"
"saya rio tante.emm kalau boleh saya ingin berbicara berdua sama sania"
"oh..kalau itu sih terserah sania aja"
akhirnya mereka berempat makan disebuah restoran cepat saji.sania duduk berhadapan dengan rio sementara wanda duduk didampingi pengawal pribadinya.
"kamu mau ngomong apa?"
"aku nggak nyangka,setelah berbulan-bulan kita nggak ketemu ternyata sekarang kamu lagi hamil"
"emangnya kenapa?"
"aku mau tau siapa ayah dari anak kamu"
sania tersenyum sinis mendengar pertanyaan rio barusan.
"yang jelas ini bukan anak kamu,rio...."
"oh ya?aku nggak percaya"
"terserah..aku mau pergi"
"sania tunggu.." rio memegang tangan sania erat membuat pengawal yang sedari tadi mengawasi mereka berjalan mendekat.
"tolong lepaskan tangan nona sania"
"lo siapa sih,gue masih ada urusan sama sania mending lo nggak usah ikut campur"
pengawal tadi langsung melepaskan cengkeraman tangan rio dan menghempaskannya.
"tolong jaga perilaku anda" pengawal tadi segera menggiring sania untuk pergi.wanda hanya melihat rio yang sepertinya sangat kesal dari jauh.
"ada masalah apa san?"
"nggak pa-pa bu,cuma salah paham aja kok"
"jonathan kenal sama rio?"
"enggak bu,lebih baik kalau tuan tidak tau masalah tadi"
"loh kenapa?"
"saya nggak mau nambah beban pikiran tuan"
"kamu ini san..san selalu mikirin maria sama jojo" wanda mengatakannya sambil tertawa membuat sania malu sendiri.
__ADS_1
yah abis gimana lagi,emang mereka berdua yang selalu bikin gue khawatir.
BERSAMBUNG