
kini mereka sudah berada didalam pesawat menuju ke indonesia,sania masih galau memikirkan perkataan tuannya semalam.
flashback on
"saya juga pusing tuan,baru berapa bulan kerja,udah betah,nggak ada masalah tiba-tiba tuan malah maksa saya buat itu,belum lagi kalau nanti saya hamil gimana?"
sania menjauh dari pelukan hangat tuannya dan memilih duduk diranjang.
"justru karena kamu belum hamil,kamu harus sudah keluar dari rumah.kamu pikir gimana reaksi mami kalau tau kamu hamil??"
sania diam membayangkan bagaimana reaksi nyonya maria nanti,tapi dia masih tidak tau apa tujuan tuannya.
"tapi kenapa tuan?saya nggak ngerti"
"saya butuh pendamping hidup san,saya nggak perlu perempuan yang sempurna dan punya segalanya karena saya sudah punya semua itu.saya cuma butuh perempuan seperti kamu yang paham kebutuhan saya,sekaligus sayang dan perhatian sama mami.."
"tapi tuan..ini salah.tuan tau kan saya seperti itu karena pekerjaan.lagipula nyonya maria pasti akan membenci saya kalau tau tuan dan saya seperti ini.saya nggak mau mengkhianati kepercayaan nyonya"
"lihat saya san..apa kamu nggak mau lihat saya bahagia?" kedua tangan jonathan mengarahkan pandangan sania agar menatap ke arahnya.baru beberapa detik berlalu sania langsung memalingkan wajahnya ke samping.ini terlalu menyakitkan untuknya.
"tapi tuan bisa cari wanita lain.saya cuma wanita rendahan yang nggak punya apa-apa.tuan juga pasti sadar kan kalau saya sudah nggak perawan lagi?"
"saya nggak peduli sama itu semua san...saya cuma butuh kamu"
"maaf tuan..saya lebih memikirkan kesehatan nyonya.lebih baik tuan keluar sekarang,saya nggak mau nyonya sampai mergokin kita disini"
sania mengunci pintu begitu jonathan keluar dari kamarnya.entah kenapa hatinya sakit dan rasanya dia sudah tidak tau lagi bagaimana menghadapi nyonya dan tuannya besok.
__ADS_1
flashback off
ada rasa lain yang timbul saat mata mereka saling beradu.tapi demi membalas kebaikan dan kepercayaan nyonya maria selama ini, sania harus tegas menolak permintaan tuannya.
kalau saja sania boleh egois kali ini,dia pasti akan langsung menghambur ke pelukan jonathan dan tidak melepaskannya.
tapi dia tidak bisa....ini bukan sebuah pilihan antara memilih untuk tetap mendampingi nyonya maria atau mengkuti permintaan tuan jonathan.melainkan sebuah keharusan untuk menjaga kesehatan nyonya maria,itulah tugasnya sejak awal.
sania menunduk ke bawah dan mengelus perutnya yang masih rata.
sayang...kalau kamu memang sudah hadir di rahim mama,mama pasti akan jaga dan rawat kamu baik-baik.kita harus kuat.oke??
mama bisa jadi ibu sekaligus ayah buat kamu,jadi kamu jangan khawatir.
rasanya aneh menyebut diri sendiri mama,padahal sania belum tahu pasti apakah dalam rahimnya sudah tumbuh janin atau belum.tapi satu hal yang pasti,bila memang itu terjadi sania akan tetap merawat anaknya dengan baik seperti ayahnya dulu merawatnya walau tanpa adanya seorang istri.
penerbangan terasa jauh lebih lama kali ini,sania berusaha menghilangkan semua rasa sedihnya dengan membaca majalah yang ada didepannya.melihat pemandangan dan tempat-tempat bagus diluar sana,sania jadi ingin bepergian ke tempat-tempat baru.
lagi-lagi sania hanya bisa bermimpi.
sania mulai memikirkan untuk mengontrak rumah diluar kota,mungkin daerah yang sedikit jauh dari hiruk pikuk ibukota dan mulai mencari pekerjaan lain.
dia menghitung jumlah tabungan yang tersisa dalam akun rekeningnya mungkin ada sekitar 40-50juta.karena selama bekerja dengan nyonya maria,sania tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
sania teringat dengan perkataan jonathan yang akan bertanggung jawab bila dia hamil,tapi sania tidak bisa mengharapkan hal itu.semakin lama dia terlibat dengan tuan jonathan,semua masalahnya tidak akan berakhir.
dari sekian banyaknya wanita yang bersedia untuk menjadi pendamping hidupnya,tapi kenapa tuan jonathan malah memilihnya yang sama sekali tidak masuk kriteria yang nyonya maria punya.
__ADS_1
terlintas dalam otaknya untuk meminta bantuan terry,tapi mereka baru bertemu sekali.itupun sania belum kenal terlalu dekat.dia akan coba menghubunginya nanti bila sudah sampai dirumah.
jonathan yang duduk disamping ibunya masih merasa sakit hati.sania menolaknya begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaannya sekarang.dia lalu memandang ibunya yang sedang sibuk membolak-balik majalah .
"mam...kalo aku nikah sama orang nggak punya mami setuju nggak?"
"enggak"
"tapi kalau wanita itu udah hamil anak jo mami masih nggak setuju juga?"
"kamu jangan macem-macem jo.."kali ini ibunya mengalihkan perhatiannya dari majalah kearah putra satu-satunya tajam.
"jo serius mi,mami tau kan kalau jo nggak suka sama cewek kaya raya pilihan mami itu ?"
"kenapa?"
"karena jo udah punya itu semua mi.jo bosen sama mereka"
"tapi kamu juga perlu orang yang bisa ngimbangin kamu jo,nggak bisa sembarangan"
"mam...jo itu udah tua.temen-temen jo aja udah pada punya anak dua-tiga.kalo mami masih ngelarang jo milih calon istri sendiri,sampai jo kakek-kakek juga nggak bakalan nikah"
kali ini jonathan mengeluarkan semua kekesalannya pada sang ibunda.dia kesal karena ibunya menjadi alasan sania menolak dirinya.
"siapa?"
"nanti mami juga tau..mami cuma perlu kasih restu"
__ADS_1
nyonya maria memejamkan mata,mungkin kali ini dia harus mengalah demi kebahagiaan jonathan.
BERSAMBUNG