
matahari sudah naik dan berada di puncak tertingginya,mobil sedan hitam memasuki pelataran rumah jonathan dengan mulus.
nyonya maria keluar dengan wajah tenangnya setelah supir mobil tadi membukakan pintu untuknya.
"makasih ya pak"
"iya nyonya..kalau begitu saya permisi dulu"
nyonya maria melangkahkan kakinya memasuki rumah.bi minah sudah tau majikannya pulang jadi dia menyambutnya didepan pintu.
"gimana keadaan rumah ?"
"seperti biasa nya.."
"sania mana?"
"sedang dilantai atas nya,bantuin tuan diruang kerjanya"
"berduaan?"
"i-iya nya..."
"SANIA...."
"iya nya..." sania yang mendengar suara nyonya maria segera menjawab.dia tersenyum karena akhirnya nyonya maria pulang kerumah.
"tuan..permisi saya dipanggil nyonya"
jonathan mengangguk,sania langsung berlari turun ke lantai bawah.
tapi begitu melihat wajah nyonya maria,gadis itu langsung tahu pasti ada yang salah.hanya saja sania belum tau apa itu.
"kamu ngapain diatas ?"
__ADS_1
"saya bantuin tuan ngetik nya..."
benar saja nada suara nyonya maria saat bertanya lebih terdengar seperti mencurigainya.
"berhenti sekarang...kamu ikut saya" tanpa menunggu jawaban sania,nyonya maria melangkahkan kakinya ke dalam.
sania mengikuti majikannya sambil menunduk,apa yang salah ?
kenapa tiba-tiba begini setelah pergi menginap dirumah saudaranya?
"beresin baju kamu sekarang juga"
mata sania terbuka lebar mendengar perkataan nyonya maria barusan.apa dirinya akan dipecat?tidak...sania masih mau bekerja disini.belum genap sebulan dia bekerja disini,dan bila dia benar-benar dipecat kemana dia akan pergi ?
"nyonya....apa saya dipecat?" suara sania tercekat menahan kesedihan membuat
langkah majikannya terhenti didepan pintu kamar.
"kamu turuti perintah saya dulu,nanti saya jelasin"
sania menundukkan kepala dan tanpa sadar air matanya menetes mengaburkan pandangan.
hatinya sudah merasa tak enak sekarang..dia memasukkan beberapa lembar baju ke dalam koper dan memasukkan sisanya kedalam kardus.dia akan menitipkan barang-barangnya itu sementara pada bi minah.entah apa yang dikehendaki nyonya maria sekarang membuat pikiran sania membayangkan hal-hal buruk.
dia menunggu didapur bersama bi minah yang masih mengelus-elus pundaknya.
"belom juga gajian..udah mau dipecat" wajah sania tersenyum tapi air matanya menetes deras.bi minah yang melihatnya tak tega,dia juga menangis sesenggukan mendengar kalimat yang keluar dari mulut sania.
terdengar suara ribut dari arah kamar nyonya maria..apa anak dan ibu itu bertengkar lagi ?
"pokoknya jo nggak mau mi..." jonathan keluar dari kamar sambil berteriak-teriak.tak lama kemudian nyonya maria keluar dengan menarik sebuah koper besar.
"yaudah kalo nggak mau...biar mami angkat kaki dari rumah ini.sania ayo pergi"
__ADS_1
merasa namanya dipanggil gadis itu mengelap air matanya dan menjinjing koper kecilnya mendekati nyonya maria.
"san..kamu jangan turuti perintah mami"
"sania ayo cepat.." nyonya maria sudah berjalan sampai diruang tamu.
"kalo kamu ikut mami... kamu nggak akan terima gaji sepeserpun"
"saya yang akan gaji kamu san.."
"sania..ingat kontrak.kamu harus ikutin perintah saya"
langkah sania semenjak tadi bimbang.sebentar berhenti,sebentar berjalan lagi begitu beberapa kali sampai hatinya penuh dengan rasa kesal.
sebenarnya mereka meributkan hal apa sih ?
dan dia harus mengikuti siapa kali ini?
tuan jonathan adalah orang yang memekerjakannya,tapi nyonya maria adalah pekerjaannya.
apa yang harus dia lakukan sekarang ?
dia memandang dua majikannya secara bergantian beberapa lama.
"maaf tuan..kali ini saya harus ikutin perintah nyonya.saya nggak mau nyonya kenapa-kenapa disaat saya nggak ada buat jagain beliau"
gadis itu mengikuti arah langkah nyonya maria yang berjalan keluar rumah.sebuah mobil terparkir didepan dengan pak pram sedang berdiri diluar pintu penumpang.
pak pram mengambil alih koper milik nyonya maria dan juga sania setelah membukakan pintu.
"nyonya....sebenarnya ada apa?saya bingung"
BERSAMBUNG
__ADS_1
please klik like dan kalau berkenan beri komentar dan vote cerita ini.
terima kasih readers...love you all 😘😘