Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
nggak kuat


__ADS_3

sania keluar dari kamar nyonya maria sejam kemudian dengan tangan yang sekarang terasa pegal sekali.dia besok harus menemani nyonya berjalan-jalan mengelilingi rumah.


lalu siangnya lanjut menemani check up rutin disebuah rumah sakit besar.


dia berjalan menuju dapur karena rasa hausnya tadi setelah makan belum sempat minum.


"bi minah lagi ngapain?"


"ini ngeracik sayur buat dimasak besok pagi"


"tuan belum pulang?" sania melihat jam dinding sudah menunjukkan waktu pukul setengah sembilan malam.


"belum san..nanti kalau jam sembilan tuan jonathan belum pulang juga,tolong kamu jaga pintu yah?"


"iya bi..siap" sania tersenyum lebar membuat bi minah akhirnya bisa bernafas lega.


"pasti pegel ya neng..mijetin nyonya lama banget"


"hehe..bi minah tau aja"


"kan dulu saya yang sering mijetin sambil nunggu tuan jonathan pulang"


"tuan emang sering pulang malem ya bi ?"


bi minah menerawang mengingat masa-masa jonathan baru menduduki jabatan sebagai pemimpin di perusahaan.sebenarnya jonathan memang sering lembur tapi tidak sampai semalam ini.


tapi begitu terjadi keributan besar antara ibu dan anak pada saat itu,keesokan harinya jonathan jadi berangkat siang dan pulang larut malam.


sania berusaha mencerna kalimat bi minah barusan.apa mungkin pertengkaran yang dimaksud adalah saat tuan dan kekasihnya tidak mendapat restu ?


sania terus saja memikirkan hal itu sampai akhirnya bi minah membereskan pekerjaannya dan pamit untuk pulang ke rumah belakang.


sania masih termenung di dapur cukup lama sambil mengompres pipinya dengan batu es.dia membuat teh manis hangat untuknya sendiri sambil menunggu tuannya pulang.di dapur ternyata ada televisi,iseng-iseng dia menyalakannya dan terlarut dalam sinetron yang sedang ditayangkan.


sania gusar kenapa tuannya masih belum juga pulang ?

__ADS_1


ini sudah hampir jam sebelas malam,dirinya juga sudah mengantuk sekali.


lama kelamaan sania ketiduran di dapur.kepalanya sudah bertumpu pada meja dihadapannya.


hingga akhirnya pukul satu dini hari sania terbangun karena mendengar suara bel.


akhirnya yang ditunggu pulang juga.dia berjalan cepat sambil mengucek matanya pelan agar penglihatannya lebih jelas.


begitu pintu terbuka lebar masuklah jonathan dengan langkah sempoyongan,tas kerjanya diletakkan sembarang tempat.membuat sania mengejarnya setelah mengunci pintu kembali.


awalnya sania hanya membuntuti dari belakang sambil membawa tas milik tuannya.tapi begitu jonathan menaiki tangga dan jalannya terlihat tak seimbang sania langsung berinisiatif memapahnya.


membuat jonathan menoleh.


"kamu siapa?" pertanyaan jonathan barusan lebih terdengar seperti orang mengigau.


"sania tuan..." dalam hati sania sudah mengeluh karena badan tuannya yang begitu berat.


jonathan malah berhenti dan mendekatkan wajahnya ke arah sania,membuat gadis itu merasa risih.


setelah melakukannya cukup lama,akhirnya jonathan berjalan kembali menaiki tangga.sania hanya bisa berdoa agar mereka berdua cepat sampai dikamar tuannya agar dia bisa beristirahat dikamarnya sendiri.


dan begitu tiba dilantai atas,sania bingung karena tidak tau yang mana kamar tuannya.


dilantai ini ada tiga pintu selain ruang kerja yang memang berpintu kaca.


"tuan..kamarnya yang mana?"


"kamar siapa?"


tuan lagi ngelawak ya.....aduh jangan sekarang donk berat tau!!


"kamar tuan..."


jonathan menunjuk salah satu kamar dengan tangan kanannya yang terlihat tak bertenaga.

__ADS_1


dengan sisa tenaganya sania menyeret tubuh tuannya untuk segera masuk ke dalam kamar.untungnya lampu kamar ini sudah menyala jadi sania bisa dengan cepat mengantarkan tuannya ke pulau peristirahatan.


gadis itu dengan sigap melepaskan sepatu jonathan dan menyelimutinya.saat dia menyalakan lampu disamping tempat tidur terdengar gumaman terima kasih dari mulut lelaki itu membuat sania tersenyum simpul.


tuan sweet banget sih pake bilang makasih segala.


"selamat malam tuan..."


sania mematikan lampu kamar lalu keluar.akhirnya sania bisa bernafas lega.tugasnya hari ini sudah selesai,dia masih bisa tidur beberapa jam lagi sebelum melakukan tugasnya esok hari.


saat dia hendak berjalan menuju kamarnya,tiba-tiba terdengar suara nyonya maria dari sofa yang ada diruang keluarga membuat sania kaget setengah mati.


"jonathan udah pulang san..."


"udah nyonya...baru saja masuk kamar" jawab sania masih mengelus-elus dadanya yang belum tenang karena keterkejutannya.


"gimana keadaannya?"


"sepertinya tuan mabuk nya.."


"kamu nggak godain dia kan?"


"enggak nyonya...mana berani saya" spontan sania langsung menjawabnya karena dia tidak suka dituduh menggoda tuannya.dia tau diri dimana posisi dan kastanya.


"huh...anak itu"


nyonya maria sudah berjalan kembali masuk ke kamarnya meninggalkan sania yang masih berdiri mematung karena ditinggalkan begitu saja tanpa kata-kata.


kenapa sih nyonya takut banget anaknya kecantol ama gue..ya kali sultan mau ama babu.liat matanya aja gue nggak berani apalagi mau godain....


sania merutuki polah majikannya yang sepertinya sangat khawatir padahal putranya sudah sebesar itu.sudah bisa membedakan baik dan buruk untuk dirinya sendiri.


dia segera merebahkan badannya diatas kasur empuk...sayang sekali dia hanya bisa tidur disini selama beberapa jam saja.


BERSAMBUNG

__ADS_1


tinggalin jejak gaess..enaknya nyonya besar itu dapet mantu yang kayak apaan sih ?


kasian jonathan jomblo melulu.


__ADS_2