Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
rasa


__ADS_3

suasana terasa hangat karena bu minah dan pak imron mengajak sania turut serta dalam acara makan-makan dirumah belakang.waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,pak imron dan imam sedang membakar beberapa potong ayam diatas bara api.mereka tidak mengijinkan sania dan bi minah melakukan pekerjaan apapun.


"padahal saya pengen banget bantuin tapi malah nggak boleh.."


"biarin aja lah neng..si imam ama bapaknya emang gitu suka banget nyuruh saya istirahat"


kedua wanita berbeda usia itu duduk santai diatas hamparan tikar sambil meminum secangkir teh.


"tapi si imam rajin banget ya bi...kalau lagi sama dia saya berasa punya adek"


"loh emang neng sania nggak punya sodara ?"


"enggak bi,soalnya ibu saya meninggal waktu melahirkan saya"


"tapi neng sania betah kan kerja disini??kalo yang dulu-dulu baru seminggu dua minggu udah pada bilang nggak betah"


"alhamdulillaah saya betah disini,apalagi ada bibi sama keluarga.udah saya anggep kayak keluarga saya sendiri"


"sukur lah neng...bibi seneng eneng kerja disini.bibi jadi nggak kesepian,kerjaan juga cepet selesai"


"iya ..saya juga seneng bisa bantuin bibi.sebenernya sodara bapak saya ada yang baik,namanya bi sanah.tapi dulu kalo bi sanah mau nolongin saya,dia selalu dimarahin sama sodara bapak yang lainnya.kadang saya sedih kalo inget,tapi mau nyari kabarnya juga bingung"


pembicaraan mereka berlanjut mengenai asal usul sania yang sama sekali belum pernah ia ceritakan pada orang lain.bi minah nampak mendengarkan dengan seksama,dalam hati dia tersentuh mendengar perjalanan hidup sania yang sangat menyedihkan.dan di dunia yang kejam ini dia menjalaninya seorang diri.


"kalo neng kapan mau ngenalin pacarnya ke bibi?"


"saya nggak punya pacar bi.."


"masa sih...kemarin katanya ada cowok yang nyariin eneng?"


"siapa...abang ojol ?"


"bang ojol??namanya kok aneh banget"


"aduh bi...ojol itu maksudnya ojek online bukan nama orang" sania menepuk dahinya dengan telapak tangan sambil tersenyum jenaka,tak habis pikir dengan kepolosan bi minah.


"oh..gitu.tapi yang kemaren namanya bukan bang ojol kok neng"


"siapa bi?"


"duh siapa ya bibi lupa...


pak...mas-mas yang nyariin neng sania kemaren namanya siapa ?ibu lupa.."


"mas rio...bu"


"nah..iya mas rio.tapi pas mau dipanggilin katanya nggak usah, terus pamit pulang"


sania teringat kembali pada lelaki itu.terakhir kali dia melihatnya adalah dua bulan lalu saat dirumah sakit.barang-barang miliknya yang berisi foto ayah dan ibu sania,rio serahkan sebelum pergi.


"cie...mbak san ternyata diem-diem punya gebetan"


"gebetan apa...kamu kali tuh sama rosi"


"rosi siapa mam?"


"itu..temennya mbak sania bu"


dia mendekat sambil membawa sepiring ayam bakar yang masih mengepul.hidangan lainnya sudah tertata rapi diatas tikar.tak lama pak imron ikut bergabung dan duduk diantara imam dan bi minah.


"cem-cemannya si imam bi...kemarin saya kenalin waktu pergi ke mall.eh giliran udah kenal ama rosi saya dicuekin"


"fitnah...mbak sania mah gitu.."


"beneran deh bi...tuh anak berdua pada ngobrooool terus.saya udah kayak obat nyamuk didiemin dipojokan"


sontak pak imron dan bi minah tertawa terbahak-bahak mendengar pengaduan sania.sementara imam sedikit cemberut karena terus disudutkan.tanpa mereka sadari jonathan memerhatikan dari ruang perpustakaan yang letaknya tepat diatas halaman rumah belakang.


lelaki itu berjalan kearah balkon dan menyapa para pekerja dirumahnya itu.

__ADS_1


"ada acara apa nih..kayaknya rame banget"


"oh..maaf tuan kalau mengganggu.kami cuma makan bersama sebagai bentuk rasa syukur karena nilai ujian imam kemarin bagus-bagus"


"oh...betul mam?selamat ya"


"iya tuan..terimakasih"


"mari tuan ikut bergabung..." pak imron mengajak jonathan untuk turut serta dalam acara mereka.


lima menit kemudian jonathan sudah ikut berkumpul dan duduk bersama diatas tikar.tanpa canggung jonathan duduk diantara imam dan juga sania.


"tuan mau makan apa biar saya ambilkan ?"


"udang sama ayamnya aja,nasinya sedikit"


sania mengambil piring dan diisi beberapa ekor udang saus asam manis serta ayam bakar serta sedikit nasi.jonathan menerimanya dan mulai memakannya perlahan.


"ayo pada makan..kok malah bengong"


"ah..iya tuan" mereka semua serempak menjawab dan langsung melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena kedatangan jonathan.sebelumnya mereka belum pernah makan bersama dengan tuannya,apalagi diluar rumah seperti ini dan tidak sesuai dengan standar hidup yang biasa dijalani jonathan.


suasana terasa jauh lebih hening setelah jonathan tiba karena mereka juga bingung mau membicarakan apa didepan tuannya ini.


"jadi sekarang kamu udah semester berapa mam?"


"baru semester dua tuan..."


"nanti kalau mau magang,diperusahaan aja mam"


"ah..apa boleh tuan?"


"boleh dong...kalau memang nilai kamu bagus-bagus pasti diterima magang.nanti saya kasih referensi ke bagian HRD "


"waah..terima kasih banyak tuan"


"bi minah...hari selasa kan mama sama aku mau ke singapura buat beberapa hari,bibi bisa cuti siapa tau mau pulang kampung atau mau liburan kemana.nanti biar saya cari orang buat jaga rumah buat sementara"


tuan sama nyonya mau ke singapura??kira-kira ada urusan apa ya?apa ini ada hubungannya sama perempuan yang fotonya kemarin nyonya tunjukkin ke gue??


sania sudah tak fokus mendengarkan perbincangan antara bi minah dan tuan jonathan karena sibuk dengan pikirannya sendiri.apakah nanti dia akan diajak ke singapura juga atau dia akan disuruh menunggu rumah besar ini selama tuan dan nyonya pergi ?


tiba-tiba lamunannya buyar saat merasakan tetesan air membasahi badannya.kian lama hujannya kian deras, bi minah dan yang lainnya sudah memanggil nama sania sedari tadi sambil mengemasi barang-barang kedalam rumah.sania segera bangkit dan ikut mengangkat beberapa piring dan gelas yang tersisa.


"tikarnya taruh aja di belakang tempat nyuci baju neng besok biar bibi cuci"


"iya bi.."


baju jonathan sudah basah kuyup begitu juga dengan yang lainnya.mereka tidak mengira sama sekali hujan akan turun dengan lebatnya dan secara tiba-tiba seperti tadi.


"tuan bajunya basah begitu...saya jadi nggak enak"


"nggak pa-pa bi...cuma air hujan.ya sudah saya mau masuk mau ganti baju"


"ini tuan payungnya"


jonathan menerimanya dan ketika menoleh ke sebelah kiri ternyata sania sengaja bermain air hujan,bahkan gadis itu tersenyum lebar.


"sania..cepat masuk"


"iya tuan..."


sania menundukkan kepala lalu berjalan mendahului tuannya menerjang derasnya hujan.


dia berdiri didepan pintu masuk menunggu tuannya sampai.


begitu tuannya masuk dia membuntuti dari belakang lalu mengunci pintu dari dalam.


lama kelamaan dia merasakan dingin juga.

__ADS_1


saat berbalik tuannya sudah tak terlihat,mungkin sudah naik kekamarnya.


sania bergegas menuju kamar karena sudah tak tahan dengan rasa dingin yang menusuk.


"san...ikut ke atas"


jonathan mencegat sania didepan pintu dapur,ternyata jonathan masuk kedapur untuk minum.


"sekarang tuan?"


"iya"


tapi kan baju saya basah tuan....nggak bisa apa saya ganti baju dulu.dingin banget ini....


dengan langkah malas sania menyeret kakinya mengikuti tuan jonathan ke lantai atas.entah apa yang tuannya ini inginkan tengah malam begini dengan baju basah pula.jonathan sudah menggenggam sebotol minuman ditangan kirinya.sania hanya bisa menerka-nerka tanpa bisa menyuarakan isi kepalanya.nasib seorang pembantu yang menerima gaji besar semua haknya untuk bertanya seperti sudah ikut terbeli bersamaan dengan kebebasannya.


jonathan sudah masuk kekamar dan membuka pintu lebar-lebar tanda agar sania juga ikut masuk.jonathan melepas bajunya dan melempar ke sembarang tempat lalu menenggak minuman langsung dari botol yang sedang dipegangnya.


lelaki itu memandang lekuk tubuh sania tanpa berkedip.air hujan membuat baju yang sania kenakan menempel erat ditubuhnya.


"siapkan air panas buat saya berendam"


"baik tuan"


sambil mengusap-usap tubuhnya yang kedinginan,sania masuk kekamar mandi dan menyalakan air yang ada di bathtub.dia duduk bersimpuh disamping bak dan beberapa kali mencelupkan tangannya untuk mengukur temperatur air.


coba aja gue bisa berendam air hangat kayak gini pasti enak banget.


sania menuang sabun cair khusus kedalam bak hingga menciptakan banyak busa di permukaan airnya.dia bangkit dari duduknya tapi saat berbalik jonathan sudah ada tepat dibelakangnya.membuat sania gugup karena dihadapkan langsung dengan pemandangan dada bidang milik tuannya.


"tu..tuan ehm...airnya sudah siap"


jonathan diam tak bergeming dan masih menatap sania intens,membuat sania semakin menunduk dalam.


ingin sekali rasanya sania keluar dari ruangan itu sesegera mungkin.tapi entah kenapa kaki sania seperti terpaku ke lantai.


dalam satu gerakan cepat,jonathan sudah menangkup pipi sania dan mencium bibir gadis itu lembut.sania meronta ingin melepaskan diri,tapi jonathan malah menarik pinggang sania semakin dekat hingga menempel ke arah tubuhnya.


bahkan lelaki itu sudah menyusupkan tangannya kebalik celana yang sania gunakan dan membelai bagian sensitifnya dengan lembut membuat sania melenguh.kedua tangannya sudah menahan tangan jonathan yang masih sibuk dibawah sana,tapi bergeser pun tidak apalagi berhenti.


sania sudah menyerah dengan perlawanannya yang tak berarti.dia malah membalas ciuman jonathan karena badannya sudah terpengaruh dengan perlakuan intim tuannya.meskipun dalam hati sania sadar hal ini salah,tapi dia tak bisa menghentikan tuan jonathan.


lelaki di hadapannya ini seperti tak ingin dibantah dan tak ingin ditolak.


segala pemikirannya buyar saat tuan jonathan dengan paksa menanggalkan baju dan celana yang sedang dia pakai.


"tuan...tolong berhenti..saya takut.."


jonathan tak bergeming dan melanjutkan kegiatannya dengan sigap.kini sania hanya mengenakan dalaman saja dan wajahnya seperti sudah akan menangis.bagaimana kalau nanti nyonya maria memergoki mereka sedang berduaan disini dan melakukan tindakan tak terpuji.


sania memeluk tubuhnya erat saat jonathan kembali menyentuhnya dan menarik sania kembali ke pelukannya.


"kamu ingat kan dengan kontrak yang sudah kamu tandatangani?" suaranya terdengar dalam dan berat,nafasnya pendek-pendek menerpa wajah sania yang masih menunduk.


"kamu harus menuruti semua perintah saya"


memang dalam perjanjian sania sudah menyetujui untuk mengikuti semua perintah yang jonathan berikan.tapi dia tidak pernah mengira jonathan akan meminta hal seperti ini.


dengan tubuh polosnya jonathan mendudukkan diri diatas kloset dan menarik tubuh sania mendekat.pikirannya sudah tertutup oleh kabut gairah saat melihat tubuh sania yang basah kuyup.


dan kini lelaki itu berencana untuk melepaskan hasratnya pada sania.dia membuka kaitan bra sania dan menyingkirkan kedua tangan gadis itu yang sedari tadi menutup bukit kembarnya.dengan sedikit tenaga yang jonathan keluarkan sania sudah menyerah dan membiarkan tuannya melakukan keinginannya.


tangannya mencengkeram rambut jonathan kuat karena sudah tak tahan dengan sensasi yang lelaki itu ciptakan pada tubuhnya.sania bisa merasakan kehangatan tubuh jonathan dan membuatnya semakin enggan untuk melepaskan diri.


ini benar-benar berbeda dibandingkan dengan saat dia melakukannya dengan rio.


BERSAMBUNG


maafkan karena lama update ceritanya,semoga kalian suka yah readers 😊😘

__ADS_1


__ADS_2