Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
mungkin


__ADS_3

tubuh muda sania begitu menarik dimata jonathan,sedari tadi dia tak henti-hentinya mencumbui gadis itu.air bathtub yang hangat dan wangi membuat dua insan itu semakin tersulut gairah.


tanpa banyak kata jonathan membimbing sania untuk mengikuti permainannya.sudah tak terhitung banyaknya kissmark yang jonathan buat di dada sania yang putih.


bahkan sania mengimbangi permainan tuannya dengan memainkan milik lelaki itu dengan gemasnya.


karena sudah tak tahan,jonathan menarik sania berdiri dan menghadapkannya ke tembok.dengan perlahan dia memasukkan miliknya kedalam sania,untuk sesaat mereka berdua menahan nafas.


sania yang sudah beberapa bulan ini tidak melakukan hubungan intim merasa tegang.apalagi dia melakukannya dengan tuan jonathan yang notabennya adalah majikan sania.ada rasa cemas kalau tuannya nanti tidak mendapatkan kepuasan yang diinginkan karena sudah melakukan hal ini dengannya.kekhawatiran terbesarnya bahwa nyonya maria akan mengetahui perbuatan mereka juga masih berkecamuk dihatinya.


tapi belum habis semua kecemasan berputar-putar diotaknya,sania merasakan sesuatu berkedut-kedut dibawah sana.


sania sadar itu bukan dirinya melainkan jonathan.


apa tuannya mengeluarkannya didalam sana ?hal itu yang kini terlintas dalam otaknya seperti roller coaster.


"tuan...apa tuan keluarin itu didalam?"


"iya.kenapa?" nafas jonathan masih memburu dan suaranya juga terdengar serak.mungkin efek karena jonathan sempat melenguh dan menggeram beberapa kali.milik jonathan bahkan masih menancap didalam sania.


"saya takut...ha..mil"


gadis itu kembali berendam didalam air hangat dan membasuh miliknya berkali-kali.


jonathan yang baru tersadar dengan ucapan sania memandang gadis itu tak percaya.


"saya baru selesai datang bulan tuan...kalau saya hamil gimana?" mata sania sudah berkaca-kaca karena rasa takut dan khawatir akan dicaci maki oleh nyonya maria tergambar sangat jelas dimatanya.


begitu dirasanya cukup bersih,sania keluar dari bathtub dan meraih handuk yang tersampir didekat pintu.dia juga memungut bajunya yang tercecer dilantai dan bergegas keluar dari kamar jonathan sambil menitikkan air mata.


kenapa dia jadi seperti ini?


tujuannya bekerja disini karena menghindari rio yang selalu menyakitinya meskipun dia sudah memberikan segalanya pada lelaki itu.


tapi kini justru timbul masalah baru dengan tuannya.kalau sudah begini bagaimana dia akan melanjutkan bekerja disini ?


dia masuk kekamarnya memutar lewat jalan belakang yang lebih jauh dan tidak melewati tangga karena takut akan ketahuan nyonya maria.

__ADS_1


sania terus menyalahkan diri sendiri karena sudah berani menikmati tubuh tuannya yang berharga.ciuman dan sentuhannya begitu nyata terasa dan sampai kini dia masih bisa merasakan sensasinya.


terkutuk nafsu dalam dirinya yang membuat dia pasrah dan menyerahkan tubuhnya pada tuan jo.sania tidak bisa menyalahkan tuannya karena dia memang sudah menandatangani surat perjanjian.terlebih sania menikmati apa yang tuannya perbuat padanya.


ya ini semua memang salahnya.


sania memasuki kamarnya perlahan dan langsung menguncinya dari dalam.dia berjalan menuju cermin besar dan membuka handuk yang membungkus tubuhnya.


dadanya penuh dengan tanda kemerahan,rambutnya masih basah dan terurai begitu saja.matanya yang sembab membuatnya terlihat sangat menyedihkan.dia berjalan ke ranjang tanpa mengenakan baju dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


sania mulai berpikir untuk keluar dari sini dan mencari pekerjaan lain.dan mungkin pergi dari kota ini menghindari masalah besar yang akan timbul cepat atau lambat.dia merasa sangat bersalah pada nyonya maria karena sudah mengkhianati kepercayaannya.


sania merasa sangat rendah,bagaimana bisa laki-laki dengan mudahnya mengambil keuntungan darinya hanya untuk menuntaskan hasratnya saja.


yah dulu mungkin rio melakukannya atas dasar cinta.tapi sania tidak tau apakah rio hanya melakukan hal itu dengannya atau dengan wanita lain juga begitu.


bagaimana dengan tuan jonathan?


apa alasannya melakukan semua ini?


sania tak habis pikir dengan kejadian yang baru saja dialaminya.


jonathan bukanlah orang suci.dia pria yang menganut paham liberal,dan melakukan hubungan badan dengan mantan-mantan kekasihnya yang terdahulu asal dilakukan suka sama suka.


tapi kali ini karena hasratnya yang menggebu didorong dengan ego yang tinggi karena posisinya sebagai bos sania,dia mengabaikan perasaan gadis itu dan memaksakan kehendaknya.


dari dulu jonathan tidak pernah seperti ini.dia selalu mengalah dan mendahulukan kepentingan orang lain.


kini jonathan dilanda perasaan bersalah yang besar pada sania.dia khawatir dan bingung bagaimana dia akan menghadapi sania besok pagi.jonathan harus meminta maaf sesegera mungkin padanya dan menjelaskan bahwa dia melakukannya karena terbawa nafsu sesaat.


pagi menjelang,aktifitas berjalan seperti biasa.bi minah mengajak sania berbincang didapur yang hanya dijawab dengan anggukan atau senyum kecil saja.matanya bengkak dan sedikit kehitaman diarea bawah matanya karena sania hanya tidur beberapa jam saja.nyonya maria sedang mandi setelah tadi berolahraga dihalaman rumah dan minum teh sebentar.


sania hanya khawatir untuk bertemu dengan tuannya.dalam hati dia sudah ingin sekali mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi sejauh mungkin.tapi nyalinya menciut begitu melihat bi minah yang bekerja tanpa mengeluh,sania merasa malu sendiri.


"sania...ikut ke ruang kerja saya"


suara jonathan membuat sania dan bi minah sempat terkejut.gadis itu meletakkan pisau yang dipegangnya dan mengikuti tuan jo naik ke lantai atas.

__ADS_1


begitu sania masuk,jonathan langsung menyuruhnya duduk sedangkan dia memilih untuk duduk dikursi besar yang ada dibalik meja kerjanya.pintu sudah tertutup rapat meskipun dari luar,orang yang lewat masih bisa melihat mereka.


dalam hati sania sempat mengatakan mungkin inilah waktu yang tepat baginya untuk mengajukan pengunduran diri pada bosnya.terbilang nekat memang karena dia belum mempersiapkan apa-apa.bahkan dia saja belum tau akan pergi kemana setelah keluar dari sini.


jonathan mendekat dan duduk di sofa.


"saya mau minta maaf sama kamu san.."


sania masih diam karena tau tuannya belum selesai berbicara meskipun ucapannya terputus.


"maaf karena saya sudah memaksakan kehendak saya pada kamu dan melecehkan kamu"


sania menangis mendengarnya,tapi dalam hati ada sedikit rasa kecewa karena ternyata tuannya melakukan itu karena terpaksa.dan sepertinya tidak ada perasaan spesial lainnya dalam hati tuan jo.dan tuannya menyesal sudah melakukannya dengan sania.


yah pantas saja tuannya itu menyesal,sania hanyalah wanita rendahan.bukan wanita kelas atas yang setara dengan tuan jonathan dan nyonya maria.sania tersenyum kecut dalam hati menyadari kebodohannya.


"ehm..nggak pa-pa tuan.kalau sudah selesai saya permisi"


sania beranjak dari duduknya dan segera turun ke lantai bawah.padahal tadi jonathan masih ingin menyampaikan hal lainnya.tapi melihat sania yang menangis,dia membiarkan gadis itu pergi.dia juga takut bila terlalu lama ibunya akan tau dan kembali merasa curiga.


"loh neng...matanya kenapa kok merah gitu?"


"ah..anu bi tadi kelilipan debu pas saya cari buku di rak"


"pantesan merah banget..dikasih obat tetes dulu biar nggak tambah parah neng"


sania mengangguk lalu masuk kekamarnya untuk membasuh muka.


siang ini jonathan sudah ada janji dengan darius untuk makan siang diluar sekaligus membahas masalah perusahaan.jonathan sudah berusaha untuk mengikuti kemauan ibunya dan pergi dengan beberapa perempuan muda anak pengusaha kaya raya.tapi tak ada satupun dari mereka yang dapat menarik hatinya.


mereka hanya sibuk merapikan riasan yang sebenarnya baik-baik saja tiap kali jonathan mengajaknya berbicara.sedangkan beberapa gadis lainnya sibuk menceritakan pengalaman mereka belanja tas dan juga sepatu-sepatu mahal diluar negeri sampai-sampai jonathan bosan mendengarnya.


dia malah teringat pada sania saat mengambilkan makanan dan juga minuman untuknya.gadis itu sangat pengertian dan memahami kebutuhannya meskipun dia tidak memintanya.


dia melewatkan sarapan bersama ibunya dan meminta bi minah mengantarnya ke ruang kerja.


sania...

__ADS_1


mungk**in emang bener kata vero..gue cuma butuh wanita sederhana buat melengkapi kehidupan gue yang terlalu kompleks dan berantakan.


BERSAMBUNG


__ADS_2